Pagi ini Sukabumi cerah sekali. Dibarengi dengan udara sejuk dan angin semilir yang lembut, suasana yang pas banget bagi saya melakukan aktivitas rutin setiap pagi, jalan kaki.

Berjalan kaki dari rumah sekitar 50 menitan, saya sampai di Alun-alun Sukabumi. Ada beberapa bangku permanen di sisi area pertengahan alun-alun, ini cocok banget untuk duduk-duduk sejenak, menghirup nafas panjang-panjang dan menikmati amunisi jalan kaki yang selalu saya bawa.

Di pertengahan Alun-alun Sukabumi, ada bangku-bangku permanen

Amunisi jalan kaki?

Ya, saat melakukan kegiatan jalan kaki saya selalu membawa air putih dan kopi hitam. Itu yang saya maksud dengan amunisi jalan kaki.

Ngomong-ngomong tentang jalan kaki, berapa langkah yang diperlukan tiap hari untuk menjaga kebugaran badan ya?

Nah, daripada repot-repot menyimpulkan dari beberapa kajian yang saya baca, mendingan saya langsung saja melakukannya rutin setiap pagi.

Setiap pagi saya jalan kaki rata-rata selama 1 jam. Semalas-malasnya setengah jam. Hari Sabtu atau Minggu biasa menambah jumlah jam hingga 2 jam.

Saya pernah menghitung jumlah langkah dan jarak yang ditempuh menggunakan aplikasi Pedometer di handphone. Kesimpulan dari beberapa kali mengukur dengan aplikasi tersebut, dalam setengah jam ditempuh jarak kisaran 2 km, jumlah langkah antara 2.300 – 2.500 langkah.

Saya tidak terlalu yakin dengan keakuratan hitungan aplikasi pedometer tersebut, tapi cukup sebagai acuan saja.

Bangku permanen di Alun-alun Sukabumi – “Bahkan kucing-pun butuh berjemur…”

Ah, keasyikan ngetik sampai telat nyruput kopi hitam.

Dan diseberang sana saya melihat kakek dan nenek bercengkrama di bangku alun-alun. Melihat pemandangan itu seakan saya melihat diri saya dalam cermin.

Kakek dan nenek sedang asyik bercengkrama

Ya, saya beranjak tua seperti kakek dan nenek itu. Juga anda, kita semua.

Alun-alun Sukabumi, 5 Januari 2019

Posted from WordPress for Android

Iklan