Sisi Hidupku

my mobile diary…

Ngeblog 2019: Kembali ke Konsep Awal

Tahun baru, harusnya identik dengan sesuatu yang baru. Harapan baru, semangat baru, terobosan baru dan baru-baru lainnya yang dijadikan embel-embel.

Bagaimana kalau masih berkutat dengan hal-hal yang sama? Ya, baiknya lakukan pendekatan baru atau cara-cara baru dalam menggeluti hal-hal tersebut.

Demikian juga apa yang saya rasakan dengan ngeblog. Saya menyimpulkan mesti ada pendekatan baru atau cara-cara baru bagaimana saya ngeblog, sebagai konsekuensi dari pilihan bahwa saya akan tetap ngeblog di tahun ini.

***

Awal Ngeblog

Pada saat awal ngeblog, entah kenapa saya menambahkan kalimat “my mobile diary” pada nama blog ini. Mungkin hanya sekadar mengenang kebiasaan lama saat sekolah dulu yang suka menulis catatan singkat harian di buku kecil. Kegiatan menulis di buku kecil memang berlanjut juga ke masa saya bekerja, tapi jauh sekali berbeda apa yang ditulis di buku kecil itu.

Kalaupun kemudian saya menemukan blog sebagai media untuk menulis, namun saya berkeinginan menjadikan blog semacam tempat menulis harian, atau diary, dengan media yang tidak lagi berbentuk buku. Tapi dengan mengingat keterbatasan di blog yang tidak sebebas menulis di buku diary, karena blog yang saya buat di-setting terbuka untuk publik.

Saat awal membuat blog saya menyewa komputer dan akses internet di warung internet alias warnet. Saat itu tersedia banyak warnet di berbagai tempat mengingat komputer – terutama akses internet – masih langka dimiliki oleh keluarga.

Apakah setiap kali posting di blog saya ke warnet? Tentu saja tidak. Saya posting blog melalui email via handphone. Menulis email saya anggap menulis di buku diary, karena bisa dilakukan dimana saja kapan saya ada ide untuk menulis. Selesai menulis langsung email dikirim, jadilah posting di blog.

Perlu diketahui, kemampuan handphone saat itu sudah bisa akses internet dengan GPRS, sehingga kegiatan mengirim dan menerima email mulai menjadi hal yang umum dilakukan

Ketika masyarakat demam handphone Blackberry, saya ikut-ikutan. Dengan Blackberry selalu menemani, saya kadang menulis blog melalui aplikasi WordPress for Blackberry.

Karena Blackberry menggunakan keypad fisik, aktivitas mengetik yang lama dan panjang berakibat kurang baik pada jempol. Bahkan sampai suatu waktu kedua jempol saya mati rasa.

Setelah koneksi internet mudah dan dengan harga terjangkau, saya mulai ngeblog melalui laptop. Karena nyaman, lama-lama keenakan dan makin manja hingga akhirnya tidak lagi mau repot mengetik di handphone. Ini membuat kegiatan ngeblog via handphone sama sekali ditinggalkan.

Kehilangan Makna “Mobile Diary”

Saya merasakan dengan ngeblog via laptop kalimat “mobile diary” mulai kehilangan maknanya. Karena diary sebenarnya bisa ditulis dimana saja, dibaca kapan saja, melalui media yang ringkas dan selalu dibawa-bawa. Sedangkan ngeblog di laptop harus selalu berhadapan dengan laptop. Ini menjadikan kegiatan ngeblog terikat pada satu tempat.

Pagi mendung, jelang stasiun kereta api Cisaat

Kembali ke Konsep “Mobile Diary”

Karena saya ingin kembali ke konsep awal ngeblog, yaitu menjadikan blog sebagai “mobile diary”, akhirnya saya utak-atik kembali aplikasi WordPress for Android (WPA). Dulu pernah mencoba aplikasi ini, tapi terasa masih banyak kekurangan dibanding ngeblog via laptop, membuat saya malas menggunakannya.

Ternyata kini WPA sudah cukup nyaman untuk digunakan dan rasanya pas untuk ngeblog kapanpun dan dimanapun, seperti layaknya menulis diary. Inilah yang saya maksud “ngeblog kembali ke konsep awal”.

Apakah saya akan meninggalkan ngeblog via laptop? Sama sekali tidak. Ngeblog via laptop tetap akan dilakukan khususnya untuk tulisan-tulisan panjang.

Untuk tulisan-tulisan dari ide-ide spontan, dalam perjalanan, maupun memotret keseharian yang ditemukan, akan saya tulis melalui handphone. Blogging on the go, istilah itu mungkin tepat untuk model ngeblog seperti ini.

Kembali ke konsep awal ngeblog dengan menjadikan blog sebagai mobile diary, itu yang akan saya lakukan pada blog ini.

***

Tulisan ini di posting ke blog melalui aplikasi WPA saat saya rehat sejenak di Alun-alun Cisaat, setelah menempuh perjalanan dengan berjalan kaki dari rumah melalui jalan raya kemudian menyusuri jalan kereta api. Jalan kaki pagi kini menjadi kegiatan rutin yang saya lakukan.

Setengah draft tulisan telah disusun secara off-line tadi malam, pagi ini menuntaskannya terlebih dahulu sebelum di-upload ke blog. Saya melakukannya sambil duduk di bangku alun-alun dan menikmati kopi hitam yang selalu saya bawa menemani jalan kaki pagi, selain air putih.

Amunisi jalan kaki pagi: Air putih dalam tumbler dan kopi hitam dalam botol – Alun-alun Cisaat

Sebagai catatan, menurut saya WPA tidak stand-alone tapi tetap memerlukan aplikasi pendukung seperti aplikasi untuk menulis draft off-line dan aplikasi untuk edit foto dan me-resize ukurannya sebelum di upload ke blog.

Terakhir, buat pembaca blog ini, atau siapapun yang kebetulan mampir di blog ini, saya ucapkan Selamat Tahun Baru 2019. Semoga tahun ini membawa kebaikan kepada kehidupan kita pada umumnya.

Selamat berjuang di dalam bidang masing-masing. Tetap Semangat. Sukses selalu.

Alun-alun Cisaat, Sukabumi, 3 Januari 2019

Posted from WordPress for Android

Iklan

14 comments on “Ngeblog 2019: Kembali ke Konsep Awal

  1. Justisia Nita
    3 Jan 2019

    Mayoritas blog postku pakai wordpress for Android pak.. Hehe, dulu aku mengistilahkannya dengan moblogging.. Skrg jg tetep banyakan pakai hp, tapi ditambah Bluetooth keyboard

    • Titik Asa
      3 Jan 2019

      Wah saya baru tahu kalo mbak pengguna WordPress for Android. Saya baru mencoba dan posting kali ini.
      Moblogging…keren juga istilahnya mbak.

      Terima kasih kunjungan dan komentarnya.

      Salam,

  2. ysalma
    3 Jan 2019

    Keren, Kang.
    Saya harus benar-benar dilatih jarinya jika ngetik di layar hp. Ribet benerin typo, dipencet huruf ini, nongolnya huruf yg sebelahnya. Makanya malas ngeblognya juga kumat.

    Ikutan ke semangat awal ngeblog juga ahhh.

    • Titik Asa
      3 Jan 2019

      Dulu merasakan hal yang sama ketika pindah dari keypad fisik ke keypad sentuh. Typo melulu juga mbak.

      Hayu mbak sama-sama ke semangat awal ngeblog.

      Terima kasih kunjungan dan komentarnya mbak.

      Salam,

  3. Valentina
    4 Jan 2019

    I don’t use the cellelular phone to write blogs, the keyboard is too small and annoying for a long writing.
    I sit in front of my computer and write away comfortably. The important thing is to write and keep doing it.

    • Titik Asa
      4 Jan 2019

      Yes, I agree with you that the important thing is to write and keep doing it.

      Thanks for your comment.

      Best regards,

  4. @nurulrahma
    4 Jan 2019

    Asik asiiikkk!!

    Postingan ini men-trigger semangatku untuk sharing happily via blog.
    Terima kasih banyaaaaaaak

    😀

    • Titik Asa
      5 Jan 2019

      Terima kasih kembali, Mbak.

      Saya juga ingin mengembalikan semangat saya untuk nulis di blog, mengingat blog ini hiatus selama 8 bulan sejak Mei 2018.

      Terima kasih kunjungan dan komentarnya, Mbak.

      Salam,

  5. chandra putri
    6 Jan 2019

    Wah baru saja menggunakan aplikasi wordpress berbasis smartphone, ternyata memang tidak seleluasa di PC ya, contohnya seperti ngasih kategori, tags, ternyata gabisa kah?

    • Titik Asa
      6 Jan 2019

      Memang Mbak kalau bicara kenyamanan jauh kemana-mana di banding ngeblog di pc. Tapi cukuplah untuk ngeblog diperjalanan mah.
      Oh iya wordpress for android versi terbaru sudah bisa kasih kategori, tag dan feature image. Sudah lengkaplah untuk basic ngeblog.

      Salam.

  6. adi pradana
    9 Jan 2019

    Selamat tahun baru juga pak. Happy blogging!

    • Titik Asa
      9 Jan 2019

      Semoga sukses selalu di tahun ini, Mas.
      Ya benar, mari selalu ber-happy blogging.

      Salam,

  7. Pendar Bintang
    23 Jan 2019

    Saya sempat melakukannya, ini.
    Menginstall aplikasi wordpress di HP pas anak masih baby karena intensitas buka laptop jarang dan emang belum bisa. Jadi, sambil tiduran gitu ngetik. Sebenarnya lebih mudah dan praktis cuma, ya gitu buat diary atau kegaitan sehari-hari ok. Jadi, ada beberapa postingan di bawahnya ada tulisan “publish from WP mobile android” kalau ga salah, hehehe

    • Titik Asa
      24 Jan 2019

      Ternyata Mbak sudah memakai aplikasi ini, ah saya ketinggalan nih…
      Betul Mbak, memakai aplikasi ini kegiatan ngeblog menjadi mudah dan praktis. Memang cocok untuk nulis yang pendek-pendek semacam diari. Jadi bisa ngeblog dimana saja, tidak tergantung laptop.
      Eh iya, saya lupa mencantumkan tulisan ngeblog via WP android dibawah postingan yg memakai aplikasi ketika upload-nya.

      Terima kasih telah berbagi, Mbak.

      Salam.

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 3 Jan 2019 by in Ayo Jalan Kaki, My Sukabumi and tagged , , .

Arsip

Kategori Tulisan

%d blogger menyukai ini: