Blog, Jazz dan Persahabatan

Sebagai pecinta musik jazz saya sangat tertarik sekali dengan akan adanya festival jazz yang akan berlangsung di Jogja yang dikenal dengan sebutan Ngayogjazz. Festival jazz ini unik karena selalu diadakan di alam terbuka ditengah pedesaan. Ngayogjazz kali ini diadakan pada hari Sabtu, 22 November 2014, bertempat di Desa Wisata Brayut, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Masalahnya, bagaimana mencapai Brayut itu? Saya yang sama sekali buta dengan daerah Yogya, akhirnya giat mencari informasi mulai dari letak desa ini, bagaimana cara mencapai desa itu, bagaimana menginap disana. Informasi yang saya peroleh dari searching dan browsing di internet dan bertanya kepada teman sepekerjaan rasanya kurang memuaskan.

Dan, walau akhirnya saya berhasil mencapai desa wisata Brayut dan menikmati pergelaran festival jazz Ngayogjazz, ini berkat bantuan dan kemurahan hati sahabat blogger saya, Mas Azzet – bernama lengkap Akhmad Muhaimin Azzet, seorang blogger Yogya dan seorang penulis produktif.

Beginilah rangkaian cerita selengkapnya…

***

Perkenalan saya dengan Mas Azzet bermula dari saling mengunjungi blog. Saya suka dengan posting-posting di blognya yang bernafaskan religius. Walau demikian, tulisannya disampaikan dengan bahasa yang lugas, sederhana, tidak menggurui dan tidak bertele-tele. Postingan-postingannya membuat saya rindu untuk kembali mengunjungi blognya dan berkomentar disana.

Suatu saat saya mendapat pesan dari Mas Azzet kalau saya mendapatkan cendramata sebuah buku karyanya yang sudah memasuki cetak ulang yang ke-6. Sebuah buku best seller. Cendramata ini ia berikan semata hanya karena saya berkomentar pada salah satu postingan di blognya.

7 CaraAkhirnya saya mendapatkan buku 7 Cara Agar Rezeki Semakin Bertambah dan Barakah yang ia kirimkan melalui paket pos. Saya tertegun ketika membaca alamat pengirimnya. Sleman. Ah, jadi Mas Azzet tinggal di Sleman? Bukankah Ngayogjazz juga akan diadakan di desa wisata Brayut yang juga merupakan bagian dari Sleman?

Mulai saat itu, saya instens berkomunikasi dengan Mas Azzet. Saya banyak bertanya mengenai perjalanan menuju Brayut dan kemungkinan saya menginap di homestay disana. Dari komunikasi itulah saya kian tidak sabar untuk segera menuju Brayut untuk menghadiri Ngayogjazz.

Pertemuan…

Kamis sore, 20 November 2014, jam 17.30, saya memulai perjalanan saya menuju Yogya dengan naik bus malam. Perjalanan malam yang cukup mengasyikan, karena saya baru mengalami perjalanan ke Yogya atas prakarsa sendiri. Beberapa tahun lalu pernah mengunjungi Yogya, dalam bentuk rombongan bersama teman-teman kerja.

Selama di perjalanan, beberapa kali berkirim pesan singkat dengan Mas Azzet. Hal luar biasa yang membuat saya tertegun adalah Mas Azzet akan menjemput saya di terminal bus Giwangan dan mengantar saya ke Brayut. Luar biasa karena berjumpa saja belum pernah ini malahan ia berkenan meluangkan waktu untuk mengantar saya sampai ketujuan.

Sekitar jam 07.00 bus yang tumpangi sampai juga di terminal bus Giwangan. Saya menghubungi Mas Azzet, dimana ia menunggu. Akhirnya kami bertemu juga. Ah, ini rupanya Mas Azzet. Bersalam dan berpelukan pembuka percakapan kami selanjutnya. Anehnya, saya tidak merasa canggung, benar-benar bagai sahabat lama yang sudah lama tidak jumpa.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Brayut, kami sempat sarapan pagi dulu di Warung Soto Lamongan Cak Sodik. Sarapan pagi yang nikmat, disertai obrolan perkenalan lebih lanjut antara saya dan Mas Azzet di pagi ini sungguh memberi nilai akan makna persahabatan yang tetap indah.

Menuju Desa Wisata Brayut

Seusai sarapan pagi, perjalanan menuju Brayut dimulai. Sepanjang perjalanan Mas Azzet memperkenalkan tempat-tempat di Yogya yang dilewati. Jalanan yang mulai dipadati lalu-lalang kendaraan kemudian berbelok menyusuri jalanan yang sepi, jalan menuju desa wisata Brayut.

Kami memasuki desa wisata Brayut, setelah terbaca plang penunjukan arah ke desa ini. Situasi lingkungan desa yang asri dan hening saya rasakan pagi itu. Disana-sini telah terpasang umbul-umbul dan plang raksasa berisi informasi panggung-panggung yang akan digunakan untuk pertunjukan jazz berikut peta lokasinya yang cukup jelas.

Menemukan Homestay

Sampai di desa wisata Brayut, saya masih menyisakan satu masalah. Bagaimana saya menginap disini? Ternyata ini bukan hal sulit. Setelah bertemu dengan ketua lingkungan desa wisata dan dengan bantuan bendaharanya, akhirnya saya ditempatkan untuk menginap di rumah salah satu penduduk. Jadilah saya merepotkan keluarga tersebut selama 2 malam saya menginap di rumah mereka.

Ini rumah tempat saya menumpang menginap selama 2 malam beserta keadaan kamarnya yang mereka persiapkan untuk saya. Homestay yang nyaman. Luar biasa keramah-tamahan mereka menerima kedatangan saya ini.

Belakangan saya baru menyadari kalau panggung yang berdiri halaman rumah yang saya tempati itu adalah panggung utama, panggung Bang Bung. Keadaan ini memberi kesempatan kepada saya untuk bertemu dan berbincang sejenak dengan penyanyi jazz kesayangan saya, Syaharani, besok pagi saat ia akan melakukan check sound di panggung tersebut, seperti yang saya  tuliskan dalam Nyagogjazz: Bukan Hanya Suguhan Jazz.

Sabtu Sore hingga Malam

Sore keesokan harinya, saya bertemu dengan blogger lainnya, Mas Nuz aka Nuzulul Arifin. Mas Nuz ini blogger Mojokerto yang sudah lama berteman dengan Mas Azzet. Sempat berhujan-hujanan bersama sore itu saat kami menyaksikan salah satu penampil. Untungnya hujan tidak berlangsung lama karena beberapa saat kemudian hujan mereda.

Mas Azzet, Saya dan Mas Nuz.

Mas Azzet, Saya dan Mas Nuz.

Malam hari, saya bersama Mas Azzet berdesak-desakan dengan penonton lainnya saat menyaksikan Syaharani – ESQI:EF yang tampil di panggung Bang Bung. Pertunjukan jazz yang hebat dapat dilihat dari animo penonton yang luar biasa memadati area sekitar panggung.

Seni MerangkaiDi akhir perpisahan malam itu dengan Mas Azzet, saat mengobrol dan menikmati kopi ditengah gelapnya sekitar area Brayut karena aliran listrik yang padam dari sekitar jam 20.00 hingga menjelang tengah malam, mas Azzet memberi saya cendramata sebuah buku karya bertiga antara Mas Azzet, Bunda Lily aka Lily Suhana dan Pakde Cholik aka Abdul Cholik. Buku yang baru diterbitkan mereka ini berjudul Seni Merangkai Keberhasilan dengan sub judul Rahasia Hidup Sukses dan Bahagia.

Buku yang sarat dengan tulisan-tulisan inspiratif ini menyuguhkan bagaimana cara efektif sekaligus menyenangkan dalam meraih apa yang dicita-citakan.

***

Akhirnya saya menemukan kaitan yang kuat antara Blog, Jazz dan Persahabatan. Saya tetap berkeyakinan persahabatan itu indah, tak perduli dimanapun terjalinnya. Tentu saja ketulusan, niat baik dan saling berbagi tetap manjadi landasan utamanya.

Terima kasih kepada Mas Azzet atas semua bantuan dan kemurahan hatinya. Waktu berharga yang Mas Azzet luangkan demi pertemuan ini sungguh tak ternilai artinya bagi diri saya. Entah bagaimana saya harus membalas semua kebaikan yang telah Mas Azzet berikan.

Ya, persahabatan demikian indah…

Bekasi, 24 November 2014

Catatan:

Tulisan mengenai pelaksanaan festival jazz Ngayogjazz sedang saya susun. Dalam waktu dekat akan segera saya posting. Terima kasih.

Catatan
Posting ini telah di publish di VIVAlog-VIVAnews disini. Terima kasih.

33 pemikiran pada “Blog, Jazz dan Persahabatan

  1. Alhamdulillaah…, tentu saya juga senang sekali dapat berjumpa dengan Pak Titik Asa. Terima kasih banyak ya, Pak, atas persahabatannya yang hangat. Semoga di lain waktu dapat berjumpa kembali, yang tentu saja, sembari kita terus menjalinnya melalui media blog ini🙂

    • Saya yang mestinya mengucap banyak terima kasih kepada Mas. Mas telah banyak meluangkan waktu untuk saya sejak saya mulai tiba di Giwangan.
      Semoga lain waktu kita dapat dipertemukan kembali dalam suasana yang lebih baik.

      Salam persahabatan selalu Mas,

    • Terima kasih, Mang. Salam silaturahmi kembali dari saya.
      Kapan-kapan kita kopdar bersama saja, mohon maaf tidak sempat diinfo saat ketemuan di Ngayogjazz.

      Salam,

    • Kabar baik, bagaimana dengan Ra?

      Wah, Bapaknya penyuka jazz juga ya? Saya suka juga Yellow Jacket, masih menyimpan 5 albumnya dari album 1981 – Yellow Jackets sampai album 2011 – Timeline.
      Mungkin Bapaknya suka juga dengan Mezzoforte dan Casiopea?

      Salam,

  2. Ping balik: Langkah Kaki di Yogyakarta | Sisi Hidupku

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s