Lebih Meriah dengan Rampak Gendang

Pada perhelatan acara resepsi pernikahan sering ditampilkan atraksi-atraksi seni tradisional. Selain untuk memeriahkan resepsi pernikahan tersebut, juga lebih jauh lagi – sadar ataupun tidak – hal ini merupakan upaya swadaya yang dilakukan oleh anggota masyarakat untuk memperkenalkan dan melestarikan seni budaya tradisional.

Saya pribadi sering menyaksikan atraksi-atraksi seni budaya pada berbagai acara resepsi pernikahan. Disana saya dapat berkenalan dengan atraksi-atraksi seni budaya tradisional, yang beberapa bahkan belum saya kenal sebelumnya.

Khusus untuk acara perhelatan pernikahan dengan adat Sunda, beberapa atraksi seni budaya sering ditampilkan. Beberapa yang populer sebut saja mulai dari kehadiran lengser, saweran, huap lingkung, rampak gendang sampai dengan menghadirkan personel yang lengkap untuk penampilan degungan.

Dari beberapa atraksi seni budaya tersebut yang kini kian populer dihadirkan pada acara pernikahan dengan adat Sunda adalah rampak gendang. Entah kenapa hal ini terjadi, barangkali karena sederhananya personel dan peralatan yang diperlukan untuk menampilkannya atau juga mungkin karena semangat dan energi positif yang dialirkan oleh pertunjukan rampak gendang tersebut.

Rampak Gendang terdiri dari dua suku kata yaitu, ‘Rampak’ dan ‘Gendang’. Rampak (bahasa Sunda) berarti serempak atau secara bersama-sama, sedangkan Gendang (atau Kendang, dalam bahasa Indonesia) adalah instrumen musik pukul yang biasa menjadi bagian dari gamelan Degung. Gendang menjadi alat musik utama yang digunakan pada pertunjukan rampak gendang. Jadi, Rampak Gendang adalah pertunjukan gendang yang dilakukan secara bersama-sama dengan menggunakan gendang sebagai alat musik utamanya.

Rampak Gendang adalah pertunjukan gendang yang dilakukan secara bersama-sama dengan menggunakan gendang sebagai alat musik utamanya.

Rampak gendang biasanya dimainkan lebih dari dua orang dengan menggunakan kostum yang seragam. Saat pertunjukan berlangsung, para pemain memasuki area pertunjukan dan menempati posisi mereka di depan alat musiknya. Dengan diselingi tarian yang menawan, masing-masing penain akan beraksi dengan memukul gendang dalam ritme yang teratur dan energik.

Hari ini, pada acara resepsi pernikahan anak seorang teman, saya kembali menyaksikan pertunjukan rampak gendang. Sebanyak 4 set gendang telah disiapkan di area pertunjukan, dan 4 pemain gendang wanita yang tampil menawan dengan kostum khas Sunda telah bersiap memasuki area pertunjukan.

Saat aba-aba pertunjukan dimulai, diperdengarkan musik tradisional yang berirama cepat – mungkin dengan irama jaipongan – dengan gemulai pemain gendang memasuki area. Mereka menari dengan lincah sambil sekali-sekali menghampiri gendang dan memukulnya dengan ketukan dan irama yang seragam.

Sungguh satu pertunjukan yang menawan!

Pertunjukan rampak gendang berlangsung kurang lebih 10 menit. Tetap ini merupakan pertunjukan atraksi seni budaya tradisional yang menarik dan menyita perhatian para tamu undangan yang hadir pada resepsi pernikahan tersebut.

Terbersit harapan, semoga seni budaya tradisional tetap hidup pada masyarakat kita.

Sukabumi, 8 Desember 2019

Posted from WordPress for Android

2 respons untuk ‘Lebih Meriah dengan Rampak Gendang

Add yours

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: