The Bobop Story

Bobop ini siapa?

Ceritanya begini. Beberapa hari lalu usai belanja di salah satu mart, anak saya melihat anak kucing, masih kecil banget, ngeong-ngeong di pinggir jalan dan kerap menghampiri kaki orang-orang yang lewat didekatnya. Kalau kata anak saya yang penyayang kucing, bilangnya bukan melihat anak kucing yang ngeong-ngeong tapi melihat anak kucing nangis-nangis.

Iba memperhatikan anak kucing sebatang kara yang nangis-nangis, dipungutnya anak kucing itu, dimasukan ke dalam tas yang dibiarkan tutupnya terbuka, kemudian dibawalah anak kucing itu ke rumah.

Entah sudah berapa lama anak kucing itu berkeliaran di jalan tapi melihat keadaan fisiknya yang kurus dan kotor mungkin sudah agak lama juga. Inilah yang pertama dilakukan anak saya, memberinya makan dan susu khusus anak kucing.

Esok hari, disiapkan air hangat dan sabun kucing, si anak kucing itu dibersihkan. Anehnya kucing ini diam saja waktu dibersihkan. Enak mungkin setelah beberapa hari berkotor ria di alam terbuka.

Setelah bulunya kering baru terlihat ternyata anak kucing ini botak, maksudnya pada bagian kepalanya bulunya rontok. Anak saya bilang, ini pasti kena penyakit jamur.

Ah masa iya kena penyakit jamur? Tapi mungkin juga sih kalau memperhatikan bulu-bulu diatas kepalanya yang jarang dan botak begitu.

Perhatikan deh fotonya dibawah ini.

Kuatir melihat kondisi fisik anak kucing tersebut, akhirnya kepikiran untuk membawa anak kucing itu ke dokter hewan.

Eh, tapi dimana ada dokter hewan di Sukabumi? Bingung juga karena selama ini tidak pernah berhubungan dengan dokter hewan.

Setelah googling dan tanya kiri-kanan, baru tahu ternyata di kota Sukabumi ada Puskeswan alias Pusat Kesehatan Hewan. Dibawalah anak kucing itu menuju Puskeswan.

Puskeswan Kota Sukabumi

Setelah diperiksa, anak kucing itu kemudian disuntik dan disarankan untuk diberi obat Combantrin dengan dosis 0,3 mL sekali dalam 2 minggu. (FYI, Combantrin adalah obat cacing untuk orang dan FYI pula ini bukan iklan. 😀)

“Dua minggu lagi anak kucing ini harus dibawa kembali kesini dan diperiksa ulang.”, demikian dokter hewan itu sampaikan sesaat sebelum meninggalkan Puskeswan.

Ya ampun, jadi ternyata anak kucing ini menderita 2 penyakit. Penyakit jamuran yang membuat rontok bulu-bulu di bagian kepalanya dan penyakit cacingan. Kasihan banget kamu, Nak.

Nah, dengan upaya-upaya ini moga saja anak kucing ini akan tumbuh sehat dan cepat gede.

Di akhir cerita, kembali ke pertanyaan awal, Bobop ini siapa?

Jawabannya, tak lain Bobop adalah nama anak kucing yang botak dan kurus itu…

Demikian, seperti penuturan anak saya yang penyayang kucing.

Sukabumi, 4 Desember 2019

Posted from WordPress for Android

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: