Bertemu Mocca, Tulus dan Raisa di Coopfest

Sabtu kemarin, tepatnya 6 September 2014 ada pergelaran musik menarik yang diadakan oleh IKOPIN, Institut Koperasi Indonesia, yang berlangsung di gedung Sabuga, Bandung. Pergelaran musik ini diberi nama Coopfest, kependekan dari Cooperative Festival.

Festival ini pada dasarnya bertujuan untuk memasyarakatkan kembali koperasi kepada kehidupan ekonomi masyarakat. Koperasi diyakini sebagai harta karun bangsa, sehingga moto festival ini dituliskan dalam bahasa Inggris dengan Rising the Nation Treasure.

Dari sekian banyak artis musik yang tampil di pergelaran ini, terus terang tiga artis ini, yaitu MoccaTulus dan Raisa, yang membuat saya begairah menghadiri festival ini walau harus berangkat sangat pagi dari Bekasi menuju Bandung. Ketiga artis ini menyajikan musik yang, katakanlah, bersinggungan dengan jazz, yang merupakan salah satu aliran musik yang sangat saya sukai.

Inilah sekelumit pergelaran musik yang berlangsung di gedung Sabuga tersebut…

***

Mocca

Telah lama saya mengenal grup band Mocca. Memang grup band ini sudah cukup lama berkiprah di belantika musik tanah air. Setahu saya Mocca telah merilis 5 album. Album pertama mereka yang berjudul My Diary dirilis tahun 2002, 12 tahun lalu. Kurang lebih selama sekian tahun pula saya mengenal olah musik dan lagu-lagu dari grup band ini.

Mocca dibentuk di Bandung pada tahun 1997. Keempat anggota Mocca, Arina Ephipania (vokal dan flute), Riko Prayitno (gitar), Toma Pratama (bass) dan Indra Massad (drum), membentuk Mocca ketika mereka masih menjadi mahasiswa di kampus Institut Teknologi Bandung, ITB.

Lagu-lagu Mocca ditulis dalam bahasa Inggris, berwarna lagu pop dengan sentuhan swing, bossa nova, jazz dan suasana ala tahun 70-an.

Sejak album kelimanya, Mini Album – Happy Birthday, yang dirilis tahun 2010. Mocca seakan “menghilang” dari peredaran belantika musik tanah air. Hal yang meninggalkan kerinduan yang sangat mendalam bagi penggemarnya untuk menyaksikan mereka kembali tampil ke permukaan.

Kerinduan pada Mocca tergambar saat mereka tampil ke panggung Coopfest. Sambutan meriah dari penggemar yang setia menanti, demikian membahana…

Mocca

Satu demi satu lagu dinyanyikan dengan sangat baik oleh Arina. Terkadang Arina menyelipkan sentuhan tiupan flute pada beberapa lagunya. Ini lagu-lagu lawas, ingat mereka pertama merilis albumnya pada tahun 2002, tapi sebagian penonton yang dengan lancar dapat bernyanyi bersama pada sebagian besar lagu mereka. Bagi saya hal ini menandakan, walau sudah lama Mocca “menghilang” dari peredaran, lagu-lagu meraka masih menempati hati penggemar setianya.

Saya baru pertama kali menyaksikan langsung pergelaran Mocca di panggung. Sungguh akan menjadi kenangan yang indah. Barangkali sebagai sesuatu yang, seperti kata Arina dalam lagunya Me and My Boyfriend, tidak perlu dituliskan dalam buku diary, tapi cukup disimpan dalam memori saja.

I share my dreams and all my stories
I don’t think I need my diary
If you’re teasing me, don’t you worry?
I will keep you in my memories

Ini gaya Arina saat pergelaran Mocca yang sangat menarik itu…

Tulus

Tulus, bernama lengkap Muhammad Tulus Rusydi, lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 20 Agustus 1987, kini berdomisil di Bandung. Selain sebagai penyanyi, ia juga seorang arsitek lulusan Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Tulus mulai dikenal sejak ia sering bernyanyi di berbagai komunitas klab jazz dan kampus-kampus di Bandung. Saat ini Tulus telah merilis 2 album, album pertama yang diberi judul namanya sendiri, Tulus, pada tahun 2011. Sedangkan album keduanya diberi judul Gajah dirilis pada tahun 2014.

Saya pribadi lebih menyukai album pertama Tulus. Saya merasakan warna jazz lebih pekat terasa di album ini dibanding pada album keduanya.

Dan ketika Tulus tampil ke panggung, betapa histerisnya penonton menyambut. Tepuk tangan, teriakan memanggil-manggil namanya, bergema dari setiap sudut gedung Sabuga…

Tulus

Lagu demi lagu mengalir dibawakan oleh Tulus. Lirik lagu-lagu ini sudah demikian akrab dengan mayoritas penonton yang hadir sehingga diikuti dengan pengucapan lirik ini dengan lancar oleh mereka. Sungguh lagu-lagu Tulus ini telah demikian merasuk kedalam darah kawula muda yang hadir pada pergelaran malam ini.

Salah satu lagu Tulus dari album pertamanya yang paling saya suka berjudul Sewindu mengakhiri penampilannya malam itu. Lagu ini bertutur tentang penantian selama delapan tahun yang berakhir dengan sakit hati. Apa boleh buat, yang dinanti ternyata memilih hati yang lain…

Awal lagu Sewindu, dibuka dengan lirik ini,

Sudah sewindu ku di dekatmu
Ada di setiap pagi, di sepanjang harimu
Tak mungkin bila engkau tak tahu
Bila ku menyimpan rasa yang ku pendam sejak lama

Penantian selama delapan tahun, nyatanya berakhir sakit hati…

Jujur memang sakit di hati
Bila kini nyatanya engkau memilih dia
Takkan lagi ku sebodoh ini
Larut di dalam angan-angan tanpa tujuan

Ini sebagian gaya panggung Tulus yang berhasil saya abadikan,

Raisa

Sebagaimana halnya dengan Tulus, Raisa boleh saya katakan sebagai penyanyi muda yang sedang dan kian menanjak karir dan kepopulerannya di belantika musik tanah air.

Raisa, lengkapnya bernama Raisa Andriana, lahir di Jakarta, 6 Juni 1990. Bakat menyanyi Raisa telah muncul sejak kecil dan berkembang terus hingga ia dewasa. Saat menanjak usia dewasa, Raisa sempat menyanyi di kafe-kafe musik. Kegiatan yang akhirnya membuka banyak peluang hingga akhirnya mendapat kesempatan untuk merilis album.

Dua album telah dirils Raisa. Pertama, album yang dirilis tahun 2011 berjudul Self Titled dan album kedua yang dirilis pada tahun 2013 yang diberi judul Heart to Heart. Konon Raisa terinspirasi oleh penyanyi Brian Mcknight, Alicia Keys dan Joss Stone. Tak heran bila nuansa R&B, Jazz dan Soul sangat terasa dalam berbagai lagu-lagunya pada kedua albumnya ini.

Saya yakin penampilan Raisa di panggung sangat dinantikan penonton. Terbukti dari sambutan yang luar biasa dari penonton saat Raisa hadir di panggung pergelaran.

Raisa on stage

Raisa tampil sangat anggun malam ini. Dengan mengenakan baju berwarna putih, serasi dengan rok panjangnya yang bermotif bunga.

Seperti dua artis yang saya tuliskan diatas, hal yang sama juga terjadi pada lagu-lagu yang Raisa bawakan. Lagu-lagu ini telah demikian akrab dan dihafal oleh penonton. Bait demi bait lirik lagu diikuti dengan lancar oleh penonton. Benar-benar suasana yang hidup. Sepertinya Raisa tidak bernyanyi sendirian tapi ia bernyanyi bersama penontong yang hadir memenuhi gedung Sabuga malam itu.

Beberapa lagu telah Raisa bawakan. Lagu terakhir dimulai dengan pertanyaan dari Raisa, mungkinkah cinta pada pandangan pertama? Dan meluncurlah lagu Could it be menutup pentas Raisa malam ini.

Kau datang dan jantungku berdegup kencang
Kau buatku terbang melayang
Tiada ku sangka getaran ini ada
Saat jumpa yang pertama

Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that I never had

Sebagian penampilan Raisa yang menawan di panggung Coopfest…

Bonus Track

Bagi saya, anggaplah ini sebagai bonus track. Grup-grup band menarik yang tampil sebagai grup band pembuka pergelaran Coopfest yang tampil pada sore hari. Saya mencatat 2 grup band baru dengan formasi anak-anak muda yang mengembangkan karirnya di bidang musik.

Yang pertama, grup band yang bernama Dimasta N Friends. Saya pikir grup band ini cukup unik. Unik karena menyertakan vokalis wanita yang sekaligus bermain biola. Entah, saya selalu menantikan kehadiran kembali sosok Luluk Purwanto, pemain biola yang kerap dahulu suka tampil bersama Ireng Maulana, di era 80-an.

Yang kedua, grup band yang bernama Hello Friend. Grup band yang membawakan lagu-lagu riang bertema kawula muda ini tampak harmonis dengan penyanyi wanita yang mungil. Hal yang mengingatkan saya pada mungilnya Ruth Sahanaya saat dahulu pertama hadir mengisi ruang musik tanah air ini.

Bonus track yang luar biasa adalah grup band beraliran blues, Gugun Blues Shelter. Band ini tampil dipertengahan pergelaran Coopfest malam itu.

Gugun Blues Shelter, merupakan trio yang terdiri dari Gugun (gitar), Jono (bass) dan Bowie (drum), tampil menghentak dengan lagu-lagu blues yang dibawakan dengan kompak dan harmonis. Terlihat kepiawaian masing-masing personil dalam memainkan alat musik yang dipegangnya. Tak heran bila grup band ini sukses dalam tour show-nya di berbagai negara.

***

Tak dapat dipungkiri bila musik merupakan bagian dalam hidup ini. Musik telah merasuk kedalam jiwa, seperti juga kedalam jiwa-jiwa yang hadir dalam pergelaran musik yang diselenggarakan dalam ajang Coopfest malam ini.

Semoga belantika musik tanah air kian semarak dan semoga musik Indonesia kian menjadi tuan rumah di negerinya sendiri…

Bekasi, 9 September 2014

24 pemikiran pada “Bertemu Mocca, Tulus dan Raisa di Coopfest

  1. Beberapa musisi yang aku suka ada di sini, diantaranya Arina Ephipania vokalis Mocca, seneng banget kalo dia lagi tiup flute. Raisa dengan suara khas jazz nya. dan juga Gugun Blues shelter.

    Kalo ada kesempatan serupa, pengen banget deh liat penampilan mereka🙂

    • Tentang Mocca, saya benar2 bagai mimpi bisa melihat mereka langsung.
      Saya pikir Mocca sudah bubar setelah Arina menikah, eh ternyata tampil juga di Coopfest. Sungguh luar biasa…

      Salam,

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Titik Asa. Saya juga suka muzik jazz yang sentimental. Alun muziknya lembut dan mengasyikkan. Ternyata Mas Titik sangat berminat ya sehingga sanggup hadir sendiri menyaksi secara live. Mungkin auranya berbeda kalau melihat hanya di kaca tivi. Salam hormat dari Sarikei, Sarawak.🙂

    • Wa’alaikum salam wr.wb, mbak Fatimah.

      Ah, ternyata mbak juga suka dengan musik jazz ya?
      Entahlah kenapa saya suka jenis musik ini mbak. Saya instens mendengarkan jazz sejak saya bersekolah di SMP sampai saat ini. Benar mbak, menyaksikan dan mendengarkan secara live terasa lebih mengasyikan.

      Salam persahabata selalu,

  3. Penyanyi jazz-nya keren-keren semua,
    setuju dengan paragraf terakhir, musik Indonesia, kreativitas anak muda Indonesia menjadi tuan di negerinya sendiri.

    • Iya mbak, keren-keren. Terkhusus untuk Mocca, paling diidamkan untuk saya simak di pergelaran ini.
      Betul mbak, semoga musik Indonesia menjadi tuan rumah dinegerinya sendiri.

      Salam,

  4. Wah Coopfest kemarin emang heboh banget nih, sayang ga bisa ke sana.
    Mocca yang punya Swinging Friends, bahkan sampai punya fans di Korea sana masa harus mengecewakan penggemarnya dengan membubarkan diri. Emang sih sempat vakum pas Teh Arina nikah dulu.

    • Betul Kang, coopfest luar biasa meriah. Dan bagi saya ketiga artis ini, khususnya Mocca yang membuat saya ngebet harus hadir di acara ini.
      Saya bersyukur Mocca gak bubar walau memang sempat vakum pasca pernikahannya Arina.
      Ah sayang Akang gak bisa hadir di acara ini ya…

      Salam,

    • Apa betul seperti begitu ya?

      Dulu pernah saya beranggapan demikian juga, tapi sekarang tidak lagi. Pergelaran-pergelaran jazz di tanah air rasanya kini kian merakyat. Salah satu contohnya pergelaran Jazz Atas Awan di Festival Budaya Dieng, yang nonton dari kalangan biasa saja sambil duduk beralaskan tikar di lapangan rumput.

      Salam,

    • Betul mbak, luar biasa dan sangat mengesankan buat saya.
      Khusus untuk Mocca, rasanya kerinduan yang lama setelah sekian waktu mereka “menghilang” terobati dengan seketika.

      Salam,

  5. Ping balik: Menanti Bogor Jazz Reunion 2014 | Sisi Hidupku

  6. saya baru kemarin lusa lihat live mocca di gedung graha cakrawala, Universitas negeri Malang. Setelah 2 kali saya gagal lihat live mocca, akhirnya kali itu saya berhasil. Tidak sia-sia perjuangan nekat saya berangkat 2 jam sebelum mocca manggung dari probolinggo ke malang. Padahal besok pagi harus kerja, haha.😀

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s