Salah seorang penyanyi dan komposer muda yang belakangan menjadi perhatian saya adalah Vira Talisa. Perhatian ini bermula sejak Vira Talisa merilis EP bertajuk self-titled pada tahun 2016.

Pada EP-nya tersebut, Vira Talisa menyampaikan 5 lagu karyanya. Saya menyimak lagu-lagu dan musik yang disampaikan Vira dan menyimpulkannya sebagai satu karya yang unik, yang – katakanlah – merupakan perwujudan dari satu tekad dan keberanian untuk menyajikan sentuhan musik yang berbeda kepada khalayak pencinta musik tanah air.

Source: IG @viratalisa

Ada 2 lagu yang sangat saya sukai dari EP ini. Satu lagu berirama riang, berjudul “If I See You Tomorrow”, dan satu lagu lagi yang bernuansa balada, berjudul “Walking Back Home”. Namun tetap keseluruhan 5 lagu pada EP ini merupakan karya perdana Vira yang luar biasa, dan mengantarkannya menjadi nomine untuk kategori Pendatang Baru Terbaik pada Anugerah Musik Indonesia (AMI) Award 2017.

Pada Maret 2019, Vira Talisa kembali merilis karya-karyanya melalui album yang bertajuk Primavera. Primavera, diambil dari bahasa Italia, yang berarti musim semi. Vira memandang musim semi sebagai suatu periode transisi menuju ke tahapan kehidupan yang lebih baik, lebih mapan. Rupanya Vira suka dengan perumpamaan musim dalam menggambarkan perjalanan hidup.

Source: IG @viratalisa

Primavera menampilkan 8 lagu dengan genre musik yang beragam, namun dengan satu tema yaitu mengalirkan keceriaan dan kegembiraan kepada penyimak lagu-lagunya.

Sulit sekali bagi saya untuk menentukan lagu mana yang paling menarik dari album Primavera ini. Mungkin “Primavera”, atau “Janji Wibawa”, atau “Down in Vieux Cannes”, atau “Bunga”?

Ah, karena itulah akhirnya saya selalu menyimak lengkap album Primavera setiap kali memutarnya…

***

Satu Jam Menghangatkan Udara Malam Sukabumi

Source: IG @MLDSPOT

Suatu hal yang istimewa dan cukup mengejutkan ketika mendapat informasi bahwa Vira Talisa akan hadir di Sukabumi sebagai salah satu penampil dalam acara musik Stage Bus Jazz Tour 2019 yang dikelola oleh MLDSPOT.

Pergelaran yang berlangsung malam hari pada Jum’at, 13 September 2019 ini merupakan kesempatan baik bagi saya untuk menyimak langsung bagaimana Vira membawakan lagu-lagunya, bagaimana penampilannya juga bagaimana aksi panggungnya.

Tentunya menyimak musik secara live pastinya akan memberikan sensasi yang lebih dibanding dengan menyimaknya secara audio-visual melalui gadget, misalnya.

Tampil di panggung pada jam 19.15 wib dengan bergaun satin putih, Vira membuka rangkaian pergelarannya dengan membawakan lagu berjudul “Matahari”. Lagu yang berirama tenang ini seakan mengisyaratkan kehangatan yang akan Vira alirkan disepanjang penampilannya, sehangat sinar matahari pagi.

Penampilan Vira berubah drastis pada lagu kedua, saat disajikan lagu berjudul “Primavera”. Lagu berirama cepat dengan sentuhan samba ini disajikan dengan lincah. Di sela-sela musik tanpa vokal, Vira bergaya bagaikan seorang penari yang menguasai bagian tengah panggung. Sungguh memesona.

Penampilan Vira yang lincah dan energik sekali lagi dapat disaksikan saat membawakan lagu yang berjudul “Bunga”. Ya, Vira layaknya sekuntum bunga yang menawan, menantikan sang kumbang untuk datang menjelang.

Sajian musik yang riang dan cenderung berirama bossa mengalir melalui 3 lagu yang dibawakan Vira, “If I See You Tomorrow” , “Down in Vieux Cannes” dan “Janji Wibawa”. Lagu-lagu ini terasa nyaman untuk disimak dan setidaknya mengajak untuk sedikit menggoyang-goyangkan badan dan kepala.

Lagu-lagu lain disajikan dengan irama yang tenang dan smooth seperti pada lagu “For the Time Being” dan “He’s Got Me Singing Again”. Vokal Vira yang jernih dan iringan musik yang melodius menghanyutkan segenap rasa yang bersemayam di benak penonton yang hadir menyimak penampilannya.

Penampilan Vira ditutup dengan lagu “Walking Back Home”.

Dengan duduk di tangga, Vira mengajak penonton untuk bersama-sama menyanyikan lirik-lirik lagu ini. Rupanya “Walking Back Home” demikian populer, buktinya penonton mengikuti kata demi kata lirik lagu tersebut dengan baik.

“Walking Back Home”

Tak terasa satu jam telah berlalu dan penampilan Vira berakhir sudah. Sungguh satu penampilan yang demikian memesona dan memberikan kesan yang teramat manis…

Sejenak mari simak bagaimana “Primavera” disajikan secara live oleh Vira Talisa melalui video klip berikut.

***

Walaupun Vira Talisa tidak memproklamirkan diri sebagai penyanyi dan musisi dengan genre musik tertentu, namun disana-sini saya merasakan sentuhan jazz, terutama samba dan bossa, pada beberapa lagu karyanya. Boleh jadi hal ini dipengaruhi oleh salah seorang musisi – seorang gitaris – yang menjadi bagian grup band pengiringnya bernama Frank Navayo.

…namun saya merasakan sentuhan jazz, terutama samba dan bossa, pada beberapa lagu karyanya…

Frank Navayo, bersama bandnya 5 Petani, telah merilis debut album bertajuk Sawah Impian pada tahun 2017. Band dengan aliran fusion ini bahkan disebut sebagai “The Modern-Day Karimata” oleh Jazzuality.

Me & my daughters with Vira Talisa & Frank Navayo

Beruntung saya pernah menyaksikan langsung penampilan 5 Petani yang mengesankan di Bandung pada pergelaran yang dikelola oleh Jazzuality bertajuk Braga Jazz Night #35: Jazziversary, 18 Mei 2017. (Sila baca pada tautan ini: Jazzuality on Braga Jazz Night #35: Jazziversary)

Terima kasih kepada Vira Talisa dan band yang telah mengalirkan nada-nada indah dan menghangatkan udara malam Sukabumi dengan alunan musik yang ceria.

Terakhir, terima kasih juga kepada MLDSPOT bersama Stage Bus Jazz Tour 2019 yang telah mampir dan menjadikan kota Sukabumi sebagai salah satu kota destinasi dalam rangkaian perjalanan tour-nya.

Sukabumi, 18 September 2019

Catatan:

10 lagu yang dibawakan Vira Talisa, sesuai dengan urutan penyajiannya, sebagai berikut:

  1. Matahari
  2. Primavera
  3. For the Time Being
  4. He’s Got Me Singing Again
  5. If I See You Tomorrow
  6. Bunga
  7. Down in Vieux Cannes
  8. Selimut Kota
  9. Janji Wibawa
  10. Walking Back Home

Galeri Fotoklik foto untuk memperbesar tampilan.

Iklan