Ramadhan Jazz Festival 2016

Ramadhan Jazz Festival tahun ini kembali digelar. Festival Jazz yang berlangsung di halaman Masjid Cut Meutia ini digelar selama 2 hari, Jumat dan Sabtu 17 – 18 Juni 2016. Festival Jazz yang berlangsung malam, dimulai seusai pelaksanaan shalat tarawih, kali ini telah menginjak pergelaran yang ke-6.

Ramadhan Jazz Festival 2016

Bagaikan memutar kembali roda waktu ke tahun lalu, saya kembali hanya dapat menghadiri festival jazz ini pada malam ke-2 saja. Hal ini membuat saya melewatkan penampilan yang menarik dari musisi-musisi jazz pada malam pertama antara lain Idang Rasjidi, Dira Sugandi dan Sri Hanuraga Trio.

Sederetan artis dan musisi jazz yang akan tampil di malam ke-2 ini sangat menarik untuk disimak. Mereka yang akan tampil adalah Merah, Fariz RM Trio, Shena Malsiana, Barry Likumahuwa, Ecoutez!, Soulvibe dan Maliq & D’Essentials.

Ini catatan saya menyaksikan pergelaran malam ke-2 Ramadhan Jazz Festival 2016

***

Suasana…

Ramadhan Jazz Festival 2016

sumber: wartajazz.com

Ramadhan Jazz Festival yang dilaksanakan secara konsisten setiap tahun ini terselenggara atas kerja sama antara Remaja Islam Masjid Cut Meutia, RICMA, dengan media Warta Jazz. Pelaksanaan festival jazz yang dilaksanakan setiap bulan Ramadhan, selama 2 malam – Jumat malam dan Sabtu malam – digelar di halaman masjid Cut Meutia dimulai beberapa saat setelah usai pelaksanaan shalat tarawih hingga menjelang dini hari.

Menghadiri festival jazz ini tidak dipungut biaya, namun disediakan pilihan paket donasi bagi pengunjung yang berkenan. Ada 4 paket donasi yang disediakan oleh panitia mulai dari donor darah, pembacaan ayat suci Al Qur’an, menyumbang buku dan infaq. Pengunjung diberi kebebasan untuk menentukan pilihannya.

Seusai pelaksanaan shalat tarawih, gerbang memasuki area festival dibuka. Pengunjung diarahkan untuk masuk melalui gerbang depan dengan tertib, dipandu oleh anggota-anggota panitia yang berseragam kaos khusus.

Setelah melalui pintu gerbang tersebut, pengunjung sebagian berdiri menghadap panggung yang telah dipersiapkan, sebagian mengunjungi booth-booth yang berjualan berbagai makanan dan minuman maupun booth-booth lainnya yang tidak hanya menjajakan makanan dan minuman.

Menanti pergelaran Ramadhan Jazz Festival berlangsung.

Menanti pergelaran Ramadhan Jazz Festival berlangsung.

Kurang lebih jam 21.00, festival jazz ini mulai dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. Suasana malam yang terasa dingin dengan terkadang bergerimis menambah khidmat acara pembukaan festival jazz ini.

Agus Setiawan Basuni, WartaJazz.

Agus Setiawan Basuni, WartaJazz.

Ada catatan menarik saat Mas Agus Setiawan Basuni dari Warta Jazz memberikan sedikit sambutan di panggung. Beliau menjelaskan festival jazz yang terselenggara berkat kerjasama fihaknya dengan RICMA telah menempatkan festival jazz ini sebagai satu-satunya festival jazz di dunia yang pelaksanaannya digelar di halaman sebuah masjid.

Lebih lanjut beliau menjelaskan ada 4 kategori penampil – band ataupun artis – pada Ramadhan Jazz Festival ini yaitu :

  • Band / artis yang menyandang nama besar.
  • Band / artis legendaris.
  • Band / artis yang tidak terkenal namun mempunyai potensi besar dalam genre jazz.
  • Band / artis hasil pemilihan atau audisi.

Beliau juga menjelaskan saat ini kurang lebih ada 65 festival jazz yang berlangsung setiap tahunnya di tanah air. Setidaknya jumlah festival jazz ini akan bertambah dengan adanya rencana pelaksanaan Muharam Jazz Festival.

Beberapa Penampil…

Dari semua penampil yang memeriahkan panggung Ramadhan Jazz Festival malam ke-2, setidaknya saya mencatat beberapa penampil yang sangat mengesankan menurut sudut pandang pribadi saya. Hal ini tentu saja bukan karena penampil yang lainnya tidak menarik, namun yang saya catat dan akan saya sampaikan sedikit ulasannya dibawah ini adalah yang benar-benar sangat memberikan kesan mendalam bagi diri saya.

oOo

Penampil pertama yang paling mengesankan adalah penampilan dari Fariz RM. Saya mengenal karya-karya musik Fariz RM sejak tahun 80-an. Boleh dibilang sebagian lagu-lagu Fariz RM mengisi keseharian masa remaja saya waktu itu.

Fariz RM tampil bertiga dipanggung. Ditemani Eddy Syahroni pada drums dan Adi Darmawan pada bass, mereka membuka penampilan dengan membawakan lagu lawas berjudul Penari.

Fariz RM yang kini sudah tua dengan rambutnya yang telah memutih kontras sekali dengan imajinasi saya saat mengingat penampilan Fariz RM padat tahun 80-an. Namun usia tua Fariz RM tidak terlihat pada sajian musik yang disajikannya. Dengan tampil minimalis hanya bertiga justru kehebatan Fariz dalam bernyanyi dan memainkan keyboard dengan sentuhan jazz yang kental demikian menonjol.

Lagu menawan lainnya yang Fariz bawakan berjudul Nada Kasih dan Sakura. Ini lagu-lagu hits pada masanya. Fariz RM Trio mengakhiri penampilannya dengan lagu penutup berjudul Barcelona.

Sungguh ini penampilan Fariz RM yang sangat memesona…

oOo

Barry Likumahuwa, pemain bass muda berbasis jazz yang handal, dengan groupnya tampil di panggung sekitar jam 22.55. Tanpa basa-basi Barry langsung menggebrak panggung dengan membawakan komposisi hits-nya berjudul Walkin’ with The Bass. Komposisi yang terdapat dalam album Barry berjudul Good Spell – dirilis tahun 2008 – yang penuh dengan improvisasi dan sentuhan fusion jazz ini memberikan semacam kehangatan kepada suasana malam yang kian terasa dingin.

Di tengan penampilannya Barry mengatakan bahwa ia merasa senang dan bahagia bisa diundang untuk tampil di Ramadhan Jazz. Sebagai umat Kristiani Barry mengungkapkan bahwa penampilan kali ini lebih ke arah persaudaraan antar umat yang berbeda agama, hal yang mengingatkannya kepada indahnya hidup yang harmonis walau dalam perbedaan. Bahkan Barry mengajak penonton yang hadir untuk sama-sama mengucapkan sila demi sila dari Pancasila.

Empat komposisi ditampilkan Barry Likumahuwa dengan sangat baik. Saya menggambarkan penampilan Barry sebagai penampilan yang luar biasa dan inspiratif…

oOo

Grup Band yang sangat saya tunggu penamiplannya akhirnya naik panggung juga pada jam 23.30. Grup band ini menamakan dirinya Ecoutez!. Saya mengenal Ecoutez! melalui album-album yang telah mereka rilis dan belum pernah menyaksikan langsung penampilan mereka di panggung.

Selama karir bermusiknya Ecoutez! telah merilis 3 album mulai dari album yang bertajuk Ekute – dirilis 2006, Positive – dirilis 2008 dan Evolution – dirilis 2012. Grup yang menyertakan vokalis wanita ini – pada 2 album pertama dengan vokalis Delia, album ketiga dengan vokalis Andrea Lee – walau banyak menyajikan komposisi-komposisinya bernada riang namun selalu menyisipkan komposisi yang melankolis dalam setiap albumnya.

Ecoutez! di Ramadhan Jazz Festival 2016.

Yang sangat saya nantikan, Ecoutez!

Ecoutez! membuka penampilannya dengan membawakan lagu Are You Really The One. Lagu yang mengambil tema “cinta pada pandangan pertama” – lagu ini terdapat dalam album Positive (2008) – cukup menghanyutkan penonton. Beat yang menghentak dan vokal Andrea Lee membawakan lagu ini benar-benar menempatkan Ecoutez! berada pada kelasnya tersendiri sebagai grup band yang memiliki keunikannya yang khas.

Empat lagu Ecoutez! sajikan malam itu. Setelah Are You Really The One, disusul dengan lagu Maafkan Tak Sempurna, Percayalah dan diakhiri dengan lagu Simpan Saja. Lagu-lagu yang Ecoutez! bawakan merupakan lagu-lagu dari album pertama dan kedua. Saya bertanya-tanya dalam hati kenapa tidak ada satu lagupun yang Ecoutez! bawakan berasal dari album mereka yang ketiga, Evolution.

Rindu menyaksikan penampilan langsung Ecoutez! di panggung akhirnya terlunaskan sudah. Hal ini bagi saya bagaikan melepaskan kerinduan yang dalam… 

oOo

Penampil terakhir adalah grup band Maliq & D’Essentials. Ini bagaikan pengulangan Ramadhan Jazz Festival tahun lalu dimana Maliq juga yang menutup pergelaran festival jazz ini.

Penampilaan Maliq & D Esssntials yang mengguncang.

Penampilaan Maliq & D Esssntials yang mengguncang.

Apa yang harus saya tuliskan mengenai penampilan Maliq?

Beberapa kali saya menyaksikan langsung penampilan Maliq dan tak pernah bosan melihat aksi mereka di panggung. Gaya panggung mereka yang luar biasa energik, kepopuleran lagu-lagu mereka, olah musik dan vokal yang hebat dan kemampuan mereka menciptakan komunikasi yang akrab dengan penonton, barangkali inilah diantara beberapa kelebihan Maliq yang sampai kini tetap menempatkan grup ini di hati para penggemarnya. Itulah Maliq & D’Essentials.

Maliq membawakan 6 lagu yang diawali dengan lagu berjudul Diam dan diakhiri dengan lagu terakhir berjudul Dia. Penampilan Maliq yang luar biasa dan memesona penonton ini terasa singkat hingga tak sadar waktu telah menunjukkan jam 01.30 saat Maliq menuntaskan lagu terakhirnya…

***

Saya akan mengenang kehadiran saya di Ramadhan Jazz Festival 2016 di malam kedua ini sebagai suatu perjalanan. Perjalanan yang dimulai dari menyibak masa muda saya melalui penampilan Fariz RM Trio, melihat anak-anak muda yang memiliki semangat cinta damai dan hidup harmonis dalam perbedaan melalui penampilan Barry Likumahuwa, melepaskan kerinduan yang dalam melalui penampilan Ecoutez! dan diakhiri dengan perjalanan ke satu tahun lalu Ramadhan Jazz ketika menyaksikan Maliq & D’Essentials.

Terakhir, salut kepada Remaja Islam Masjid Cut Meutia, RICMA, dan Warta Jazz, yang tentunya telah berkerja keras menyelenggarakan Ramadhan Jazz Festival tahun ini sehingga terlaksana dengan sangat baik. Kerjasama yang baik dan kerja keras keduanya ini telah melahirkan festival jazz unik yang secara konsisten digelar setiap tahun.

Sampai jumpa tahun depan…

Sukabumi, 25 Juni 2016

5 pemikiran pada “Ramadhan Jazz Festival 2016

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s