Liburan panjang seusai Idul Fitri 1435 H saya dan keluarga menyempatkan untuk jalan-jalan mengunjungi pantai Ujung Genteng. Sudah lama berharap ada waktu yang pas untuk mengunjungi pantai ini, namun selalu saja ada penghalang. Beberapa saat lalu, sudah diniatkan untuk mengunjunginya, namun perjalanan saat itu akhirnya hanya berujung di Pantai Minajaya, seperti saya tuliskan pada posting berjudul Ke Pantai Minajaya yok…

Memang agak jauh pantai Ujung Genteng ini dari Sukabumi. Tak seperti pantai Palabuhanratu yang masih dapat dikunjungi dengan tanpa menginap, berkunjung ke pantai Ujung Genteng tidaklah demikian. Menginap barang semalam di Ujung Genteng tampaknya jadi hal yang harus dilakukan. Begitulah kira-kira pendapat saya.

Saya share pengalaman perjalanan saya ke pantai Ujung Genteng dan apa saja yang saya nikmati selama berada di pantai Ujung Genteng terebut…

***

Perjalanan…

Berangkat agak siang dari rumah, saya dan rombongan keluarga berkendaraan menyusuri jalan raya yang sudah mulai ramai dengan lalu-lalang berbagai jenis kendaraan. Berbelok dari simpangan memasuki daerah Panggeleseran. Jalan raya yang tidak bisa dikatakan mulus saya lalui. Boleh dibilang antara Panggelesesan dan Lengkong kondisi jalan sudah demikian parah. Hal yang mengganggu kenyamanan bagi siapapun yang melewati jalan ini.

Lewat tengah hari, saya sempatkan dulu untuk istirahat sejenak dengan berhenti di Masjid Al-Amin di Lengkong. Memulihkan kembali sendi-sendi yang mulai terasa pegal dan melaksanakan shalat di masjid ini. Sungguh ini masjid yang sejuk, bersih dan terawat baik. Tak salah bila saya temui banyak juga pengendara yang istirahat sejenak disini.

Untuk urusan perut yang mulai bernyanyi, saya singgah di pertigaan Kiara Dua. Ada warung pinggir jalan yang menyediakan berbagai makanan disini. Kepincut melihat warungnya yang dari jauh tampak rapi ini, penasaran untuk memesan menu makanan yang disediakan disini. Mie bakso dan es buah, pilihan menu makanan yang saya pilih dari warung ini.

Memasuki area Ujung Genteng kondisi jalan sudah demikian mulus. Di jalan ini saya melewati jembatan yang cukup panjang. Namanya Jembatan Cikarang. Dibawah Jembatan Cikarang ini ada dua sungai yang kemudian beradu menjadi satu sungai menuju pantai Ujung Genteng. Sungai yang mengarah ke pantai Ujung Genteng demikian lebar. Mungkin ini sungai terlebar yang saya saksikan lewat mata kepala sendiri selama saya hidup.

Saya dan rombongan menginap di sebuah vila di area pantai Cibuaya. Memasuki area pantai Cibuaya, kendaraan harus berbelok keluar dari jalan mulus yang tadi saya lalui. Jalan menuju pantai Cibuaya ini bernama Jalan Pangumbahan. Saya tak habis pikir mengapa jalan ini sepertinya dibiarkan dalam kondisi sementara seperti ini. Jalan ini belum beraspal, banyak bebatuan. Padahal area ini adalah area yang baik untuk wisata.

Kondisi jalan yang buruk ini memaksa kendaraan untuk menurunkan laju kecepatan.  Kondisi ini terbayar dengan pemandangan indah sepanjang pantai disebelah kiri dan jejeran vila disebelah kanan yang akan kita akan pilih untuk tempat menginap.

Banyak vila tersedia disepanjang Jalan Pangumbahan dipinggir pantai Cibuaya ini. Mulai dari vila yang berbentuk hanya satu rumah sampai dengan vila yang masing-masing kamarnya menempel. Harga sewa vila per malam yang tidak begitu mahal di hari-hari liburan biasa, melonjak hingga naik 50%-an di masa libur lebaran ini.

Menanti Senja…

Jelang senja, saya menyusuri pantai. Saat senja adalah saat yang indah, apalagi bila disaksikan dari pantai. Hal yang tak mungkin untuk dilewatkan begitu saja.

Saya melihat beberapa orang duduk-duduk dipesisir pantai dengan mata mereka mengarah ke laut lepas. Detik-detik pergeseran dari sore ke malam memang tak terlukiskan indahnya dengan kata-kata. Mungkin jepretan kamera berikut mewakili keindahan senja yang sekejap berlalu itu.

Menanti Pagi…

Seperti juga senja, saat pagi adalah saat yang indah juga untuk dinanti. Sinar matahari yang mulai menyeruak perlahan dari balik pegunungan yang biasa menyiramkan warna-warna yang indah. Tak salah kalau sudah banyak orang yang hilir mudik dipantai di saat pagi ini.

Pantai Cibuaya yang berkarang dengan air lautnya yang jernih dan ombaknya yang tenang. Duduk-duduk di pesisir pantai, bermain di atas hamparan karang atau bahkan menceburkan diri ke laut yang tak dalam, sebagian dari apa yang dilakukan orang-orang pengunjung pantai ini.

Saya berpikir, ada baiknya kita belajar kepada anak-anak bagaimana cara menikmati keindahan pantai dan lautnya ini. Lihatlah mereka ini, anak-anak kita. Dengan bebasnya mereka bermain. Mandi, merendam tubuh, bahkan terlentang seperti tidur pun dengan riang mereka lakukan…

Pagi di pesisir pantai yang bersih memang demikian indah. Lihatlah…

Saat menjelang pulang, tak lupa saya dan keluarga menyempatkan untuk berfoto didepan vila yang menjadi tempat menginap semalam. Sampai jumpa lagi Pantai Cibuaya, Ujung Genteng di waktu mendatang…

***

Lokasi tujuan wisata yang indah banyak tersedia di daerah Sukabumi ini. Pantai Ujung Genteng hanyalah salah satunya. Daerah wisata ini sangat potensial untuk terus dikembangkan kedepannya. Beberapa infrastruktur memang masih harus diperbaiki. Salah satu yang mencolok adalah infrastruktur jalan raya seperti yang saya sampaikan diatas, terkhusus untuk kondisi jalan Pangumbahan yang terlihat demikian sangat memprihatinkan.

Semoga pemerintah daerah setempat segera bergegas untuk membenahi baik infrastruktur jalan maupun infrastrukur lainnya guna menunjang pengembangan kawasan wisata disana.

Bekasi, 5 Agustus 2014

 

Iklan