Wajah Baru Alun-Alun Sukabumi

Sabtu pagi, 21 Februari 2015, saya sempat tertegun melihat alun-alun Sukabumi. Saya melihat ada sesuatu yang baru disana. Sesuatu itu berupa deretan ornamen huruf-huruf berukuran cukup besar dengan setiap huruf diberi warna yang berbeda. Huruf-huruf ini terdiri dari abjad A, L, U dan N di kiri dan kanan jalan masuk alun-alun dari gerbang masuk samping.

Saya perhatikan lebih jauh, rupanya bukan hanya ornamen berbentuk huruf-huruf besar itu saja yang baru di alun-alun. Kini ada penambahan fasilitas tempat duduk. Dahulu, dahulu sekali, ada tempat duduk berupa tembok di bagian tengah alun-alun, namun sempat menghilang beberapa waktu lalu. Fasilitas baru yang berupa tempat duduk ini berbentuk kursi cukup panjang terbuat dari logam dan diberi warna biru muda. Selain itu patut dicatat juga kerapian dan kebersihan area bagian dalam alun-alun yang saya rasa kini sudah cukup baik.

Benar-benar wajah baru. Saya tidak tahu mulai kapan alun-alun di tata kembali, karena saya pribadi baru sempat memperhatikannya kembali pagi ini. Kini menatapnya dan berlama-lama di alun-alun sungguh menyenangkan, apalagi di pagi sejuk seperti Sabtu pagi ini.

***

Alun-Alun Sukabumi, Dua Tahun Lalu…

Dua tahun lalu saya pernah menuliskan tentang keadaan alun-alun Sukabumi. Saat itu keadaan dan kondisi alun-alun sungguh kurang nyaman bila dipandang. Bagi saya pribadi, dua tahun lalu itu alun-alun sudah tidak mempunyai pesona lagi, apalagi bagi saya yang pernah merasakan keindahan dan keasrian alun-alun saat saya kecil disekitar tahun 1970-an.

Dua tahun lalu itu saya menulis tentang alun-alun Sukabumi ini dalam tulisan yang berjudul Taman Kota, Wajah Kota. Tulisan tersebut saya posting pada tanggal 6 Januari 2013 pada blog ini juga. Bila berkenan, sila cek tulisan Taman Kota, Wajah Kota atau untuk mudahnya sila di klik tautan ini.

Setidaknya ada dua hal yang menjadi perhatian saya melihat kondisi alun-alun saat itu, yaitu :

  • Tidak terawat baik. Salah satu contoh mengenai hal ini terlihat pada kotornya tembok gerbang bagian atas. Tembok yang bertuliskan KOTA SUKABUMI tampak kotor dipenuhi noda-noda hitam. Mungkin semacam lumut yang timbul akibat aliran air hujan yang belum sempat dibersihkan kembali.
  • Tidak tersedianya tempat duduk. Di bagian tengah alun-alun ada bidang membulat, dahulu sekali ada tempat beberapa tempat duduk terbuat dari tembok yang dibangun mengelilingi bidang membulat tersebut. Namun dua tahun lalu tempat duduk tersebut tidak ada lagi. Waktu itu saya hanya mengusap dada sambil berpikir, seperti yang saya ungkapkan pada tulisan tersebut, “Jadi entah dimana harus duduk sekarang ini bila kita hendak berlama-lama di alun-alun. Mungkin alun-alun sekarang hanya dijadikan sekedar tempat numpang lewat saja, bukan untuk tempat duduk berlama-lama. Kalau mau duduk-duduk, dipersilakan duduk ditembok pembatas jalan dengan taman saja…”

Inilah foto alun-alun dua tahun lalu yang menggambarkan kondisi yang saya keluhkan diatas,

Alun-Alun Sukabumi, Kini…

Baiklah, saya uraikan keadaan alun-alun Sukabumi saat ini, sesuai apa yang saya lihat Sabtu pagi, mulai dari gerbang depan.

Menatap gerbang depan alun-alun tampak demikian bersih. Lantai keramiknya yang berwarna merah bahkan mengkilat seperti baru saja di pel. Tumbuhan yang subur menghijau menghiasi setiap sisi gerbang ini. Di kejauhan terlihat menara Masjid Agung Kota Sukabumi dengan warnanya kuning keemasan yang menawan.

Melewati gerbang depan, saya memasuki alun-alun. Jalan memasuki alun-alun yang cukup lebar ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian tengah, pemisah kedua jalan ini, ditanami dengan pohon-pohon yang cukup tinggi. Diantara setiap pohon ini ditanami tumbuhan yang berwarna hijau dan cukup rapi penampilannya.

Terlihat bahwa tumbuhan-tumbuhan ini dirawat dengan baik dan dipotong secara teratur.

Jalan-jalan yang ada di area alun-alun cukup bersih. Tidak mengherankan, mengingat di pagi ini sudah ada petugas kebersihan yang sedang giat menyapu area jalan dan area bagian tengah alun-alun.

Apabila kita memasuki alun-alun dari gerbang belakang, selain disambut oleh gerbang yang terbuat dari tembok, juga kini di kiri-kanan gerbang tersebut telah tersedia kursi tempat duduk yang berwarna biru. Melewati gerbang ini, kita akan menemui jalan yang terdiri dari dua bagian. Persis sama penataannya dengan jalan setelah melewati gerbang depan.

Perubahan besar ada di kiri-kanan jalan masuk alun-alun dari gerbang samping. Di sisi kiri dan kanan jalan masuk menuju bagian tengah alun-alun, telah di beri hiasan ornamen berbentuk huruf dalam ukuran yang cukup besar. Ornamen ini terdiri dari empat huruf yaitu A, L, U dan N. Masing-masing huruf tersebut diberi warna berbeda antara satu huruf dengan huruf lainnya.

Setiap huruf tersebut didirikan diatas semacam kotak berbentuk persegi empat yang setiap sisinya bertembok. Terlihat bahwa tanah yang berada dalam kotak tersebut masih berwarna coklat dan gembur. Mungkin kedepannya tanah ini akan ditanami oleh tumbuhan atau rumput hijau. Selain itu, pemasangan huruf antara di sisi kiri dan sisi kanan jalan disusun secara berlawanan arah.

Di bagian tengah alun-alun terdapat bidang yang membulat. Saya katakan membulat karena memang tidak benar-benar bulat. Bidang membulat ini berupa bangunan berdinding tembok dengan ketinggian sekitar 60-an cm. Di dalam bidang membulat ini ditanami dengan tetumbuhan dengan penataan yang bertingkat. Tetumbuhan yang ditanam disana tampak subur, hijau dan terawat.

Saya melihat beberapa tempat duduk berbentuk kursi berwarna biru yang di susun melingkar menghadap bidang membulat tadi. Ah, inilah yang melegakan bagi saya. Dahulu waktu kecil saya sering duduk-duduk ditempat duduk yang terbuat dari tembok menghadap bidang membulat, kini saya bisa duduk-duduk kembali disini walaupun diatas tempat duduk yang berbeda sama sekali bentuknya.

Apa yang dapat kita lakukan dengan duduk-duduk di tempat duduk yang tersedia di alun-alun ini?

Salah satu yang dapat kita lakukan saat duduk di alun-alun Sukabumi ini adalah menatap dari kejauhan menara Masjid Agung Kota Sukabumi. Lebih jauh tentang Masjid Agung Sukabumi, dapat di lihat pada posting ini. Atau duduk sejenak untuk menumpang membaca, seperti yang dilakukan bapak ini tadi pagi…

Atau mungkin melepas lelah sejenak setelah jalan-jalan bersama buah hati tercinta, seperti apa yang Teteh ini lakukan. Atau mungkin juga ngobrol sejenak bersama teman, sambil menunggu teman yang lainnya, sebelum berangkat bersama menuju sekolah, seperti apa yang dilakukan oleh adik-adik pelajar putri ini…

Nah, betapa pentingnya kan fungsi tempat duduk itu di taman semacam alun-alun Sukabumi ini…

***

Sabtu pagi ini saya merasa luar biasa segar. Selain karena udara pagi ini yang begitu cerah, juga ditambah dengan memandang dan menikmati alun-alun Sukabumi yang kini telah tertata dengan cukup baik.

Mari kita sama-sama merawat dan menjaga kebersihan, keasrian, kerapian dan keteraturan alun-alun Sukabumi yang kita cintai ini.

Sukabumi, 21 Februari 2015

35 pemikiran pada “Wajah Baru Alun-Alun Sukabumi

  1. saya ke sukabumi tahun 2000-an… waktu itu ada temen yang nikah… tapi gak smepet jalan-jalan menjelajah sukabumi, cuma mampir ke tukang bubur kacang hijau di sekitar terminal…

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Titik Asa…

    Alhamdulillah, ternyata tulisan mas Titik tentang rasa kurang enak terhadap pemandangan di Alu-Alun kini sudah terjawab. Mungkin pihak berkuasa tempatan pernah membaca tulisan mas dahulu, maka mereka mengambil perhatian dan coba mengubah wajah alun-alun yang kusam dan sendu menjadi ceria dan membahagiakan sesiapa yang berkunjung.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    • Wa’alaikum salam wr.wb, Mbak Fatimah. Apa kabar di Sarikei?

      Alhamdulillah kondisi alun-alun sudah menjadi lebih baik saat ini. Asri, tertata rapi dan sejuk. Sungguh nikmat berlama-lama disana sekarang ini.

      Salam dari saya di Sukabumi,

  3. semoga semua mempunyai kesadaran bersama-sama menjaga kebersihan tempat-tempat umum seperti. misal dengan membuang sampah ditempatnya. bakalan menyenangkan untuk sekedar duduk-duduk istirahat atau baca koran seperti aki diatas…

    salam
    /kayka

  4. Sangat jauh perbedaannya Kang, setuju, alun-alun yang sudah bersih dan terawat, semoga tetap terjaga, sehingga bermanfaat untuk semua, bukan hanya simbol kota.

  5. Ahhh…sukabumi. udah lama banget aku gak pernah lagi menginjakkan kaki di kota Sukabumi. Dulu ada nenek angkatku di kota Soreang… tiap ke sana aku dan sodara jadi mandi di sungainya..xixixixi

    • Wuih, mandi di sungai Mbak?
      Jadi inget masa kecil, saya biasa juga mandi di sungai kalau berlibur di rumah nenek yang berada di pedesaan di bagian selatan Sukabumi.

      Salam,

  6. Saya malah belum pernah kesana ih, padahal Bogor-Sukabumi kan deket ya😐

    Oh iya, saya kira alun-alun hanya dimiliki wilayah kabupaten saja. Ternyata Kota juga punya alun-alun ya. Tapi kok di Bogor nggak ada alun-alun ya😐
    Jadi ngiri *eh hahaha

    Semoga alun-alun yang sudah ada sekarang dapat terawat dengan baik.

  7. wah kota sukabumi berbenah terus ya, terutama tentang alun2 nya. tapi sayang saya belum pernah ke sana. terakhir ke sukabumi sudah belasan tahun yang lalu. itu pun hanya melintas saja saat ke pelabuhan ratu. padahal dari bekasi mestinya ga terlalu jauh ya..🙂 liputan yg bagus pak.

    • Iya Mbak, sedang berbenah saat ini. Semoga menjadi lebih baik…
      Kangen kampung mamanya ya Mbak? Main kemari seandai pulang ke tanah air ya Mbak.

      Salam,

  8. Sebagai ruang publik pastinya alun-alun harus cantik dan asri, agar tua muda nyaman buat datang ke sini.
    Eh ini yg hurufnya bisa diduduki kang?

  9. Ping balik: Perkenalkan, Taman Aspirasi Kota Sukabumi | Sisi Hidupku

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s