Mengenang Yon Koeswoyo

Kabar duka menyeruak di awal tahun. Jumat pagi, 5 Januari 2018, musisi legendaris Indonesia Yon Koeswoyo menghembuskan nafasnya yang terakhir. Yon Koeswoyo meninggal dunia pada usia 77 tahun.

Mengenang Yon Koeswoyo mau tidak mau harus bersinggungan dengan grup band Koes Bersaudara dan Koes Plus dimana Yon bergabung. Namun saya pribadi lebih mengenal Yon dan lagu-lagu yang dibawakannya bersama Koes Plus.

Bagi saya sebagai generasi yang terlahir di 60-an, lagu-lagu Koes Plus merupakan bagian keseharian saya di era 70-an. Boleh dibilang tiada hari tanpa lagu Koes Plus terngiang lewat siaran radio swasta yang saya simak melalui radio transistor yang keluarga saya miliki, maupun yang saya dengar dari rumah tetangga yang biasa memutar lagu-lagu Koes Plus dengan volume cukup keras yang berasal dari dua speaker yang berukuran cukup besar.

saya mengenal Koes Plus lewat radio dan buku tulis

Selain lewat lagu-lagunya, saya mengenal Koes Plus melalui buku tulis yang biasa digunakan sebagai buku catatan pelajaran. Saya masih ingat, waktu saya bersekolah di Sekolah Dasar, ada buku tulis yang jilidnya bergambar band Koes Plus. Dibagian belakang jilidnya, terdapat beberapa lagu Koes Plus lengkap tertulis dengan liriknya. Ah, rasanya senang sekali bila memiliki buku tulis dengan gambar dan lirik Koes Plus yang belum dimiliki oleh teman-teman sekelas.

Sayang sekali saya tidak menyimpan buku tulis bergambar Koes Plus, tapi saya menemukan fotonya di blog alm. Denny Sakrie pada posting berjudul Buku Tulis Bergambar Koes Plus di Era 70-an pada tautan ini.

Ini buku tulis bergambar Koes Plus yang saya maksud…

Buku tulis bergambar band Koes Plus (sumber: dennysakrie63.wordpress.com)

Tentang Koes Plus

Koes Plus dibentuk pada tahun 1969 sebagai perubahan formasi dari band Koes Bersaudara yang beranggotakan kakak-beradik keluarga Koeswoyo. Koes Plus terdiri dari 3 bersaudara Koeswoyo ditambah seorang pemain drum yang bukan berasal dari keluarga Koeswoyo.

Koes Plus adalah Tonny Koeswoyo pada lead guitar, keyboard dan vokal; Yon Koeswoyo pada rhythm guitar dan vokal; Yok Koeswoyo bermain pada bass guitar dan vokal dan Murry yang bermain pada drum dan vokal. Walaupun seluruh personil mempunyai kemampuan olah vokal, namun Yon lebih berperan dalam urusan bernyanyi sehingga lagu-lagu Koes Plus dominan dibawakan oleh Yon.

Koes Plus, dari kiri: Tonny, Yon, Yok dan Murry (sumber: tirto.id)

Sungguh luar biasa jumlah lagu yang telah mereka ciptakan dan dirilis lewat album-albumnya. Tercatat sejak tahun 1960 mereka telah menciptakan 953 lagu yang tersimpan dalam 89 album. Keseluruhan lagu dan album itu terbagi kedalam dua periode yaitu periode Koes Bersaudara sebanyak 203 lagu yang terangkum dalam 17 album dan periode Koes Plus sebanyak 750 lagu yang terangkum dalam 72 album. Entah grup band mana yang menandingi angka yang fantastis ini. Mungkin tidak ada.

Cover album Koes Plus Volume 7 – 1973 (sumber: id.wikipedia.org)

Dengan karyanya pada bidang musik pop yang luar biasa itu, layaklah bila Koes Plus dan Koes Bersaudara dianggap sebagai pelopor musik pop di Indonesia, sehingga hampir tidak mungkin membicarakan perkembangan musik pop tanah air tanpa menyebut namanya.

Namun sangat ironis, kegemilangan Koes Plus dalam berkarya pada masa jayanya harus berakhir dengan nasib tragis di masa tua mereka. Hal ini dikarenakan mereka tidak mendapatkan uang dari hasil penjualan album yang berisi lagu-lagu lama mereka. Koes Plus hanya dibayar sekali untuk setiap album yang dirilis. Tidak ada royalti maupun tambahan fee untuk setiap format album yang terjual.

Suatu ketika Yon pernah menyatakan bahwa Koes Plus hanya punya nama besar, tetapi tidak punya apa-apa. Ucapan Yon ini bukan isapan jempol belaka mengingat keadaan dirinya yang pada masa tuanya harus menjalani usaha berjualan batu akik untuk menghidupi keluarganya. Walau demikian, Yon tidak merasakan hal ini sebagai beban. Ia tetap bersyukur lagu-lagunya masih tetap dicintai masyarakat.

Penampilan Yon Koeswoyo dan Koes Plus Reunion di Kampoeng Jazz 2016

Berpuluh tahun saya mengenal dan mengagumi lagu-lagu Koes Plus, baru pertama kali – dan ternyata ini yang terakhir pula – saya menyimak langsung penampilan Yon Koeswoyo bersama Koes Plus Reunion pada festival jazz Kampoeng Jazz 2016 yang berlangsung pada tanggal 30 April 2016 di Kampus Unpad, Bandung.

Dengan menambahkan kata “Reunion” dibelakang “Koes Plus” menggambarkan kalau band ini menghidupkan kembali lagu-lagu lawas Koes Plus dengan Yon Koeswoyo sebagai leader bersama 3 musisi muda pendampingnya.

Yon Koeswoyo dan Koes Plus Reunion di panggung Kampoeng Jazz 2016

Pada penampilan yang mendapat sambutan sangat meriah dari penonton, dengan mengagumkan Yon membawakan 12 lagu secara maraton yang hanya diselingi kalimat pendek diantara setiap beberapa lagu yang dinyanyikannya.

Mengalunlah lagu-lagu lawas Koes Plus mulai dari Pelangi, Why Do You Love Me hingga ditutup lagu terakhir berjudul Kapan-kapan. Melihat Yon demikian energik bernyanyi dan menghibur mungkin saja sebagian penonton tidak menyadari kalau usia Yon saat itu sudah lebih dari 75 tahun.

Yon Koeswoyo – Kampoeng Jazz 2016

Dari sekian banyak lagu-lagu Koes Plus yang dibawakan Yon malam itu, saya sungguh terpesona saat lagu berjudul Why Do You Love Me dinyanyikan.

Sejak puluhan tahun lalu saya sudah jatuh cinta pada lagu Why Do You Love Me ini. Saya kira kekuatan lagu ini terletak pada liriknya yang sederhana namun romantis, beat-nya yang tenang dan ketukan piano disepanjang lagu yang kesemuanya itu berpadu dengan demikian harmonis pada lagu ini.

Sila simak Why Do You Love Me untuk membuktikan apa yang saya tulis diatas.

Selama menyimak penampilan Koes Plus Reunion di panggung, ada yang membuat saya heran dan terkesima. Penonton mengikuti lirik demi lirik dari setiap lagu yang dinyanyikan oleh Yon, padahal mayoritas penonton adalah kawula muda generasi 90-an. Suasana ini membuat saya kagum kepada Koes Plus yang lagu-lagunya masih dikenal dan dicintai walau sudah melintasi generasinya dan salut atas apresiasi musik generasi 90-an yang tetap mengenal karya musik generasi sebelumnya.

kapan-kapan kita berjumpa lagi,
kapan-kapan kita bersama lagi,
mungkin lusa,
atau di lain hari…

Masih terngiang lagu Kapan-kapan yang terakhir Yon bawakan. Saat itu saya tak menyadari kalau penampilan Yon malam itu adalah perjumpaan saya yang pertama dan terakhir dengannya.

Selamat jalan Yon…

Sukabumi, 9 Januari 2018

Catatan :

  • Ringkasan tentang Koes Plus bersumber dari artikel berjudul Koes Plus pada laman wikipedia, disini.
  • Artikel ini dimuat di viva pada tautan ini.
Iklan

12 respons untuk ‘Mengenang Yon Koeswoyo

    1. Mungkin karena lagu-lagunya ringan, pendek liriknya dan mudah dihapal membuat lagu-lagu mereka diterima oleh masyarakat luas.
      Mbak rupanya penyuka lagu-lagu Koes Plus juga…

      Salam,

  1. saya tau nya … lagu Andaikan Kau Datang kembali aja karena sempet dinyanyiin ulang sama mbak Margareth Siagian 🙂 pertama cover sih mbak ruth sahanaya sih 😀 …

    .
    .
    Salam

  2. Saya teracuni lagu-lagu Koes Plus dari kecil sering dengerin kaset yang diputar kakak-kakak saya sama Ibu. Saking sederhananya liriknya, waktu kecil bisa mendendangkan beberapa lagu Koes Plus tanpa tahu artinya ya seperti Kapan-Kapan sama Why Do You Loves Me itu, tahun 2000aan pas kuliah di Jogja, ada salah satu radio swasta yang khusus memutar lagu-lagu Koes Plus makin seneng saya…

    Semoga Almarhum Yon amalnya bisa menjadi jalan damai di sana

    1. Iya betul Mas, salah satu kekuatan lagu-lagu Koes Plus pada kesederhanaan liriknya. Jadi mudah dihafal dan diingat ya.
      Wah, saya baru tahu kalau ada radio swasta di Jogja yg khusus memutar lagu-lagu Koes Plus. Masih ada gak radio nya sekarang Mas?

      Salam,

  3. Ayah saya juga sangat suka lagu2 Koes Plus, tiap manggung pasti lagu andalannya dari koleksi Koes Plus. Dan beliau pun ikut berduka saat mendengar Yon Koeswoyo meninggal…

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s