Locafore Jazz Festival 2016

Benar-benar kabar yang menggembirakan ketika saya menerima informasi bahwa Locafore Jazz Festival akan kembali digelar tahun ini. Bagaimana tidak, setiap bulan September selalu saya tandai di kalender saya sebagai bulan untuk menikmati jazz di Kota Baru Parahyangan yang tepatnya berlokasi di Bale Pare tempat berlangsungnya Locafore Jazz Festival.

Tahun 2014 pertama kali saya menghadiri festival jazz di Locafore, seperti saya tuliskan dalam posting berjudul Sejenak di Locafore Jazz Festival. Kesan baik saya atas pergelaran Locafore Jazz Festival tahun 2014 ini membuat saya selalu menanti kabar pelaksanaannya pada tahun berikutnya. Sayangnya festival ini tidak digelar di tahun 2015. Ini yang membuat kerinduan saya kian memuncak pada festival ini sampai akhirnya menerima informasi bahwa di tahun 2016 festival ini kembali akan digelar.

Locafore festival tahun ini digelar selama dua hari yaitu pada hari Sabtu dan Minggu, 3-4 September 2016. Selama dua hari tersebut tidak hanya festival jazz yang digelar, namun juga ada festival untuk produk-produk yang dihasilkan dari brand lokal, Local Label Festival dan festival makanan-makanan lokal, Local Food Festival. Jadi selain pengunjung diajak untuk menyimak jazz, juga dapat berbelanja produk-produk berkualitas karya masyarakat dalam negeri dan menikmati jajanan-jajanan khas kuliner lokal.

Walaupun saya hanya dapat hadir pada hari pertama saja, tapi cukuplah untuk menggambarkan keseluruhan kemeriahan Locafore festival.

***

Suasana…

gerbang-memasuki-locafore-festSaya memasuki area Locafore festival Sabtu siang, sekitar jam 14.30. Disambut gerbang yang bertuliskan Locafore Art, Design & Jazz Festival dan suasana di halaman depan yang boleh dibilang sepi.

Suasana yang terlihat sepi ini mungkin saja karena sebagian pengunjung sedang melihat pameran local label festival yang dipusatkan d gedung besar yang ada disebelah kiri gerbang, atau mungkin sebagian pengunjung sedang menyimak suguhan jazz dari Eddy Syakroni Projects yang tengah berlangsung sejak jam 14.00 di Amphitheater Stage.

Untuk penampilan artis-artis pada Locafore Jazz Festival ini telah disiapkan dua panggung yaitu Amphitheatre Stage dan Green Stage. Walaupun kedua panggung tersebut berada pada ruang terbuka, namun setiap panggung mempunyai suasana dan tata ruang yang berbeda.

Amphitheatre Stage didirikan di lapang terbuka yang memberi kesan panggung ini berada di bawah. Penonton dapat duduk diatas hamparan rumput di depan panggung tersebut atau duduk pada tempat duduk permanen terbuat dari tembok permanen yang disusun seperti titian tangga. Panggung kedua, Green Stage, juga didirikan di lapang terbuka. Namun disini tidak tersedia tempat duduk permanen seperti di Amphitheatre Stage, penonton dipersilakan duduk dengan tertib pada lapangan rumput yang terawat dengan baik.

Memperhatikan lingkup suasana sekitar kedua panggung terbersit pikiran, inilah keunikan yang ditawarkan oleh Locafore bagi pencinta musik jazz. Alam yang asri berbalut kesejukkan udara dijamin akan memberikan nuansa rileks saat menyimak alunan jazz.

Suasana rileks menyimak sajian jazz berubah menjadi berbau romantis saat malam. Udara yang kian sejuk, sorotan lampu warna-warni dari panggung dan penonton yang duduk tertib menjadi bukti akan suasana romantis ini, seperti terlihat pada foto dibawah ini.

Beberapa Penampil…

donny-suhendra-friendsDonny Suhendra yang biasanya tampil bersama band ESQI:EF atau bersama Krakatau kali ini tampil trio membawakan komposisi-komposis karyanya sendiri. Tampil menarik di Green Stage, sore 15.00 – 16.00, bersama pemain bas Adi Dharmawan dan musisi penabuh drum.

Sejauh yang saya simak, komposisi-komposisi yang dimainkan oleh Donny Suhendra Band sore ini cenderung pekat dengan nuansa musik rock. Hal ini diakui sendiri oleh Donny Suhendra yang konon menyukai musik rock karena energi-nya, dan jazz karena improvisasinya.

o0o

the-jongens-quartet-j-radiantoEmpat pemuda yang tergabung dalam grup The Jongens Quartet tampil di Amphitheatre Stage. Quartet yang dibentuk pada Januari 2011 ini terdiri dari empat musisi jazz yang tiga diantaranya (Dhani Syah – piano, Johanes Radianto – gitar dan Elfa Zulham – drums) bertemu dan belajar bersama di salah satu Konservatori musik di Belanda. Jongen sendiri berarti “pemuda” dalam bahasa Belanda. Sedangkan pemegang contrabass dipercayakan kepada Doni Sundjoyo.

Saya pribadi mengenal The Jongens Quartet melalui dua cd albumnya yang saya miliki. Yang pertama, cd album yang dirilis pada tahun 2013 bertajuk Self Titled. Yang kedua, cd album bertajuk Industri yang dirilis pada tahun 2015. Mereka bermain jazz dalam format akustik dan lebih cenderung untuk bermain jazz yang bergaya mainstream.

Penampilan mereka sore ini menyampaikan komposisi-komposisi yang tertuang dalam kedua album mereka. Menyimak langsung penampilannya membuat saya lebih akrab dengan gaya jazz khas The Jongens Quartet.

o0o

tiwi-shakuhachi_2Terus terang saya baru mendengar nama Tiwi Shakuhachi ini dari daftar musisi jazz yang akan tampil di Locafore Jazz Festival ini. Hal ini membuat saya penasaran untuk mencari informasi tentang Tiwi Shakuhachi. Kepenasaran saya kian bertambah, ingin segera menyaksikan bagaimana penampilan Tiwi Shakuhachi di panggung.

Tepat jam 17.00 Tiwi Shakuhachi & Friends tampil di Green Stage. Bersama grup bandnya Tiwi tampil memesona di sore menjelang senja. Udara yang kian sejuk sore itu rasanya pas sekali dengan alunan komposisi-komposis musik yang mereka bawakan.

Selain bernyanyi, Tiwi Shakuhachi juga piawa memainkan akordeon. Beberapa lagu Tiwi bawakan dengan menyelipkan melodi dari sentuhan akordeonnya. Sungguh menarik.

Beberapa lagu Tiwi Shakuhachi bawakan. Saya pribadi terpesona dengan dua lagu karya Tiwi sendiri. Lagu tersebut berjudul Obsession dan Magic In Your Eyes, yang pekat dengan sentuhan latin jazz.

o0o

Amphitheatre Stage terlihat indah di malam hari dengan sinar lampu warna-warni. Keindahan yang berkesan romantis ini seakan siap menyambut penampilan pianis Otti Jamalus yang berkolaborasi dengan bassist senior Yance Manusama.

Otti Jamalus yang dalam penampilannya selalu duduk dibelakang piano kali ini sempat bernyanyi membawakan beberapa lagu dengan tanpa bermain piano. Selain Yance, tampil beberapa musisi jazz muda sebagai pengiring. Salah satu musisi yang menarik adalah pemain harmonika Rega Dauna. Tiupan harmonikanya memberi efek demikian indah pada lagu-lagu yang Otti Jamalus sajikan.

o0o

margie-segersMargie Segers yang boleh dibilang sebagai penyanyi jazz wanita terbaik yang dimiliki negeri ini, tampil di Green Stage. Penampilan yang minimalis, tanpa pengiring band yang lengkap, tetap memesona dan tidak mengurangi kualitas penampilan Margie Segers malam itu.

Margie Segers tampil diiringi trio dengan satu musisi memainkan gitar, satu musisi memegang bass dan satu musisi lagi, Happy Pretty, bermain trompet. Margie membawakan lagu-lagu lawasnya yang pernah hits. Satu lagu Margie yang paling saya suka, berjudul Kesepian, dibawakan dengan syahdu.

o0o

Salamander Big Band merupakan penampil terakhir malam ini. Tampil menawan di Amphitheatre Stage mulai jam 22.00 – 23.00. Bagi saya, inilah untuk pertama kalinya saya menyimak langsung jazz dibawakan dalam format big band. Ternyata luar biasa nikmat menyimaknya.

Salamander Big Band dibentuk di Bandung pada tahun 2006. Kelompok ensamble jazz ini beranggotakan musisi-musisi jazz muda kota Bandung. Selain beranggotakan musisi-musisi, Salamander Big Band juga memiliki beberapa vokalis. Kelompok vokalis ini menamakan dirinya sebagai Salamander Voices.

Satu jam menyimak suguhan jazz dari Salamander Big Band, disertai dengan hujan yang cukup deras, terasa waktu demikian singkat.

***

Selain menampilkan festival jazz, Locafore Festival kali ini juga menampilkan festival untuk produk-produk lokal yang berkualitas – Local Label Festival – dan festival sajian kuliner lokal – Local Food Festival. Tentunya, selain menyimak sajian jazz yang menawan, singgah di kedua festival inipun janganlah disia-siakan.

Salut dengan penyelenggaraan yang tertata dan tersusun dengan baik ini. Salah satu indikatornya adalah jadwal penampilan panggung yang tidak meleset dan tepat waktu sesuai dengan kalender acara yang disampaikan jauh sebelum festival ini berlangsung.

Semoga tahun depan Locafore Festival dapat kembali digelar…

Sukabumi, 17 September 2016

Galery Fotoklik foto untuk memperbesar tampilan.

2 pemikiran pada “Locafore Jazz Festival 2016

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s