Lima: Album Baru Mocca yang Artistik, Ekspresif dan Tetap Impresif

Penantian panjang penuh kerinduan itu berakhir sudah. Demikian kurang lebih gambarannya ketika akhirnya CD album baru Mocca berjudul Lima sampai juga ditangan saya.

Bagaimana penantian itu tidak disebut sebagai penantian yang panjang, bayangkan saja Mocca baru kembali merilis album setelah 3 tahun sejak dirilis albumnya yang terakhir – Home – pada tahun 2015.

Bagaikan hidangan hangat yang siap disantap, begitulah kira-kira saat pertama saya membuka kemasan CD Lima ini…

***

Kemasan CD Berdesain Artistik

Kemasan CD yang terbuat dari kertas karton tebal namun halus ini diberi ilustrasi dengan warna ceria. Titik fokus pada ilustrasi cover depan adalah sebuah perahu kertas yang sedang mengarungi sungai berair jernih. Diatas perahu kertas itu terlihat pasangan – Tuan Bulan dan Puan Matahari – yang tampak seperti sedang bercengkrama.

Kemasan CD album Lima – Mocca

Sepertinya perahu kertas itu sedang melaju menembus hutan. Hutan yang asri dengan pepohonan yang tumbuh rindang dan beberapa satwa terlihat hidup bebas disana. Dikejauhan bahkan tampak bangunan  rumah yang terbuat dari kayu, seperti terlihat bila cover album ini dibentangkan.

Mungkin makna yang hendak disampaikan dari ilustrasi gambar ini adalah tentang perjalanan hidup. Hidup adalah perjalanan mengarungi suka dan duka, melewati siang dan malam, dan selayaknya ditemani oleh pasangan yang setia mendampingi atau seorang teman sejati. Namun tetap disadari bahwa hidup berada dalam kefanaan, seperti digambarkan oleh perahu kertas yang tidak lama akan hancur bila dihanyutkan di sungai.

Cover luar bila dibentangkan

Pada cover bagian dalam terdapat slot untuk menyisipkan CD dan informasi personil dan fihak yang terlibat dalam pembuatan album rekaman ini.

Cover dalam dengan slot CD

Menurut penilaian saya desain ilustrasi cover album Lima ini artistik dan, khususnya untuk cover luar, mengandung makna yang dalam juga ada efek psikologis yang tenang dan sejuk saat menatap ilustrasi gambarnya.

Saya berani menyimpulkan bahwa ini adalah desain cover album terbaik dari album-album Mocca sejak album pertamanya, My Diary, yang dirilis pada tahun 2002.

Lirik Lagu yang Ekspresif

Seperti melanggar pakem yang dibuatnya sendiri, pada album Lima ini Mocca menuliskan lirik seluruh lagunya dalam bahasa Indonesia. Bebeda dengan lirik lagu pada album-album sebelumnya yang selalu ditulis dalam bahasa Inggris.

Cover belakang dengan daftar lagu

Saya tidak tahu apa yang melatar-belakangi penulisan lirik lagu-lagu dalam bahasa Indonesia ini, namun lirik lagu yang ditulis dengan bahasa yang sederhana ini tetap bercerita dan cukup ekspresif dalam menggambarkan tema yang disampaikan pada setiap lagunya. Dan saya pikir karena lirik lagu-lagunya ditulis dalam bahasa Indonesia, khusus untuk pencinta Mocca di tanah air akan dapat lebih memahami suasana yang terkandung didalam setiap lagu.

Disamping lirik lagu yang ditulis dalam bahasa yang sederhana, tema-tema yang diangkat juga tetap sederhana yaitu tema-tema keseharian. Mulai dari tema persahabatan (pada lagu Teman Sejati ), penantian akan suatu kepastian (pada lagu Tanda Tanya), kebersamaan yang serasi (pada lagu Aku dan Kamu), perpisahan (pada lagu Seharusnya, Ketika Semua Telah Berakhir, Dan Akhirnya) sampai dengan asiknya bermalas-malasan di hari Minggu (pada lagu Di Penghujung Hari Minggu).

Bahasa yang sederhana, namun ekspresif seperti yang Mocca sampaikan pada lagu Teman Sejati ini,

Kau yang kini dilanda patah hati,
Jangan takut, aku ada disini,
Menemanimu…

Sudahlah…
Biarkan saja,
Kau akan bertemu yang terbaik dalam hidupmu.

Mocca benar, begitulah seharusnya sikap seorang teman sejati melihat temannya sedang dirundung malang. Menemani dengan baik dan tetap memberikan semangat untuk kembali bangkit dari keterpurukan, seperti diungkapkan pada lirik “kau akan bertemu yang terbaik dalam hidupmu”.

Pada lagu lainnya Mocca menyampaikan tema suasana menyakitkan yang biasa dihadapi seseorang ketika dihadapkan pada suatu perpisahan atau patah hati. Suasana ini dituliskan dengan puitis seperti pada salah satu lagu yang berjudul Ketika Semua Telah Terjadi.

Ketika semua telah terjadi,
Ku tak tahu apa yang kucari,
Ketika semua telah terjadi,
Ku terduduk menunggu datangnya pagi.

Sesungguhnya,
Ku tlah rela melepaskan dirimu,
Hanya saja,
Ku menyesal kau telah buang waktuku,
Dan kini semuanya telah terjadi.

Arina – Mocca di Coopfest, 2014

Galau yang sangat digambarkan dengan puitis pada lirik “ku terduduk menunggu datangnya pagi”. Namun akhirnya dengan berat hati disimpulkan bahwa yang telah terjadi adalah sekian lama waktu yang berlalu dan terbuang dalam kebersamaan dan itulah yang sebenarnya disesali, “ku menyesal kau telah buang waktuku”.

Pada lagu lain digambarkan perasaan malas yang biasa menghinggapi setiap orang pada hari Minggu dan diungkapkan dengan baik pada lagu Di Penghujung Hari Minggu.

Oh malasnya hari ini,
Berbaring sambil menonton TV,
Tak ingin segera mandi,
Hanya sempat tuk menyikat gigi.

Di penghujung hari minggu,
Kuingin jam berdetak mundur,
Di antara sisa waktu,
Biarkanku sedikit tertidur,
Sejenak…

Ah ya, betapa banyaknya dari kita yang mengalami sindrom hari Minggu seperti yang Mocca sampaikan. Malas, enggan segera mandi, malah asik menonton TV dan bermalas-malasan di tempat tidur.

Ketika menyadari hari Minggu segera berakhir, masih juga kita menginginkan hari Minggu tetap berlanjut dan bahkan mengharapkan sesuatu yang tak mungkin terjadi “kuingin jam berdetak mundur”, hanya sekadar ingin kembali tidur walau hanya sejenak, “biarkanku sedikit tertidur, sejenak…”.

Saya hanya sampaikan lirik dari 3 lagu dari 8 lagu pada album Lima. Lirik pada kelima lagu lainnya tetap disampaikan dalam bahasa yang sederhana namun ekspresif menggambarkan tema dan makna yang terkandung dalam lagu tersebut.

Aransemen Musik yang Tetap Impresif

Saya mengenal Mocca sejak album pertama mereka, My Diary, dan jatuh cinta pada aransemen musik mereka yang menawan dan impresif. Mocca, indie band yang dibentuk di Bandung pada tahun 2001 ini, menyajikan musik yang dominan dengan sentuhan swing dengan disana-sini terdapat juga sentuhan jazz, bossa, ballad dan sedikit pop rock. Aransemen musik ini tetap saya rasakan pada album Lima.

Album Lima dibuka dengan lagu berjudul Seharusnya. Lagu ini terasa mengalir lembut dengan sentuhan bossa yang mengiringinya. Sentuhan swing terasa pada track ke-2, Teman Sejati,  yang dibuka dengan vokal Arina dan petikan gitar akustik. Pada bagian tengah lagu ini, suara trompet dan trombon menghias latar belakang diselingi dengan melodi gitar akustik yang berefek pada semakin menambah nikmat dan nyamannya menyimak lagu Teman Sejati hingga usai.

Mocca – Kampoeng Jazz, 2015

Sentuhan swing dengan tempo yang cepat dapat dirasakan pada track ke-3, Tanda Tanya. Pada lagu ini suara alat musik tiup dominan sejak permulaan lagu. Aransemen musik bertempo cepat pada lagu ini mengingatkan pada lagu Mocca berjudul (I Can’t Believe) You’ve Cheated Me yang terdapat pada album Colours yang dirilis tahun 2007.

Lagu berjudul Ketika Semua Telah Berakhir yang berada pada track ke-6 menurut saya adalah lagu tersyahdu pada album ini. Lagu dengan sentuhan ballad ini juga merupakan lagu dengan durasi terpanjang, 4 menit 49 detik. Dibuka dengan ketukan piano yang manis dari jemari Gardika Gigih dipadu dengan tiupan flute Arina, seakan membuka satu kisah yang menyakitkan dari satu perpisahan. Latar belakang suara menyayat dari string section, menambah semakin dalamnya efek kesedihan pada lagu ini.

Arina – Mocca – Kampoeng Jazz, 2015

Lagu Dan Akhirnya, track ke-7, walaupun bertema perpisahan, sama dengan tema pada lagu Ketika Semua Telah Berkakhir, namun disampaikan dengan aransemen musik yang cenderung ber-beat agak keras dan cukup menghentak. Dengan sentuhan pop rock dan melodi gitar elektrik yang melengking, ramuan musik pada lagu ini seakan merupakan mantra untuk menyembuhkan luka yang disebabkan oleh perpisahan.

Bagaimana  musik yang disajikan Mocca pada lagu-lagu lainnya di album ini?

Saya persilakan untuk menyimak kedelapan lagu yang tersaji pada album ini dan menyimpulkan dimana letak kekuatan komposisi musik mereka. Saya pribadi menyimpulkan kalau musik yang Mocca sajikan tetap impresif dan pastinya akan memberikan kesan mendalam bagi para pencintanya seperti kesan dari lagu-lagu karya Mocca lainnya yang terdapat pada album-album sebelumnya.

Sejenak mari simak Teman Sejati, salah satu lagu yang diandalkan sebagai top hit dari album Lima

Bolak-balik menyimak lagu-lagu pada album Lima ini, saya jadi kangen untuk kembali menyimak langsung penampilan Mocca pada satu waktu nanti, setelah pada tahun 2014 saya simak penampilan Mocca di pergelaran musik Coopfest dan pada tahun 2015 di Kampoeng Jazz. Ah, kapan ya?

***

Mocca – terdiri dari Arina Epiphania (vokal dan flute), Riko Prayitno (gitar), Achmad “Toma” Pratama (bass) dan Indra Massad (drum) – merilis album Lima sebagai album yang kelima setelah album My Diary (2002), Friends (2005), Colours (2007) dan Home (2015). Album Lima hadir dengan satu keunikan yang tidak dimiliki oleh album Mocca lainnya yaitu seluruh lagu disampaikan dengan lirik yang ditulis dalam bahasa Indonesia.

Mocca merilis album Lima | sumber: cnnindonesia.com

Dari keempat album sebelumnya, Mocca telah memperoleh kepopuleran tidak hanya di tanah air namun juga di mancanegara, sebut saja di Singapura, Malaysia, Thailand, Korea Selatan dan Jepang. Bahkan lagu-lagu Mocca menghiasi beberapa drama televisi di Korea Selatan.

Semoga album Lima juga memperolah sambutan hangat dari khalayak pencinta Mocca khususnya dan khalayak pencinta musik umumnya, seperti yang telah diperoleh dari album-album sebelumnya.

Semoga…

Sukabumi, 6 Maret 2018

Update :

Akhirnya, kesampaian juga menyimak langsung penampilan Mocca, setelah terakhir saya simak pada pergelaran Kampoeng Jazz 2015.

Sabtu, 7 April 2018, saya menyimak penampilan Mocca di Gedung Filateli, Jakarta. Dalam penampilan yang berdurasi 1 jam, 15 lagu Mocca sajikan.

Penampilan Mocca di Gedung Filateli, Jakarta
Durasi penampilan 1 jam, Arina tahan membawakan 15 lagu

Sungguh mengesankan.

Sukabumi, 9 April 2018

Note:

Pada 23 Juli 2018, Mocca memublikasikan klip lagu Teman Sejati dengan memasukkan film pendek kedalamnya. Video musik ini menampilkan aktor senior Slamet Rahardjo dan aktris senior Niniek L. Karim.

Film pendek dalam video musik ini dengan cantik menggambarkan bagaimana suatu persahabatan yang indah dan tetap terjalin bahkan hingga usia senja.

Sila disimak…

Sukabumi, 27 Juli 2018

Iklan

14 tanggapan untuk “Lima: Album Baru Mocca yang Artistik, Ekspresif dan Tetap Impresif

  1. Ah suka dengan lirik Teman Sejati. Memang tak mudah mendapatkan teman sejati. Tapi bila kita balance dan membuka diri ke teman kita dengan tepat, maka dia akan bisa menjadi teman sejati kita.

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Titik Asa….

    Ternyata penantian itu sudah berakhir dan mengundang kegembiraan. Begitulah apabila kita meminati sesuatu perkara pasti tidak sabar untuk memilikinya. Saya juga suka pada cover album Mocca ini, sangat ceria dan membunga hati. Punya nilai estetika yang bisa ditebak apa yang mereka mahukan untuk disampai kepada pendengarnya. Reviu yang bagus, mas. Sungguh pencinta muzik Mocca yang sejati nih….hehehe.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    1. Wa’alaikum salam wr.wb….

      Betul Mbak, penantian berakhir sudah.
      Lagu-lagu Mocca selalu menarik perhatian saya sejak lama. Dan cover album ini benar-benar menawan dan bernilai estetika yang tinggi.

      Salam persahabatan dari saya di Sukabumi,

    1. Betul Mas, disain cover CD nya keren dan unik.

      Oh iya, gerai CD sekarang sudah jarang, sudah banyak yg menutup operasinya. Saya sendiri tergantung pada pembelian on-line untuk rilisan album dalam bentuk fisik.

      Apa di kota tempat tinggal Mas masih ada gerai CD? Kalau ada, semoga album Mocca sudah tersedia disana.

      Salam,

    1. Sama Mas, saya suka dgn lagu-lagu Mocca sejak album pertama mereka.

      Saya menyimpan koleksi dari setiap album Mocca dalam bentuk digital. Sayangnya saya hanya mempunyai albumnya dalam bentuk fisik/CD hanya album Friends, My Diary dan Lima.

      Salam,

    1. Alhamdulillah ketemu sahabat lama lewat blog…

      Apa kabar di Indramayu Kang? Ingin sekali-sekali saya bersilaturahmi dan berkunjung kesana. Moga ada waktu dan kesempatan satu waktu nanti.

      Salam dari saya di Sukabumi,

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s