Apa? Monita Tahalea akan tampil di Sukabumi?

Seakan tak percaya dan luar biasa senang ketika di satu pagi saya melihat board besar yang terpampang di salah satu sudut jalan kota Sukabumi. Dari board tersebut saya mengetahui bahwa rangkaian tour Stage Bus Jazz Tour 2017 akan singgah di Sukabumi pada 6 Oktober 2017. Lebih senang lagi ketika nama Monita Tahalea terpampang disana.

Board Stage Bus Jazz Tour di salah satu sudut kota Sukabumi

Rasanya ini baru yang pertama kali kota tempat saya tinggal ini disinggahi sajian jazz yang unik ini. Unik karena penampilannya digelar melalui panggung yang terdapat dalam bus, karenanya pergelarannya disebut Stage Bus Jazz.

Ah, akhirnya dapat juga saya menyimak pergelaran jazz di kota sendiri setelah saya sering menikmatinya pada berbagai panggung jazz di kota-kota lain.

***

Saya mengenal Monita Tahalea, penyanyi jazz muda usia, sejak debut albumnya yang dirilis pada tahun 2010. Debut albumnya tersebut berjudul Dream, Hope and Faith dengan Indra Lesmana sebagai penata musiknya. Album yang menampilkan delapan lagu ini juga menyertakan dua lagu jazz standar berjudul Over The Rainbow dan God Bless the Child.

Cover album Dream, Hope & Faith (2010) dan Dandelion (2016) Sumber: demajors.com

Lama berselang, baru pada awal tahun 2016 Monita Tahalea kembali merilis album. Album kedua ini diberi judul Dandelion dengan penataan musiknya ditangani oleh gitaris muda Gerald Situmorang.

Sembilan lagu disajikan dalam album kedua ini namun berbeda dengan album sebelumnya, pada album ini tidak disisipkan lagu-lagu jazz standar. Perbedaan lainnya – menurut penilaian saya pribadi – album kedua ini sentuhan jazz-nya lebih ringan, atau katakanlah cenderung lebih nge-pop, dibanding album pertama.

Pada bulan Agustus tahun 2015 saya berkesempatan menyimak langsung penampilan Monita Tahalea di panggung Tangsel Jazz Festival 2015. Sambutan penonton yang cukup hangat di sore itu menunjukkan nama Monita Tahalea sudah dikenal baik oleh publik pencinta jazz. Terlebih lagi dengan penampilan Monita yang menarik dengan membawakan lagu-lagu dari album pertamanya dan beberapa lagu lainnya dengan dukungan musisi-musisi muda pengiringnya, termasuk pemain saksofon muda berbakat Ricad Hutapea.

Monita Tahalea di Tangsel Jazz Festival 2015 dengan Ricad Hutapea pada saksofon

Menyimak Penampilan Monita Tahalea

Pergelaran Stage Bus Tour berlangsung di halaman mall Sukabumi Indah Plaza, dimulai dari jam 19.00. Sekitar jam 21.30 Monita Tahalea naik ke panggung. Monita terlihat demikian anggun dengan mengenakan gaun panjang berwarna merah.

Penampilan Monita Tahalea, anggun bergaun merah

Monita membuka penampilannya dengan melantunkan lagu dari album pertamanya berjudul Dibatas Mimpi. Saya terkagum dengan penampilannya yang jauh berbeda dengan yang pernah saksikan di Tangsel Jazz Festival 2015 lalu. Bertambahnya waktu, bertambah pula sikap dewasa pada seseorang. Itulah yang saya lihat dari sosok Monita malam ini.

Lagu kedua yang disuguhkan adalah salah satu hits dari album keduanya yang berjudul Hai. Lagu yang berisi sapaan kepada teman ini mengingatkan untuk tetap semangat, penuh harapan dan menghapuskan masa lalu yang kelabu. Saya melihat sambutan penonton yang hadir mulai lebih hidup dan bergairah saat lagu ini mengalun.

Lagu keempat disampaikan dengan agak berbeda. Monita menyampaikan lagu ini tidak dengan berdiri diatas panggung namun dengan duduk di tangga panggung. Lagu yang disampaikan berjudul cukup unik, 168.

Lagu 168 dibawakan dengan duduk di tangga panggung

Lagu 168 bercerita tentang penantian yang teramat lama akan hadirnya sang pujaan hati. Penantian yang lama ini digambarkan dengan angka 168 yang berarti 24 (jam) x 7 (hari), yang bermakna penantian yang lama, terus menerus dan tak pernah putus.

Namun lirik 168 tidak diakhiri dengan happy ending. Begini dituliskan,

Cinta bukan tentang menanti dan menunggu
Tetapi memang telah waktunya tuk bertemu
Walau tak selalu berakhir bersama
Mungkin nanti, sampai nanti, bertemu kembali…

Tidak happy ending-nya lagu 168 ini menurut saya merupakan kekuatan lagu ini, dan membuat saya tak ragu untuk menempatkan lagu ini sebagai lagu ter-romantis dari album Dandelion.

Pada lagu kedelapan, Monita mengajak penonton yang hadir untuk bernyanyi bersama. Tidak sekadar mengajak bernyanyi, bahkan Monita turun dari panggung mendekati penonton. Kata demi kata dari lagu berjudul I’ll be Fine dinyanyikan bersama penonton. Melalui lagu ini Monita berhasil menciptakan komunikasi dua arah dengan penonton dalam suasana yang penuh keakraban.

Turun dari panggung, mengajak penonton bernyanyi bersama pada lagu I’ll be Fine

Delapan lagu telah Monita sampaikan mulai dari Dibatas Mimpi, Hai, Tak Sendiri, 168, Perahu Jingga, Breathe, Bisu hingga I’ll be Fine. Sampai lagu kedelapan, saya belum mendengar satu lagu paling hits dari album keduanya dibawakan. Dan ketika Monita menyampaikan akan menyanyikan lagu terakhir, saya menebak judul lagu itu, dan benar Monita menyanyikan lagu paling hits dari album keduanya berjudul Memulai Kembali. Lagu terakhir ini mendapat aplaus yang sangat meriah dari penonton yang hadir.

Satu jam sudah Monita Tahalea menyuguhkan sajian jazz yang demikian manis dan menawan.

Sejenak mari simak official video lagu Memulai Kembali

***

Satu jam menyimak penampilan Monita Tahalea di Stage Bus Jazz Tour ini benar-benar lebih dari sekadar mendengarkan dengan penuh album Dandelion secara langsung, namun dengan plus memperhatikan bagaimana gaya Monita bernyanyi di panggung, bagaimana vokalnya yang tetap jernih membawakan sembilan lagu dan bagaimana Monita membangun suasana yang akrab dengan penonton yang hadir. Satu kata untuk penampilannya malam ini, mengagumkan!

Terima kasih kepada Monita Tahalea yang telah mengalunkan jazz dengan indah bagi publik pencinta musik di Sukabumi, juga kepada Stage Bus Jazz Tour yang telah singgah di Sukabumi.

Selalu dinanti kehadirannya kembali di Sukabumi.

Sukabumi, 11 Oktober 2017

Iklan