Siapa Bilang Kami Rakyat Pemalas

Hari ini warna tanggal merah menyala. Hari libur. Boleh bertanya, mungkin. Sebenarnya libur ini untuk siapa? Siapa yang berhak mendapat keistimewaan menikmati kemewahan santai di hari ini? Siapa yang memang harus tetap berjaga dan bertugas menjalankan roda kehidupan yang sebenarnya tidak mengenal kata libur ini? Sepagi ini, belum jam 7 pagi, Ciawi masih sangat sejuk.... Continue Reading →

Masalah dengan Celana Panjang Anda? Ke Mas Boy Saja…

Terkadang suka kesal kalau beli pakaian jadi khususnya celana panjang. Susah menemukan yang benar-benar pas. Selalu saja ada kurangnya. Mungkin yang masalah bukan ukuran celananya, tapi badan saya sendiri yang sudah tidak beraturan bentuknya. Setidaknya itu yang saya pikirkan belakangan hari ini... Ada dua masalah yang ditemukan kalau membeli celana jadi. Satu, masalah ukuran lingkar... Continue Reading →

Wilujeng Enjing Akang Pedagang Asongan

Pagi ini perjalanan dari Puncak menuju Ciawi sudah mulai dijebak kemacetan. Walau tidak sepanjang perjalanan macet, hanya di beberapa titik saja, tetap saja membuat sedikit kesal. Ah seandai jalur ini tidak macet, mungkin lebih nikmat perjalanan ini. Begitu saya mengeluh. Kita bisa lari kemana lagi kalau sudah terjebak kemacetan. Daripada uring-uringan lebih baik saya perhatikan... Continue Reading →

2013, Antara Yang Kian Menjulang dan Yang Terpinggirkan

Pagi ini pagi pertama di tahun yang baru. Walau tahun baru, kebiasaan saya tidak ada yang baru seandai saya di Sukabumi. Tetap dengan jalan kaki pagi menyusuri sudut-sudut kota Sukabumi yang saya cinta ini. Selain demi alasan kesehatan, jalan kaki menghirup udara segar yang masih minim polusi, juga memperhatikan dan mengamati aktifitas-aktifitas anggota masyarakat di... Continue Reading →

Menyambut Pergantian Tahun ala Penjual Terompet

Tinggal sesaat lagi tahun 2012 kita tinggalkan. Bukan lagi dalam hitungan hari, tepatnya. Mungkin yang tepat tinggal dalam hitungan jam saja. Sebagian anggota masyarakat kita saat ini sedang menikmati semacam barang mewah. Saya sebut barang mewah karena menilik situasi di sekitar yang tidak seluruh anggota masyarakat menikmatinya. Barang mewah itu adalah libur panjang atau bahasa... Continue Reading →

Sehangat Bubur Ayam Mang Mami…

Pagi ini berteman gerimis halus. Udara dingin Sukabumi entah bertambah berapa derajat kedinginannya. Hanya berteman secangkir kopi saja rasanya masih ada yang kurang. Perlu asupan yang agak nendang kalau begini sih… Berjalan sedikit keluar dari rumah, mencari barangkali sepagi ini yang jualan makanan sudah pada buka. Ah syukurlah Mang Mami sudah stand by. Masih sepi... Continue Reading →

Siapa Engkau, Akang?

Tiba-tiba pertanyaan itu kembali menyeruak saat saya memandangi foto-foto perjalanan kemarin. Pertanyaan sama saat kemarin melihat pemandangan di depan mata. Kejadian yang sebenarnya hanya berlangsung beberapa menit. Tapi entahlah, terkadang yang hanya sebentar itu suka merangsang pikiran untuk melayang kemana-kemana. Kejadiannya sederhana saja. Saat di jalanan yang sempit, berkelok dan disertai turunan dan tanjakan, didepan... Continue Reading →

Selamat Pagi Sukabumi

Bersyukur Sabtu pagi ini kembali menghirup udara segar Sukabumi setelah beberapa minggu absen dari kota ini. Udara yang betul-betul terasa sejuk. Sekali tarikan nafas, rasanya paru-paru ini kembali mengembang sempurna. Hal yang menimbulkan harapan, semoga kesegaran seperti ini akan bertahan lama disini. Kesegaran ini merangsang badan untuk digerakkan dengan lebih cepat. Lari pagi atau jalan... Continue Reading →

Wajah Sektor Informal Kita

Ada permasalahan yang tidak sepele dalam perekonomian kita khususnya dan dalam berkehidupan sosial umumnya dalam masyarakat kita. Hal itu salah satunya adalah melimpahnya jumlah tenaga kerja di satu sisi, berbanding terbalik dengan terbatasnya kesempatan kerja di sektor formal di sisi lainnya. Berbagai pendekatan dan solusi dicoba untuk diterapkan. Apapun solusinya, menurut saya hal itu akhirnya... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑