Berkunjung ke Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang

Masjid Agung Jawa Tengah adalah salah satu tempat yang saya kunjungi saat berkeliling Semarang pada hari Sabtu, 6 Juni 2015. Masjid ini memang salah satu tujuan yang saya rencanakan untuk dikunjungi selain beberapa tempat eksotis lainnya yang ada di Semarang, seperti yang saya tuliskan dalam posting berjudul Semarang, Salam Jumpa Pertama, yang saya kunjungi dalam satu hari.

Kemegahan Masjid Agung Jawa Tengah ini sering saya lihat melalui foto-foto lewat berbagai tulisan. Disamping kemegahannya itu, ada yang unik pada masjid ini. Menurut saya, salah satu keunikan itu yaitu adanya enam buah payung raksasa yang berdiri di halaman masjid. Payung-payung yang menjulang tinggi ini akan dibuka pada saat halaman masjid akan dipenuhi oleh para jemaah.

Inilah Masjid Agung Jawa Tengah, seperti yang saya kunjungi pada hari Sabtu siang…

***

Sekitar jam 10.00 siang saya sudah menjejakkan kaki di pelataran Masjid Agung Jawa Tengah. Saya merasakan udara Semarang yang cukup menyengat saat itu. Langit terlihat sangat cerah dengan warna birunya yang dominan menghias dengan indah.

Masjid Agung Jawa Tengah ini berlokasi di Jalan Gajah Raya No. 128, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang. Masjid ini menempati lahan seluas 10 hektare. Adapun pembangunan masjid ini memakan waktu 4 tahun, yang dimulai sejak 6 September 2002/28 Jumadil Akhir 1432 H sampai dengan selesai dan diresmikan pada 14 Nopember 2006/23 Syawal 1427 H.

Bagian Luar Masjid Agung Jawa Tengah

Saya memasuki halaman masjid dari sebelah kanan, melalui tangga-tangga yang tersusun rapi dan terawat baik. Sedangkan dibagian kiri halaman masjid, terdapat bangunan permanen dengan sebuah bedug berukuran besar terdapat di dalamnya.

Melewati tangga-tangga tadi, saya sampai ke pelataran kecil. Disini terdapat kolam yang berpagar dengan ditengahnya terdapat prasasti peresmian masjid yang dituliskan dalam sebuah batu. Dapat kita baca dari prasasti tersebut kalau masjid ini diresmikan pada tanggal 14 Nopember 2006, bertepatan dengan 23 Syawal 1427 H, oleh Presiden RI saat itu.

Beberapa langkah di depan setelah prasasti peresmian ini saya melihat bangunan menarik yang berbentuk melingkar. Bangunan melingkar ini, yang pada bagian atasnya bertuliskan kaligrafi yang indah, mungkin dimaksudkan sebagai semacam pintu gerbang sebelum memasuki halaman masjid.

Bagian belakang bangunan melingkar ini tetap bertuliskan kaligrafi pada bagian atasnya. Dari belakang bangunan melingkar ini terlihat bangunan menara yang tinggi. Menara ini bernama Menara Asmaul Husna dengan ketinggian 99 meter. Sungguh indah dipandang dari kejauhan.

Di area sekitar bangunan melingkar itu, sebelum menginjak halaman masjid, terdapat kolam yang berbentuk lingkaran. Pada bagian depan dan tengah kolam tersebut terdapat semacam catatan historis pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah.

Menurut saya, catatan historis itu cukup memberikan informasi mengenai pembangunan masjid ini terkhusus kepada pengunjung-pengunjung yang baru pertama kali mendatangi masjid ini.


Akhirnya saya sampai di halaman masjid ini. Ada tulisan batas suci ketika akan memasuki halaman ini. Jadi kita diharuskan melepas alas kaki, baik sandal ataupun sepatu, sebelum menginjakkan kaki ke halaman ini.

Untuk pertama kalinya saya menatap masjid megah ini dari jarak dekat. Enam buah payungnya, merupakan payung yang dibuka dan ditutup secara elektris dengan tinggi 20 meter dan diameter 14 meter, berdiri kokoh di halaman masjid, yang saat itu dalam keadaan tertutup dan tampak demikian unik.

MAJT - di halaman ini harus lepas alas kaki

Bagian Dalam Masjid Agung Jawa Tengah

Saya memasuki bagian dalam masjid. Hal pertama yang saya rasakan adalah demikian sejuk berada di ruang masjid ini. Lantainya yang berwarna coklat demikian bersih dan mengkilat. Warna coklat sepertinya mendominasi bagian dalam masjid ini. Sedangkan di bagian atas berhiaskan lampu-lampu yang ditata melingkar.
MAJT - interior dalam yg menawan
Saya menatap Al Qur’an dalam ukuran besar disini. Al Qur’an ukuran besar tersebut tersimpan dalam kotak yang terbuat dari kaca. Al Qur’an ukuran besar ini disebut Mushaf Akbar, dengan ukuran 145 cm x 95 cm. Penulisan Mushaf Akbar ini dikerjakan oleh Drs. Hayat dari Universitas Sains Al Qur’an (Unsiq), Wonosobo. Sedangkan penulisannya sendiri memakan waktu selama 2 tahun 3 bulan.


Saya berkesempatan juga melihat lantai dua masjid ini. Lantai yang bersih dan mengkilat kembali saya temukan disini. Saya pikir, luar biasa serius dan telaten perawatan sehari-hari masjid ini.

Dari lantai dua saya menatap ke bagian bawah. Tampak disana seorang petugan sedang membersihkan lantai masjid. Hal ini setidaknya membuktikan bahwa perawatan masjid ini memang demikian serius dilakukan.

***

Berfoto sejanak di halaman MAJTSungguh mengesankan akhirnya saya bisa mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah. Hal yang selama ini hanya saya peroleh informasinya dari berbagai tulisan, akhirnya dapat juga saya kunjungi.

Masjid yang demikian megah dan unik sudah didirikan. Selanjutnya adalah bagaimana kita secara terus menerus merawat dan memakmurkan masjid ini. Sebuah tantangan yang memerlukan jawaban berupa upaya nyata dan bukan retorika semata.

Sungguh, saya berbahagia pernah menjejakkan kaki di masjid yang megah dan unik ini, Masjid Agung Jawa Tengah.

Sukabumi, 26 Juni 2015

15 pemikiran pada “Berkunjung ke Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang

    • Betul. mbak Evi. Masjidnya luar biasa indah. Sayang saya tidak sempat naik ke manara Al Husna seperti yang mbak Evi tuliskan di blognya…

      Salam,

    • Itulah kesan pertama yang saya dapatkan ketika pertama memandang masjid ini, luar biasa cantik.
      Sudah mampir ke masjid ini juga rupanya Mbak. Beruntung akhirnya saya juga dapat berkunjung ke masjid ini…

      Salam,

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Titik Asa…

    Ini sambungan posting terkait ya. menambah kagum akan bentuk dan arkitektur Masjid Agung Jawa Tengah yang hebat ini.Ternyata di sana ada ruang seperti colloseum ya. Sangat unik dan menambah kemakmuran ada persekitaran Masjid yang damai. Semoga jemaah solat selalu memakmur dan memeriahkan Masjid dengan iadah dan aktivitas yang bermanfaat.

    Salam hormat dari Sarikei, Sarawak.🙂

    • Wa’alaikum salam wr. wb, Mbak Fatimah. Apa kabar di Sarikei?

      Betul Mbak, kurang lebih ini sambungan dari posting sebelumnya. Saya begitu terpesona dengan kecantikan masjid ini, dan mengambil beberapa foto disana, akhirnya saya rangkum menjadi posting ini.
      Oh iya, ruang itu semacam colloseum, menambah kecantikan masjid ini.
      Sepakat dgn yang Mbak katakan, semoga masjid ini makmur dgn berbagai aktifitas yang bermanfaat.

      Salam persahabatan dari saya di Sukabumi,

    • Betul Mas, selain masjid ini cantik juga saya melihat bagaimana masjid ini dirawat dengan rutin dan serius. Setidaknya demikian kesimpulan saya ketika melihat lantai-lantai yang demikian bersih dan mengkilat.
      Semoga Mas ada waktu untuk berkunjung ke masjid ini…

      Salam,

    • Wah, deket banget ya rumah Mbak dari masjid ini…
      Saya mengidamkan berkunjung kembali ke masjid ini, ingin banget melihat keindahannya di waktu malam atau subuh. Dan satu lagi, ingin juga naik ke menara. Moga kapan-kapan saya bisa berkunjung lagi.

      Salam,

  2. Saya asal jawa namun sudah lama di Kalimantan, jadi belum pernah menginjakkan kaki ke Masjid ini. Padahal sering ke jawa, semoga ada rezeki dan bisa datang ke masjid ini

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s