Hari ini, Minggu, 28 Desember 2014, hari minggu terakhir di tahun ini. Beberapa hari lagi tahun ini akan usai dengan meninggalkan seluruh kenangannya, seluruh suka dukanya, seluruh jejak-jejak hidup kita.

Sebagian anggota masyarakat mungkin sudah meninggalkan rumahnya, menuju ke tempat wisata bersama keluarganya tercinta, menghabiskan penghujung tahun ini dan menyambut pergantian tahun disana. Sebagian anggota masyarakat lain, dengan berbagai alasan keterbatasan, mungkin akan tetap tinggal di rumah. Menutup tahun ini di rumah saja, bersama keluarga dekat atau dengan tetangga dekatnya.

Saya termasuk kelompok kedua, yang tidak merencanakan liburan kemana-mana. Menutup akhir tahun ini bersama keluarga saja dan memperhatikan lingkungan sekitar rumah yang selama ini jarang sekali saya amati, karena hanya akhir pekan saja saya berada di rumah.

***

Walau berlibur di rumah, saya tetap “berwisata”. Wisata saya dengan berjalan kaki menikmati sudut-sudut kampung tempat saya tinggal. Suasana yang masih asri disini dan udara pagi yang sangat sejuk akibat hujan yang tadi malam mengguyur seperti berkolaborasi untuk lebih menampakkan unsur hijau yang mendominasi apa yang ada disekeliling.

Dari ketinggian saya menatap jembatan yang terbuat dari bambu dan kayu ini. Jembatan sederhana yang sangat bermanfaat bagi keseharian masyarakat disini. Ketika menginjakan kaki pada jembatan ini, jembatan ini akan sedikit bergoyang. Bagi yang tak terbiasa, akan terasa agak menakutkan ketika menyebranginya. Apalagi guyuran hujan akhir-akhir ini membuat kondisi bambu dan kayu jembatan menjadi sedikit licin.

Jembatan dari atas

Jembatan terbuat dari bambu dan kayu

Kondisi jembatan yang licin akibat curahan hujan

Setelah menyebrangi jembatan, saya temui perkampungan dengan beberapa rumah yang dihalamannya terdapat kolam. Melihat keadaan ini sedikitnya meyakinkan bahwa negeri ini masih tetap subur. Dengan air yang melimpah dan tanah yang subur ditumbuhi dengan berbagai pepohonannya. Sungguh, karunia yang kadang sering lupa untuk disyukuri.

Rumah dengan kolam di halamannyaSaung di tengah sawahPagi ini suasana perkampungan masih sepi. Mungkin sebagian besar anggota masyarakat disini lebih memilih untuk tetap dirumah saja. Suasana yang masih mendung dan dingin memang membuat badan terkadang berat untuk diajak bergerak.

Rumah, kolam dan ibu yang sedang mencuciNamun dikejauhan saya melihat seorang ibu yang sudah bergiat mencuci di kolam yang terdapat di halaman satu rumah. Entah apa yang sedang dicuci oleh ibu ini, tapi apa yang dikerjakannya ini seakan mengingatkan saya untuk tetap giat bekerja walau usia sudah senja. Ini semacam “pelajaran” pertama bagi diri saya pribadi yang saya dapatkan pagi ini.

Tetap bergiat walau usia sudah senja.“Pelajaran” kedua yang saya dapat pagi ini, ketika menatap tukang delman dan tukang-tukang becak di salah satu sudut kota Sukabumi.

Menanti dengan sejuta harapDengan keterbatasan yang mereka sandang, tetap mereka mempunyai harapan. Harapan bahwa rezeki untuk tetap bertahan dalam hidup ini akan tiba dengan tetap berusaha dan tidak hanya diam menanti di rumah. Selalu berikhitiar, berdo’a dan berharap walau dalam keterbatasan.

***

Keindahan alam perkampungan yang asri, tenang dan masih hijau, dan juga secara tidak sengaja mendapatkan dua “pelajaran”, sungguh merupakan “kado” luar biasa yang saya dapatkan di hari Minggu terakhir tahun 2014 ini.

Untuk sahabat blogger dan siapa saja yang membaca tulisan ini, saya ucapkan selamat menikmati hari-hari terakhir tahun 2014 ini dan selamat bersiap menyambut tahun baru 2015. Semoga di tahun depan kondisi dari segala segi kehidupan akan lebih baik.

Teriring salam, do’a dan cinta dari saya di Sukabumi…

Sukabumi, 28 Desember 2014

Iklan