Dataran Tinggi Dieng yang menyimpan kecantikan alam disertai dengan udaranya yang demikian sejuk dan bahkan sangat dingin, juga menyimpan tradisi budaya yang masih dipegang secara turun-temurun hingga saat ini. Salah satu tradisi budaya tersebut adalah ritual pemotongan rambut gimbal. Ritual pemotongan rambut gimbal kini menjadi puncak acara dalam festival budaya yang diselenggarakan di Dieng, atau... Continue Reading →
Kembali ke Dieng
Ada 'sesuatu' yang mengajak untuk kembali mengunjungi Dieng. Sesuatu yang berhubungan dengan eksotisnya alam Dieng, sesuatu yang berhubungan dengan kepenasaran saya ingin melihat dari dekat bagaimana prosesi pemotongan rambut gimbal berjalan dan juga sesuatu yang berhubungan dengan hari istimewa yang menjadi bagian dari hidup saya. Setahun yang lalu saya berkunjung ke Dieng. Saat itu bertepatan... Continue Reading →
Dieng Plateau Nan Mempesona
Dieng seakan telah menghantui imajinasi saya untuk datang mengunjunginya. Entahlah, dataran tinggi yang berada diketinggian 2.000 meter diatas permukaan laut ini, seakan mempunyai daya tarik magis bagi saya agar menyusun semacam rencana perjalanan untuk mengunjunginya. Setelah lebih kurang setahun saya mengidamkan mengunjunginya, akhirnya Jumat kemarin, 26 Agustus 2014, saya memulai perjalanan wisata saya ke Dieng.... Continue Reading →
Antara Jazz dan Twitter…
Jazz dan twitter, apa hubungannya sampai ditulis sebagai judul posting saya kali ini? Tentang Jazz, saya sudah gandrung sejak saya sekolah di SMP. Pertama dengar sih aneh. Aneh koq musik penuh dengan nada-nada “sumbang” begitu. Tapi lama-kelamaan didengar berulang-ulang, saking penasarannya, baru terdengar unsur harmonis dalam rangkaian nada-nadanya. Walau jazz bukan satu-satunya jenis musik yang saya... Continue Reading →