Berkumpul Menikmati Jazz

Jazz selain nikmat untuk didengarkan sendiri, nikmat juga untuk didengarkan bersama teman-teman sambil berkumpul dan bercengkrama. Apalagi dinikmati secara langsung melalui pentas pergelaran atau live, bagi penyuka jazz seperti saya, sungguh hal yang sulit untuk digambarkan dalam rangkaian kalimat berkenaan dengan perasaan yang berkecamuk dalam diri saya.

Jumat, 30 Mei 2014, saya berkesempatan menghadiri pergelaran jazz yang digagas oleh Komunitas Jazz Sukabumi atau lebih dikenal di twitter dengan Ngariung Jazz dengan akun @ngajess.  Kata ngariung (bahasa Sunda) dalam bahasa Indonesia berarti berkumpul. Ngariung Jazz secara bebas dapat dimaknai dengan berkumpul bersama menikmati jazz.

Komunitas penggemar, pemain, pendengar dan pengapresiasi jazz di Sukabumi dan sekitarnya ini, atau disingkat menjadi Komunitas Jazz Sukabumi, dibentuk pada tahun 2011. Komunitas ini telah melaksanakan beberapa kali pergelaran jazz di Sukabumi dan ini adalah pergelaran jazz yang keempat yang diadakannya. Namun bagi saya ini adalah pergelarannya yang pertama yang saya hadiri.

***

Sumber: @ngajess

Rencana pergelaran jazz pada Jumat, 30 Mei 2014, telah diinformasikan beberapa minggu sebelum acara ini berlangsung. Informasi ini saya peroleh dari linimasa akun @ngajess. Selain tanggal pelaksanaan kapan pergelaran ini akan berlangsung, juga disana disampaikan grup band beserta musisi jazz siapa saja yang akan tampil. Beberapa grup band yang berasal dari Sukabumi, satu grup band dari Cianjur dan seorang gitaris jazz senior, Donny Suhendra, akan mengisi acara ini.

Informasi tersebut merupakan hal yang sangat menarik bagi saya. Beberapa pentas jazz telah saya hadiri, termasuk selang beberapa minggu lalu di Kampoeng Jazz, namun belum pernah satupun pergelaran jazz yang berlangsung di kota kelahiran sendiri, yaitu Sukabumi, yang saya hadiri. Menghadiri pergelaran jazz di kota kelahiran sendiri tentunya merupakan hal yang saya selalu saya idamkan.

Pergelaran jazz ini dilaksanakan di La Palma Foodcourt yang berada di kawasan Selabintana, Sukabumi bagian utara. Kawasan yang sudah terkenal dengan berbagai area tujuan wisata dan berudara sangat sejuk. Panggung untuk pementasan telah disiapkan dengan baik di tengah area foodcourt ini. Saya membayangkan betapa asyiknya menyaksikan pergelaran jazz ditengah udara sangat sejuk sambil menikmati kopi panas yang saya pesan dari salah satu stand penyaji kopi disana.

Jam 20.00 malam pentas pergelaran jazz inipun dimulai. Jazz mengalun dengan indah. Saya sendiri baru meyadari kalau di Sukabumi ini telah ada beberapa grup band jazz dengan pemain-pemainnya yang rata-rata masih berusia muda.

Saya melihat beberapa grup band masih berada dalam tahap pematangan. Tak heran kalau dari beberapa grup band yang tampil tampak seperti ada jarak dengan penonton. Terlihat seperti belum tercipta komunikasi antara musisi yang menampilkan jazz diatas panggung dengan penonton yang hadir. Padahal, menurut saya, komunikasi yang terjalin antara grup band dengan penonton merupakan salah satu aspek yang penting dalam satu pementasan.

Beberapa grup band saya coba ulas penampilannya. Ulasan saya ini bersifat sangat personal sesuai dengan mindset saya tentang jazz yang telah terbentuk sejak saya mulai intens mendengarkan jazz saat saya duduk di bangku sekolah menengah pertama.

WanaWaniWawuh

Grup band ini sepertinya masih bersifat project. Menurut pengakuannya diatas panggung, beberapa pemain grup ini merupakan pemain juga pada grup band lain. Hal yang menarik dari grup band ini adalah “keberanian” nya memasukan unsur-unsur nada tradisional pada komposisi jazz yang mereka tampilkan malam ini.

Lagu daerah berjudul Gundul-gundul Pacul mereka poles dengan sentuhan jazz yang memikat namun dengan tetap menyertakan nada-nada tradisional lagu ini. Sungguh memikat penampilan mereka ini…

Grup band WanaWaniWawuh.

Grup band WanaWaniWawuh.

Baracuda

Grup band ini berasal dari Cianjur. Grup band yang mengaku mengusung aliran jazz rock ini membawakan dua lagu jazz lawas yang sangat terkenal. Lagu jazz berjudul Summertime dan Take A Train dibawakan dengan baik oleh mereka. Saya sendiri terpesona ketika mereka membawakan lagu Take A Train. Saya pikir mereka memiliki power yang cukup baik. Saya yakin dengan diasah lebih baik lagi, mereka akan menjadi jazz band yang hebat.

Formasi yang unik dari grup band ini, dengan menampilkan pemain biola wanita, mengingatkan saya pada grup jazz band bernama Bhaskara’86. Bhaskara’86 menyertakan pemain biola wanita dalam grupnya yang bernama Luluk Purwanto. Luluk Purwanto yang khas dengan biolanya yang berwarna hijau dan permainan biolanya yang unik memberikan warna tersendiri pada komposisi jazz yang disajikan oleh Bhaskara’86, seperti yang pernah saya tuliskan dalam posting saya berjudul Jazz Band dalam Kenangan, Bhaskara’86.

Pada penampilan Baracuda malam ini, permainan dan nada biola belum terlihat dominan menghias komposisi jazz yang ditampilkan grup ini, bahkas sepertinya belum diberi “ruang” yang luas untuk berimprovisasi dalam memberikan melodi. Padahal menurut saya melodi biola akan memberi warna pada komposisi jazz dan tentunya akan menjadi ciri khas grup band ini.

HelloFriday

Grup band ini sudah demikian terkenal di kalangan anak muda Sukabumi. Lagu-lagu yang diusung oleh mereka adalah lagu-lagu yang populer bagi banyak penonton malam ini, yang kebanyakan anak-anak muda. Kepiawaian mereka memainkan alat musik dan kehebatan vokalisnya yang demikian leluasa membangun komunikasi dengan penonton, sangat mengagumkan. Saya pikir inilah salah satu kekuatan dari grup band ini.

All Voices

Bagi saya pribadi inilah grup band terhebat yang tampil pada pergelaran ini. Permainan musiknya yang rapi dan kompak, gaya vokal penyanyinya yang khas dan kemampuannya menjalin komunikasi dengan penonton, sangat mengagumkan.

Lagu Berharap Tak Berpisah, yang aslinya pernah dibawakan oleh penyanyi Reza Artamevia, ditata ulang komposisinya musiknya oleh mereka. Mereka membawakan lagu ini dengan rileks dan penuh penghayatan. Lagu ini cukup membawa penonton terhanyut. Tak heran bila diakhir lagu, banyak penonton yang berteriak, lagi…lagi…

Lagu lainnya yang mereka bawakan berjudul Pupus. Lagu yang populer lewat grup band Dewa ini lebih menghanyutkan penonton dibanding saat mereka membawakan Berharap Tak Berpisah. Dengan menyertakan vokalis wanita dengan warna vokalnya yang khas, membuat mereka sepenuhnya menguasai panggung dan memikat seluruh penonton yang hadir untuk menyanyi bersama. Sungguh ini semacam komunikasi yang sangat berhasil mereka bangun dengan penonton yang hadir malam ini. Bravo…

Donny Suhendra

Donny Suhendra yang baru-baru ini saya saksikan penampilannya bersama grup band Krakatau Reunion di Kampoeng Jazz, malam ini tampil lebih sebagai guru ketimbang musisi.

Penampilan Donny Suhendra pada sesi pertama keatas panggung, mengajak musisi-musis jazz Sukabumi untuk ber-jam session. Musisi jazz Sukabumi yang ber-jam session cukup dapat mengimbangi permainan gitar Donny Suhendra. Pada jam session pertama ini, mengalunlah dengan indah lagu jazz standar Autumn Leaves dari petikan gitarnya.

Lagu kedua yang ditampilkan berjudul Everyday I Have the Blues. Disertai dengan vokal dari salah seorang gitaris Sukabumi yang ber-jam session, membuat saya terkagum. Saya baru menyadari kalau di Sukabumi ternyata ada gitaris yang hebat yang mampu mengimbangi permainan gitar Donny Suhendra.

Pada sesi kedua penampilan Donny Suhendra di panggung, ia menyampaikan komposisi jazz terbarunya. Ia memainkan gitarnya secara solo, sedangkan musik pengiringnya berasal dari rekaman yang diputar.

Sebelum menginjak penampilan terakhir, yang kembali mengajak musisi dan penyanyi jazz Sukabumi untuk ber-jam session, diberikan sedikit waktu kepada penonton untuk bertanya perihal jazz kepada Donny Suhendra.

Saya sendiri bertanya perihal genre jazz yang Donny Suhendra anut. Saya pribadi membandingkan gaya permainan gitarnya saat ia bermain dengan grup band Krakatau dengan gaya permainan gitarnya bersama grup ESQI:EF, yang dimotori oleh panyanyi Jazz Syaharani, terutama pada lagu Morning Coffee.

Donny Suhendra mengakui kalau ia cenderung ke gaya jazz fusion, walau latar belakang musiknya berasal dari Rock. Menurutnya, genre apapun yang ia mainkan tidak akan membelenggunya untuk terpaku pada genre tersebut. Malahan genre-genre itu ia mainkan untuk lebih bereksplorasi dan memberikan kebebasan bagi dirinya untuk ber-improvisasi.

Akhirnya pergelaran jazz malam ini ditutup dengan dibawakannya lagu berjudul Ekspresi. Lagu yang mengajak untuk terus berkarya dan berkspresi ini dibawakan bersama musisi dan vokalis jazz Sukabumi. Lagu yang me-motivasi ini sungguh pas dibawakan pada akhir pergelaran malam ini.

Ekspresi. Lagu terakhir malam ini...

Ekspresi. Lagu terakhir malam ini…

***

Saya sungguh salut dengan pergelaran jazz yang digagas oleh Komunitas Jazz Sukabumi ini. Rasanya saya tidak merasa “kesepian” lagi karena ada banyak teman penyuka jazz disini. Setidaknya, minimal saat ini saya menyadari kalau ternyata ada potensi jazz yang hebat dan menjanjikan di Sukabumi.

Sebagai pecinta jazz, saya berterima kasih kepada Komunitas Jazz Sukabumi dan La Palma Foodcourt atas terlaksananya pergelaran ini dengan baik dan mempesona.

Semoga kedepan akan terselenggara kembali pergelaran jazz yang lebih baik lagi di Sukabumi.

Sukabumi, 1 Juni 2014

13 pemikiran pada “Berkumpul Menikmati Jazz

  1. senang ya Kang acara musik dengan selera dunia di gelar di kampung halaman. acara berlangsung lancar dan tertib lagi. Sukses buat pemusik jazz tanah air.

    • Ah ya senang sekali, Mbak.
      Apalagi yang tampil di pergelaran ini musisi-musisi yang masih muda. Saya gak mengira sebelumnya kalau di Sukabumi ternyata banyak juga musisi-musisi muda yang berbakat dan menjanjikan.

      Salam,

    • Betul yang Mas Har bilang tentang latar belakang jazz.
      Komentar Mas Har ini membuat saya jadi ingin mendalami latar belakang jazz lebih jauh lagi.

      Salam,

    • Wa’alaikum salam wr.wb, Mbak Fatimah,

      Terima kasih sekali saya diberi hadiah Blog Walking Award. Baik saya segera cek link diatas.
      Sekali lagi, terima kasih sangat, Mbak.

      Salam persahabatan selalu dari saya di Sukabumi,

  2. Ping balik: Menanti Bogor Jazz Reunion 2014 | Sisi Hidupku

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s