Membicarakan kemacetan jalur Sukabumi – Ciawi itu bagai membicarakan hal yang sudah menjadi rahasia umum. Demikianlah keadaannya sampai dengan hari ini. Boleh dibilang kini tidak ada lagi kenyamanan berkendaraan bila melewati jalur ini. Bagi yang hanya lewat sesekali mungkin hal ini tidak terlalu masalah. Tapi bagaimana dengan yang setiap hari, atau setiap minggu, seperti halnya saya ini, melewati jalur tersebut? Hanya bisa mengurut dada. Sabar. Sabar…

Jalur Sukabumi – Ciawi yang asalnya bisa dtempuh dengan kendaraan umum semacam colt hanya 1,5 jam, kini sedikitnya diperlukan waktu 2,5 jam. Saya sendiri pernah mengalami kemacetan yang teramat parah saat pulang ke Sukabumi. Dari Ciawi sekitar jam 19.00, sampai di Sukabumi sekitar 24.30. Dapat dibayangkan betapa buruknya kondisi lalu-lintas saat itu.

Berikut sedikit ulasan saya tentang kemacetan ini yang bermuara pada titik pangkal kemacetan di Jembatan Caringin…

***

Pertama, kemacetan jalur lalu-lintas Sukabumi – Ciawi disebabkan adanya pasar yang berlokasi di pinggir jalan raya. Dua lokasi yang kerap macet adalah sekitar Cicurug dan Cibadak. Dikedua tempat itu, pasar memang berada dipinggir jalan raya. Kondisi yang menyebabkan banyaknya manusia dan angkutan umum yang berjalan pelan atau bahkan ngetem menyebabkan kemacetan yang panjang.

Untuk menghindari dua lokasi macet tersebut, biasanya kendaraan akan melalui daerah Tenjo Ayu guna menghindari kemacetan disekitar Cicurug. Untuk menghindari kemacetan di Cibadak, jalan alternatif akan melingkar melewati jalan Nagrak.

Kedua, kemacetan bisa juga disebabkan oleh pekerja-pekerja pabrik, terutama saat masuk dan pulang kerja. Seperti diketahui, kini banyak pabrik-pabrik yang kebanyakan padat karya yang berlokasi disebelah kiri dan kanan jalan disekitar Cigombong sampai dengan daerah Bojong Kokosan, Parung Kuda.

Ketiga, kemacetan kian parah dengan adanya jembatan Caringin yang belum juga selesai perbaikannya hingga saat ini. Jembatan Caringin ini terkena oleh longsor yang meruntuhkan satu sisi jembatannya. Longsor ini disebabkan oleh hujan deras yang melanda pada hari Selasa, 8 Oktober 2013.

Selasa kemarin, 14 Januari, saat saya pulang dari Sukabumi dengan menumpang colt, dan kebetulan saya duduk di depan, saya sempat mengambil beberapa foto melalui kamera hp saya. Foto-foto ini menggambarkan kondisi saat menjelang dan saat melewati Jembatan Caringin.

Kendaraan mulai melambat dan rapat saat menjelang Caringin. Pas belokan Caringin kendaraan akan semakin padat. Disebelah kiri ada pasar Caringin dan juga pertigaan dengan satu jalan keluar yang merupakan jalan alternatif menuju Bogor.

Melewati pasar Caringin terlihat dari jauh kondisi jembatan Caringin yang masih dalam perbaikan. Walau kini sudah bisa dilewati oleh dua arah kendaraan, tapi dengan kondisi jembatan seperti ini tentu kendaraan tidak bisa melewatinya dengan melaju kencang. Ini kondisi yang sudah lumayan baik dibanding kondisi pada minggu-minggi sebelumnya dimana hanya dibuka satu jalur saja. Harus buka tutup arus lalu-lintas untuk melewati jembatan ini.

Kondisi konstruksi jembatan saya sempat foto dari pertengahan jembatan. Disini dapat terlihat satu arah lalu-lintas yang berada diatas jembatan sementara, sedangkan arah lainnya dengan menginjak aspal jalan. Juga bagaimana kondisi jalan di ujung jembatan menjelang melewati jembatan Caringin ini

Untuk menghindari kemacetan yang terjadi disekitar Jembatan Caringin, jalur alternatif yang biasa diambil oleh angkutan umum semacam colt ini biasa melalui jalur Cihideung. Melaui jalur ini kendaraan umum dari Sukabumi akan langsung menuju kota Bogor. Praktis jembatan Caringin dan Ciawi tidak terlewati. Ini, disamping membuat repot penumpang yang akan turun dan berganti kendaraan di Ciawi, juga sopir angkutan umum biasanya meminta tambahan ongkos.

Selain beberapa titik kemacetan yang saya kemukakan disini, ada juga titik-titk rawan macet lainnya. Tapi saya pikir ketiga titik tersebut diatas merupakan faktor dominan penyebab kemacetan jalur Sukabumi – Ciawi saat ini.

***

Saya tidak tahu kapan Jembatan Caringin ini direncanakan harus selesai. Mengingat dari awal kerusakan jembatan ini, yang bermula pada tanggal 8 Oktober 2013, sampai dengan kemarin saya melewati jembatan itu sudah memakan waktu 3 bulan.

Ah, rupanya saya dan pengguna jalur Sukabumi – Ciawi lainnya masih harus bersabar…

Bekasi, 16 Januari 2014

Iklan