Banggakah Saya Menjadi Blogger?

Mumpung masih di awal tahun, ada baiknya saya menoleh ke belakang sekadar untuk melihat jejak-jejak perjalanan saya yang salah satu bagiannya mengaku diri sebagai blogger. Anggap saja ini sebagai refleksi, berhenti sejenak dan menarik nafas panjang, sebelum melanjutkan perjalanan ngeblog saya pada tahun 2019.

Terbersit satu pertanyaan, banggakah saya menjadi seorang blogger? Atau apa yang telah saya peroleh dan dapatkan dari kegiatan ngeblog yang dapat saya banggakan?

Saya pikir harus ada sesuatu yang membanggakan, sesuatu yang dapat dijadikan sebagai sumber motivasi agar kegiatan ngeblog tetap konsisten berjalan di tahun ini.

Namun, acuan apa yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai kebanggaan saya tersebut?

Salah satu jalan untuk menjawab pertanyaan di atas, saya melihat kembali ke tema utama yang menjadi fondasi blog saya ini. Tema utama tersebut berdasar pada 3 hal berikut:

  1. Kecintaan kepada kota kelahiran saya, Sukabumi
  2. Kecintaan kepada musik jazz
  3. Ketertarikan mengunjungi tempat-tempat baru

Akhirnya saya memutuskan ukuran sederhana yang dapat dijadikan tolok ukur kebanggaan saya sebagai blogger, yaitu terjadinya momen istimewa saat bertemu dan berbincang sejenak dengan tokoh-tokoh yang berhubungan tema-tema diatas.

Tokoh-tokoh ini beragam, mulai dari pejabat pemerintah, musisi dan penyanyi jazz hingga sahabat blogger.

***

Kecintaan kepada Sukabumi

Banyak artikel yang ditulis berdasarkan kecintaan saya kepada kota tempat saya dilahirkan ini. Tulisan-tulisan tersebut beragam mulai dari tempat-tempat yang sudah lama ada, tempat-tempat baru sampai dengan beraneka kuliner yang dapat ditemukan di Sukabumi.

Salah satu tulisan mengenai tempat legendaris yang telah saya kenal sejak kecil yaitu Alun-alun Sukabumi. Pada satu saat saya merasa kecewa melihat kondisi alun-alun yang semrawut dan tidak terpelihara – saya tuangkan dalam tulisan Taman Kota, Wajah Kota – bertolak belakang dengan kondisinya saat saya masih kecil yang demikian indah, terawat dan tertata baik.

Dua tahun berselang, saya merasa kagum ketika melewati Alun-alun Sukabumi. Betapa tidak, kondisinya telah sangat berubah. Kembali rapi, terawat, tertata baik dan kembali nyaman untuk duduk berlama-lama disana. Kekaguman itu saya sampaikan dalam tulisan Wajah Baru Alun-Alun Sukabumi.

Saya berpikir, siapa tahu tulisan pertama saya mengenai kondisi alun-alun yang semrawut dibaca oleh pejabat-pejabat pemerintah Kota Sukabumi, sebagai masukan untuk perbaikan. Ah, hanya mungkin saja.

Pernah juga saya menuliskan keluhan atas apa yang saya temukan pada satu taman yang belum lama dibangun. Taman yang berukuran kecil itu bernama Taman Aspirasi.

Walaupun saya senang dengan adanya Taman Aspirasi ini, namun melihat kondisinya saat pertama saya mengunjungi sungguh mengecewakan. Rumput-rumput yang tumbuh liar, tanaman-tanaman yang mengering belum lagi lantainya yang penuh sampah berserakan.

Melalui twitter, saya tuliskan kekecewaan tersebut disertai dengan foto kondisinya yang saya temukan. Tak disangka twit tersebut ditanggapi oleh Kang Achmad Fahmi yang saat itu menjabat sebagai Wakil Walikota Sukabumi.

Bersama Kang Achmad Fahmi
Bersama Kang Achmad Fahmi

Keadaan Taman Aspirasi, foto-fotonya dan berbalas twit dengan Kang Fahmi saya abadikan dalam tulisan berjudul Perkenalkan, Taman Aspirasi Kota Sukabumi.

Ketika pada satu acara di bulan Agustus 2017 saya bertemu dengan Kang Fahmi – saat ini beliau menjabat sebagai Walikota Sukabumi untuk periode 2018-2023 – dan saya memperkenalkan diri, betapa senang dan bangganya ketika beliau mengatakan bahwa beliau telah lama mengenal saya melalui tulisan-tulisan saya di blog.

Kecintaan kepada Musik Jazz

Kecintaan kepada musik jazz bermula sejak saya duduk di bangku SMP, terus berlanjut hingga saat ini. Belakangan, selain menyimaknya saya ingin berbuat lebih dengan jazz. Melalui blog ini saya mewujudkan keinginan tersebut dengan menulis tentang jazz, mulai dari ulasan terhadap album-album jazz sampai dengan tulisan tentang festival-festival jazz yang mulai rajin saya hadiri sejak tahun 2014.

Berjumpa dan berbincang sejenak dengan musisi dan penyanyi jazz menjadi momen istimewa. Bagi saya, mereka adalah tokoh-tokoh jazz yang penuh dedikasi dan mempunyai andil dan pengaruh pada perkembangan musik jazz di tanah air.

Berjumpa dengan Idang Rasjidi

Saya pertama kali menghadiri festval jazz di kota Bogor, Bogor Jazz Reunion, pada tahun 2014. Saya menghadiri festival ini atas undangan dengan 2 lembar karcis masuk gratis, karena sebelumnya saya berpartisipasi dalam lomba menulis dengan mengirimkan tulisan Menanti Bogor Jazz Reunion 2014.

Bersama Idang Rasjidi
Bersama Idang Rasjidi

Saya datang awal dan memasuki area festival saat berlangsung sound check. Di sela-sela aktivitas sound check, saya sempat berbincang dengan Idang Rasjidi yang dengan ramah menerima saya.

Sungguh momen yang istimewa mengingat saya dapat berbincang dengan seorang maestro jazz dan pianis jazz senior yang saya kagumi dan juga bertindak sebagai Chairman Bogor Jazz Reunion.

Berjumpa dengan Syaharani

Saya mengenal penyanyi jazz Syaharani sejak tahun 1999 melalui album pertamanya yang berjudul “Love”. Album ini membuat saya jatuh cinta kepada vokal dan gaya bernyanyi jazz Syaharani. Sejak saat itu Syaharani menjadi salah satu penyanyi jazz favorit saya.

Ngopi pagi bersama Syaharani

Saya harus menanti selama 15 tahun untuk berjumpa dengan Syaharani, sejak menyimak album pertamanya di tahun 1999. Perjumpaan terjadi di pagi hari saat Syaharani menjelang sound check dan persiapan sebagai penampil utama pada pergelaran Ngayogjazz tahun 2014.

Ngopi pagi bersama Syaharani sambil berbincang mengenai album-album yang pernah dan akan dirilisnya, sungguh merupakan momen yang tak terlupakan.

Berjumpa dengan Amelia Ong

Pertama kali menyimak penampilan penyanyi jazz Amelia Ong di festival jazz Bogor Jazz Reunion 2014. Tampil malam hari dengan tata cahaya panggung yang indah, begitu pas dengan lagu-lagu jazz standar yang Amelia bawakan.

Bersama Amelia Ong

Di penghujung tahun 2015, Amelia merilis album pertamanya. Album ini berisi 7 lagu dengan 6 lagu karya Amelia sendiri. Menyimak lagu demi lagu pada albumnya, timbul keinginan untuk mengulasnya.

Karena saya merasa kekurangan bahan untuk melengkapi tulisan, saya menghubungi Amelia melalui e-mail. Penjelasan Amelia melalui e-mail menjadi bahan berharga yang saya rangkum dalam tulisan berjudul  Amelia Ong: Album Jazz Penuh Cinta.

Akhirnya saya dapat berjumpa dan berbincang sejenak dengan Amelia usai penampilannya pada pergelaran jazz Tangsel Jazz Festival 2017.

Berjumpa dengan Beben Jazz

Beben Jazz, saya sapa sebagai Kang Beben, adalah gitaris jazz yang sudah malang melintang di dunia jazz tanah air, bahkan lagu jazz ciptaannya berjudul Satu yang Pasti tercatat sebagai pemenang untuk kategori Lagu Jazz Vokal Terbaik pada AMI Award 2008.

Namun yang saya kagumi dari Kang Beben bukan semata karena ia musisi jazz, tapi juga karena perjuangannya yang terus menerus dalam memperkenalkan jazz kepada masyarakat dan upaya menempatkan jazz dalam perkembangan musik tanah air yang masih dianggap minoritas. Upaya ini diwujudkan melalui wadah yang dibentuknya pada tahun 2004 yaitu Komunitas Jazz Kemayoran.

Saya, Dik Doank dan Beben Jazz

Perjumpaan saya dengan Kang Beben terjadi pada pergelaran Jazz Goes to Kampunk yang berlangsung pada Minggu, 4 Februari 2018, di Kampunk Jurank Doank.

Ngobrol santai dengan Kang Beben, sambil menyimak penampilan band-band jazz yang merupakan anak-anak didik Kang Beben, sungguh mengasyikan.

Saat ngobrol, Kang Beben memperkenalkan saya dengan Dik Doank. Saya baru tahu kalau ternyata Dik Doank itu adalah adik kandungnya Kang Beben.

Ketertarikan Mengunjungi Tempat Baru

Dari sekian sahabat blogger yang pernah saya jumpai, 2 sahabat blogger berikut perjumpaannya berhubungan dengan kecintaan saya kepada jazz yaitu saat saya hendak menghadiri festival jazz yang berlangsung di daerah sekitar mereka tinggal.

Berjumpa dengan Mas Azzet

Saya menghubungi Mas Azzet (bernama lengkap Akhmad Muhaimin Azzet) melalui e-mail, ketika saya kebingungan menemukan lokasi festival jazz Ngayogjazz 2014 yang berlangsung di desa wisata Brayut. Mas Azzet ini seorang penulis produktif yang telah menerbitkan beberapa buku, seorang ustadz dan blogger. Saya lebih mengenalnya sebagai blogger dan sering berbalas komentar melalui blog.

Melalui e-mail Mas Azzet menjelaskan rute angkutan umum dari terminal Giwangan ke Brayut. Namun yang menjadi kejutan ternyata Mas Azzet menunggu kedatangan saya di terminal Giwangan.

Bersama Mas Azzet

Mas Azzet membonceng saya sampai Brayut. Di Brayut ia membantu saya menghubungi tokoh masyarakat disana untuk mendapatkan informasi tentang kemungkinan menginap di rumah penduduk setempat. Bagaimanapun saya butuh tempat menginap, karena saya tiba pada hari Jumat sedangkan pergelaran Ngayogjazz berlangsung pada hari Sabtu.

Akhirnya saya menginap 2 malam di Brayut, merasakan tinggal disana dengan udara yang sejuk dan penduduk setempat yang ramah. Kenangan ini saya tuangkan pada tulisan Blog, Jazz dan Persahabatan.

Berjumpa dengan Mbak Uniek

Perjumpaan saya dengan Mbak Uniek (bernama lengkap Uniek Kaswarganti, blogger Semarang) bermula saat timbul keinginan untuk mengunjungi tempat-tempat tujuan wisata terkenal yang berada di Semarang.

Tujuan utama saya ke Semarang untuk menghadiri festival jazz Loenpia Jazz yang digelar pada hari Minggu, sedangkan saya  sampai di Semarang pada Sabtu pagi, berarti saya punya 1 hari kosong untuk mengunjungi tempat-tempat wisata. Namun, bagaimana hal ini bisa dilakukan sementara saya sama sekali buta tentang Semarang?

Saya, Mas Wawan dan Mbak Uniek

Melalui kontak dengan Mbak Uniek, setelah saya mengutarakan keinginan untuk berkeliling Semarang, ia merekomendasikan temannya, Mas Wawan, yang bersedia menemani.

Sabtu pagi hingga siang saya mengunjungi tempat-tempat eksotis di Semarang mulai dari Kota Lama dan berakhir di Lawang Sewu. Sore hari saya bertemu dan berbincang dengan Mbak Uniek dan Mas Wawan dalam suasana yang penuh keakraban.

Tanpa bantuan Mbak Uniek, rasanya sulit mengunjungi tempat-tempat wisata tersebut dalam waktu yang singkat. Kenangan ini saya abadikan dalam tulisan Semarang, Salam Jumpa Pertama.

***

Bagi saya pertemuan dengan tokoh-tokoh diatas, yang diawali sebelumnya melalui tulisan-tulisan di blog, merupakan momen istimewa yang membuat saya bangga menjadi blogger pada era digital.

Kebanggaan ini menjadi pemacu untuk tetap menulis dan berbagi hal positif melalui blog. Disamping itu, saya berniat meningkatkan jumlah tulisan yang dimuat menjadi  2 tulisan per minggu, 1 tulisan di akhir pekan dan 1 tulisan di pertengahan minggu. Itulah resolusi ngeblog saya di tahun 2019 yang semoga bisa konsisten saya jalankan.

Sukabumi, 16 Januari 2018

 

Iklan

28 comments

  1. Waaaa kereeennn Kang!
    Yuk lah, kapan2 main ke Surabaya 😀 Ntar jalan2 naik bus yg bayar tiketnya pakai sampah plastik 😀

    Kalo aku ke Sukabumi, semoga kita bisa meet up yaaaakk

    • Hatur nuhun Mbak.

      Iya nih saya belum sampai ke Surabaya, padahal disana ada Jazz Traffic Festival yang diselenggarakan rutin tahunan.
      Kalau ke Sukabumi, info ya Mbak biar kita bisa jumpa.

      Salam dari saya di Sukabumi.

  2. keren euy, karena blog jadi kenal kang bambang yang juara banget … makin banyak info sukabumi dan jazz yang diketahui dari blog ini

  3. Subhanallah, perjalanan panjang Menjadi seorang blogger yang sangat mengesankan. Saya pun bangga jadi seorang blogger. Melalui blog juga ahirnya setelah lebih dari 10 tahun bisa berkomunikasi lg dgn Pak Bambang meski hanya melalui blog

    • Halo Kang, apa kabar?
      Iya benar kalau diingat-ingat, kita sudah berpisah dari saat kerja di tempat sama lebih dari 10 tahun. Cepat banget ya waktu berlalu.

      Terima kasih komentarnya, Kang.

      Salam,

  4. Hebring pisang, Kang. Saya kenal blog ini sejak masih di Bogor dan sampai sekarang masih eksis nulis, salut! Asyiknya jadi bloger jadi bisa ketemu banyak artis terkenal kayak musisi jazz ya Kang. Keren lagi bisa ditanggapi dan ketemuan ma Pak Walikota, bagus banget responsnya ya. Bloger ternyata bisa memberikan kontribusi positif.
    Saya juga masih berjuang biar bisa nulis konsisten seminggu 2x. Semoga bisa. Salam persohiblogan!

    • Hatur nuhun, Mas.

      Iya Mas, berusaha nulis lagi setelah 8 bulan blog ini mati…
      Betul juga Mas, dgn memperkenalkan diri sebagai blogger, musisi-musisi jazz welcome pas ketemu. Apalagi kalau sebelumnya sudah pernah menulis tentang mereka. Termasuk juga ketika jumpa dgn Pak Walikota.

      Tentang nulis 2x seminggu, saya coba canangkan saja. Dulu kekuatan saya hanya 1x nulis per minggu.

      Terima kasih kunjungan dan komentarnya, Mas.

      Salam dari saya di Sukabumi.

  5. Ngeblog ini memang banyak manfaatnya ya….
    Kalau saya dibilang bangga…ya, saya ga tahu apakah bangga. Tapi bersyukur kenal namanya ngeblog karena bisa release emosi, menuangkan opini di ruang sendiri (drpd di halaman FB), mendapatkan teman dan saudara, mendapatkan wawasan, pengetahuan dan informasi, mendapatkan partner bisnis dan banyak lagi…..
    Nah, malah belakangan semenjak bilang saya udah ga mau ikutan aktif di even malah banyak diajak kumpul.

    • Betul Mbak banyak manfaat dari ngeblog. Awalnya saya juga seperti nulis diary, daripada nulis di Notes FB saya pikir mending bikin “rumah” sendiri, itulah saya pilih blog.
      Belajar dari kisah Mbak tentang blog, ini jadi memberi semacam semangat untuk tetap nulis dan berbagi di blog.

      Terima kasih komentarnya Mbak.

      Salam.

    • Saya juga merasakan hal yang sama melalui blog yang gak pernah saya bayangkan di saat awal memulai ngeblog.

      Pertemanan yang terjalin dan membaca kisah-kisah dan pengalaman mereka yang inspiratif, luar biasa.

      Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya Mas.

      Salam.

      • Om ini menginspirasi banget, lho…konsisten nulis di blog.
        Saya sempat males buka blog nulis di jurnal saja tapi gara2 jurnalnya ga ketahuan kemana balik lagi ke blog, hehehe

        • Saya mengalami juga males ngeblog, Mbak. Sekitar 8 bulan saya gak nulis di blog, baru bulan Desember kemarin saya berusaha nuli lagi di blog. Moga kali ini bisa konsisten nulis dan berbagi di blog.

          Salam,

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s