Semarang, Salam Jumpa Pertama

Sabtu, 6 Juni 2015, akhirnya sampai juga saya di kota Semarang. Setelah melalui perjalanan malam dari Bekasi dengan menumpang bus malam, yang agak tersendat perjalanannya, sekitar jam 06.30 pagi tiba juga di kawasan barat Semarang.

Perjalanan saya ke Semarang memang bertujuan ingin menghadiri event besar yang akan dilaksanakan hari Minggu, 7 Juni 2015 yaitu festival jazz yang bernama Loenpia Jazz. Namun setelah dipikir-pikir ini juga merupakan kesempatan bagi saya untuk mengunjungi tempat-tempat eksotis yang berada di Semarang yang selama ini hanya saya bisa nikmati keindahannya dari berbagai media.

Kunjungan saya ke beberapa tempat eksotis di Semarang ini ditemani oleh sahabat saya yang baru kenal dan baru berjumpa pertama kali, Mas Wawan Widhi. Perkenalan dengan Mas Wawan Widhi, seorang fotografer dan event organizer ini terjalin melalui sahabat blogger saya yang berasal dari Semarang yaitu Mbak Uniek Kuswarganti.

Berikut catatan singkat perjalanan saya hari Sabtu pagi hingga siang di Semarang.

***

Cukup meletihkan juga perjalanan malam saya dari Bekasi sampai tiba pagi hari di Semarang. Saya pikir perlu semacam penyegaran terlebih dahulu sebelum berkeliling Semarang. Saya sarankan ke Mas Wawan, alangkah baiknya bila sarapan pagi bersama dahulu. Sambil sarapan pagi, perlu juga mengobrol sejenak, saling membuka diri dan saling kenal lebih jauh bagi kami yang baru pertama kali jumpa ini.

Pilihan akhirnya ditetapkan. Kami akan sarapan pagi di Soto Ayam Pak Man yang berlokasi di Jalan Tri Lomba Juang. Sarapan soto ayam pagi-pagi, ah bolehlah.

Warung soto Pak Man yang baru buka jam 07.00 pagi, masih sepi ketika saya memasukinya. Tempatnya yang bersih dan rapi membuat saya jatuh cinta pada pandangan pertama pada warung ini. Beberapa meja masih terlihat kosong. Sedangkan disudut kiri saya melihat angkringan soto yang bentuknya cukup antik sudah nampak menyiapkan mangkuk-mangkuk yang siap diisi adonan soto ayam.

Di setiap meja sudah tersedia penganan yang merupakan teman penambah nikmatnya makan soto. Penganan ini terdiri dari goring tempe, goreng tahu dan sate jeroan ayam. Dan beginilah sarapan pagi kami, soto ayam berpadu dengan goring tempe dan sate jeroan ayam. Ah nikmatnya…

Kota Lama Semarang

Tempat pertama yang saya kunjungi Sabtu pagi ini adalah Kota Lama Semarang. Ketika sampai disana dan melihat sudut-sudutnya, saya membayangkan keindahan dan kesyahduan sebuah kota pada masa lalu. Bangunan-bangunan lama masih berdiri dengan kokoh dengan jalannya yang kebanyakan masih terbuat dari blok-blok beton.

Salah satu bangunan lama yang masih kokoh hingga kini adalah bangunan yang dikenal sebagai Gereja Blenduk. Benar-benar bangunan yang antik dengan bagian atasnya yang berbentuk bundar berwarna merah.

Pabrik rokok Praoe LajarBerjalan lewat belakang Gereja Blenduk, saya melihat sebuah pabrik rokok. Pabrik rokok ini bernama Pabrik Rokok Praoe Lajar. Didepannya berjejer sepeda-sepeda para pekerjanya.

Di kawasan Kota Lama ini ada sebuah taman. Taman ini berada disebelah Gereja Blenduk. Taman yang bernama Taman Sri Gunting ini tidak terlalu luas. Namun cukup sejuk mengingat pohon-pohon rindang yang ada disana.

Didepan taman Sri Gunting saya melihat bus wisata yang rute-nya mengelilingi kota Semarang. Bus yang dikenal dengan nama Semar Jawi ini berwarna merah dan terdiri dari dua tingkat. Tingkat kedua dibiarkan tanpa atap.

Sayang saya tidak sempat untuk ikut berkeliling menaiki bus Semar Jawi ini. Tapi kesempatan berada dekat bus ini tidak saya sia-siakan untuk berfoto didepannya.

Masjid Agung Jawa Tengah

Tempat berikutnya yang saya kunjungi adalah Masjid Agung Jawa Tengah. Masjid yang sangat terkenal dan megah ini merupakan icon dan kebanggan bagi masyarakat Jawa Tengah terkhusus masyarakat Semarang.

Masjid Agung Jawa Tengah ini diresmikan oleh Presiden RI pada 14 November 2006, bertepatan dengan 23 Syawal 1427 H.

Masjid ini khas diantaranya dengan adanya payung-payung yang terdapat di halaman depannya. Payung-payung ini dalam keadaan tertutup ketika saya mengunjunginya. Payung yang terdiri dari enam buah payung ini akan dibuka pada saat-saat tertentu saat jamaah masjid memenuhi ruangan masjid ini.

Klenteng Sam Poo Kong

Perjalanan saya dilanjutkan ke Klenteng Sam Poo Kong. Pada kompleks Klenteng Sam Poo Kong ini berdiri patung seroang tokoh Laksamana Agung Zheng He. Beliau adalah duta perdamaian yang hidup antara tahun 1371 – 1435 pada masa Kekaisaran Yong Le, dinasti Ming.

Dalam perjalanan muhibah pertamanya pada tahun 1405, beliau memimpin 62 kapal megah mengunjungi Champa, Sumatra, Palembang, Jawa, Srilangka dan Kalikut (India Barat).

Lawang Sewu

Tempat terakhir yang saya kunjungi adalah Lawang Sewu. Lawang Sewu ini berupa bangunan lama yang didalamnya terdapat rangkaian sejarah perkeretaapian Indonesia.

Bangunan lama ini terdiri dari banyak pintu. Saking banyaknya pintu-pintu inilah yang membuat bangunan ini terkenal dengan sebutan Lawang Sewu, yang dapat diartikan sebagai seribu pintu.

Sebagai catatan, pada posting ini tempat-tempat yang saya kunjungi diatas hanya saya tulis ringkas saja. Tulisan rinci dari masing-masing tempat yang saya kunjungi tersebut akan saya sampaikan pada posting lainnya.

Perjalanan menelusuri tempat-tempat eksotis diatas saya akhiri dengan mampir di warung Mie Kopyok Pak Dhuwur yang berlokasi di Jalan Tanjung. Dan benar, adonan mie kopyok yang khas ini cukup membuat badan kembali segar setelah letih mengelilingi Semarang yang berudara cukup panas menyengat siang ini.

***

Sore hari saya berkesempatan jumpa bersama dengan Mbak Uniek dan Mas Wawan. Perbincangan kami sore itu yang akrab, diselingi canda dan tawa, seakan melupakan bahwa kami ini baru pertama saling bertatap muka.

Saya, Mas Wawan dan Mbak Uniek

Saya, Mas Wawan dan Mbak Uniek.

Sungguh, tanpa persahabatan yang telah tercipta ini, akan sulit bagi saya untuk mengunjungi tempat-tempat eksotis yang ada di Semarang ini.

Terima kasih tak terhingga untuk sahabat-sahabat saya tercinta ini…

Semarang, 6 Juni 2015

22 pemikiran pada “Semarang, Salam Jumpa Pertama

    • Semarang sangat berkesan, Mbak. Tempat-tempat yang luar biasa ini betul-betul memberi kesan mendalam bagi saya.
      Kalimat dari Om Nh itu memang benar adanya.

      Salam,

  1. Wah kopdaran sama Uniek ya🙂
    Saya sudah 3 kali ke Semarang malah belum pernah menelusuri kota semarang😀
    Soto Pak Man itu memang mantap, enak, segar.

    • Betul Mbak Indah, akhirnya saya bisa kopdar dgn Mbak Unik di sore hari. Berkat Mbak Uniek ini saya bisa berkeliling Semarang setelah ia menghubungkan saya dgn Mas Wawan.
      Soto Pak Man itu boleh dicoba Mbak seandai Mbak kembali kesana. Nikmat banget…

      Salam,

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Titik Asa…

    Saya sangat kagum dengan keindahan yang difotokan tentang Semarang. Bahkan hebatnya lagi punya 6 payung “kembang pagi” seperti di Masjid Nabawi. Kapan ya payungnya terbuka dan menaungi jemaah yang kepanasan. Sotonya membuat saya ingin menikmatinya, terlihat lazat. Alhamdulillah, itulah nikmat yang dikurniakan Allah SWT.

    Salam hormat dari Sarikei, Sarawak.🙂

    • Wa’alaikum salam Mbak Fatimah. Apa kabar Mbak?

      Masjid Agung Jawa Tengah sangat indah. Oh, demikian juga dgn Masjid Nabawi ya Mbak? Sayangnya saya tidak bisa melihat bagaimana payung-payung itu terbuka yang biasa dilakukan saat shalat Jum’at atau saat-saat lainnya bila jamaah masjid demikian banyak.

      Tentang soto, nikmat sekali rasanya Mbak…

      Salam persahabatan dari saya di Sukabumi,

  3. Ping balik: Loenpia Jazz 2015: Kerja Kreatif Anak Muda Semarang | Sisi Hidupku

    • Kapan-kapan mesti mampir ke Masjid Agung Jawa Tengah, Mas. Menarik dan unik.
      Saya sedang menyiapkan posting khusus tentang Masjid Agung ini, tapi ah belum tuntas juga nih…

      Salam,

    • Iya, akhirnya saya bertemu juga dgn Mbak Uniek sore itu. Pertemuan pertama, tapi rasanya sudah kenal lama.
      Betul juga Mbak, Semarang cantik dan rapi. Rasanya tahun depan saya ingin kembali ke Semarang saat Loenpia Jazz berlangsung kembali.

      Salam,

  4. Ping balik: Berkunjung ke Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang | Sisi Hidupku

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s