Potret Keluarga Muda

Salah satu hal positif yang saya temui selama tinggal dikontrakan ini adalah saya banyak memperhatikan beberapa keluarga muda yang tinggal di kontrakan. Suatu hal yang mengingatkan saya ke waktu saya seperti mereka juga. Membangun keluarga tahap demi tahap, dimulai dengan harapan masa depan yang lebih baik disertai upaya dan doa yang tiada putus.

Akankah apa yang diharapkan dan dicita-citakan saat pertama bangunan keluarga itu dibentuk akan tercapai?

Itu sebagian dari rahasia yang tetap akan menjadi misteri dalam kehidupan ini. Kelak berpuluh tahun kemudian banyak yang berhasil mencapai apa yang dicita-citakan sejak awal. Banyak juga yang kandas, berakhir dengan kehancuran. Namun banyak juga yang seperi berjalan di tempat. Demikian kenyataannya.

***

Satu dari sekian keluarga muda yang sering saya perhatikan adalah keluarga muda yang kamar kontrakannya bersebelahan dengan kamar kontrakan saya. Sering ngobrol dengan mereka. Saat ngobrol ini adalah saat yang baik bagi saya untuk menyelami apa yang mereka pikirkan juga apa yang mereka idamkan.

Kedua suami istri keluarga muda ini berasal dari Purwokerto. Sudah hampir dua tahun mereka tinggal disini. Suami istri ini kedua-duanya bekerja di pabrik. Sang suami bekerja di pabrik furniture yang lumayan besar dengan merk dagang yang terkenal. Sedangkan sang istri bekerja di pabrik garment. Pabrik yang memproduksi berbagai jenis pakaian untuk keperluan ekspor. Sang suami masih berstatus karyawan kontrak di pabriknya. Sang istri sudah lebih baik. Ia sudah menjadi karyawan tetap. Suami istri ini bekerja dengan sistem kerja shift. Pabrik mereka sama-sama menerapkan kerja shift dengan dua shift kerja per hari.

Mereka sudah mempunyai anak satu. Seorang putri. Mereka selalu membanggakan kepada siapa saja anak pertamanya ini. Mereka bilang, semoga kelak anaknya bernasib lebih baik kehidupannya dibanding mereka saat ini. Yang menambah kebanggaan bagi mereka karena anak pertama mereka ini lahir di Hari Kartini, tepat tanggal 21 April.

Saya sering berbincang dengan suaminya itu terutama kalau ia sedang menimang dan menidurkan anaknya di pangkuan. Lihatlah bagaimana ia menimang anak pertamanya dengan penuh kasih sayang melalui foto yang sempat saya ambil di bulan Oktober, saat anaknya baru berusia 6 bulan.

Timang-timang anakku sayang...

Timang-timang anakku sayang…

Kini keluarga muda ini memboyong si mbok dari kampung. Si mbok inilah yang merawat anak terutama saat ibunya bekerja.  Saya tak bisa membayangkan, bagaimana mereka bertiga tinggal dalam kamar kontrakan yang tidak luas ini.

Apa sebenarnya yang mereka idam-idamkan saat ini?

Pertanyaan seperti itu selalu terbersit di benak saya kalau memperhatikan keluarga muda seperti ini. Dari ngobrol panjang-lebar saya menyimpulkan satu keinginan mereka. Keinginan ini nampaknya umum bagi keluarga-keluarga muda. Keinginan itu adalah memiliki sebuah rumah sederhana.

Konon, keluarga muda ini kini sedang giat menabung. Menyisihkan dari upah mereka berdua bulan demi bulan. Uang ini kelak kalau sudah terkumpul akan dijadikan sebagai uang muka untuk memiliki rumah sederhana di satu perumahan yang banyak tersebar di sekitar area ini.

Ini foto yang saya ambil beberapa hari berselang. Anak pertamanya kini sudah 8 bulan usianya dan si Mas yang selalu tampak riang dan banyak senyum saat berbincang dengan saya.

***

Potret keluarga muda ini saya pikir merupakan potret umum keluarga muda yang banyak menempati area-area perkotaan terkhusus disekitaran area industri. Keluarga muda dengan cita-cita yang mulia namun juga tetap sederhana.

Bekasi, 31 Desember 2013

Note

Posting ini menutup rangkaian postingan saya selama tahun 2013.

Terima kasih banyak kepada sahabat yang sudah berkunjung ke blog saya dan memberikan komentar disini. Apapun yang saya tulis, semata hanya pendapat dan pandangan pribadi saja dari apa yang saya lihat dan temukan dalam perjalanan hidup saya.

Selamat menyambut tahun baru 2014.

37 pemikiran pada “Potret Keluarga Muda

    • Semoga mba. Saat ini mereka sedang mengadakan semacam “crash program” biar dapat segera terkumpul untuk bayar DP-nya. Karena makin telat DP terkumpul, semakin telat memiliki rumah. Efeknya, cicilan bulanannya semakin naik. Kurang lebih demikian yg mereka bilang sama saya.

      Selamat tahun baru 2014 juga mba. Moga mba dan suami rukun selalu disana.

      Salam,

      • Pengalaman saya sih mas, mengumpulkan DP sangat tidak mudah. Tapi jika memang sudah diniatkan benar pasti bisa.
        Cara lain adalah dengan mencoba untuk KPR di beberapa bank mas. Jika rumah yang ingin dibeli memiliki nilai yang cukup bagus, bank bisa memberi lebih dari harga jual rumah itu, nah selisih itulah yang digunakan untuk DP (walaupun tetap kita harus siapkan DP dulu, nanti begitu dapat dari bank bisa langsung ganti uang DP itu).

        Mudah2an impian keluarga muda itu segera terwujud mas. Saya memahami perasaan itu walau belum berkeluarga.

        Selamat tahun baru mas.

        • Makasih masukan yg berharga ini Mas. Coba nanti saya ajak diskusi si Mas nya.
          Mudah-mudahan mereka segera memiliki rumah melalui KPR.
          Selamat tahun baru juga mas Ryan. Semoga tahun ini lebih sukses dibanding tahun lalu.

          Salam,

    • Hehehe…bagus. Segera menikah ya, jangan lupa nanti kirim undangannya untuk saya.
      Nah, kalau menurut saya sih mending nikah dulu, bila dirasa sudah mampu, kemuian berusaha bareng dgn istri. Kalau menunggu mapan dulu, kuatir nanti nikahnya sudah agak berumur. Mesti dipertimbangkan juga kelak dgn usia anak kita. Harapannya, anak sudah besar tapi kita orang tua masih segar.
      Demikian, hanya pendapat pribadi saja.

      Salam,

    • Ini bagus banget. Membangun keluarga di kampung halaman saja kalau bisa mah. Betul banget enakan di lembur. Saya merasakan hal yg sama. Saya pun memboyong kembali keluarga dari Bekasi ke Sukabumi saat anak pertama masuk SMP. Jadilah sekarang saya tiap malam jadi aki-aki jomblo, da pulkam ke Sukabumi na minggonan…

      Salam,

  1. kunjungan balik ya mbak titik…menarik mengamati keunikan keluarga. saya juga senang melihat keluarga yang saling menyayangi dan selalu berorientasi untuk kebaikan masa depan…

    • Terima kasih kunjungannya ke blog saya ini, mba.
      Ah beginilah saya mba, selama tinggal di kontrakan jadi suka mengamati keluarga-keluarga muda seperti keluarga si mas yg saya posting ini.

      Salam,

  2. Potret masyarakat urban di zaman modern. Semoga keluarga mereka diberi kelimpahan rezeki agar bisa hidup dengann lebih baik. Dan putrinya menjadi anak salihah dan membanggakan ortunya. aaamiin.

  3. jadi teringat masa-masa pertama kali saya memulai hidup di Jakarta. Samalah kira-kira. Namun kalau sekarang saya renungkan kembali, semangat yang tinggi dan barangkali cinta… membuat kesusahan itu tidak pernah terasa susah… Semoga pasangan ini sukses ya Pak..

    • Mba mengalami kurang lebih seperi keluarga ini di awal memulai hidup di Jakarta?
      Menapak dari bawah disertai semangat dan cinta itu menjadi perjuangan yg tak akan terlupakan selama hidup kita.
      Semoga keluarga ini sukses juga dan untuk mba semoga lebih sukses di tahun yg baru ini.

      Salam,

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Titik Asa,

    Membina keluarga muda mempunyai tantangan tersendiri. Kenangan masa lalu saat awal mempunyai anak dan tinggal di rumah sewa kerajaan banyak mengajar erti kesabaran, bersyukur dan tabah. Ternyata anak memberi rezeki yang melimpah kepada orang tuanya sehingga selalu mahu berusaha membuat yang terbaik untuk keluarga dan masa depan anak-anak.

    Semoga sahaja tetangga mas Titik Asa , akan terus bersemangat untuk mencapai impian mempunyai rumah sendiri dengan mengumpul uang sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit. Mudahan anaknya akan dapat pendidikan yang lebih baik dan mengubah kehidupan keluarganya di masa depan.

    Selamat Tahun Baru 2014 dan salam hormat dari Sarikei, Sarawak.😀

    • Wa’alaikum salam wr.wb, mba Fatimah,

      Ah iya mba, memang demikianlah saat awal membangun keluarga. Melihat keluarga-keluarga muda disini juga membawa kenangan saya ke puluhan tahun yang lalu saat saya mulai membangun keluarga.

      Semoga saja keluarga muda tetangga saya seperti yang mba do’a kan. Amin.

      Selamat Tahun Baru 2014 juga mba.

      Salam dari saya di Sukabumi,

  5. Anaknya lucuuu.
    Hmm beruntung ada si mbok yang bisa diboyong ke Jakarta. Buat keluarga muda dimana 2-2nya bekerja, ada yang momong anak dan bisa dipercaya itu anugerah banget.

  6. Impian keluarga muda … dengan satu – dua anak ?
    biasanya adalah… ingin punya rumah sendiri …
    atau … ingin menyekolahkan anaknya di sekolah yang bagus dan mempunyai bobot pelajaran religi yang tinggi

    (kalau tidak salah itu impian saya ketika pertama kali ngontrak dulu ?)

    Salam saya Kang

    • Seertinya yang Oom bilang ini pas banget. Memang demikianlah impian rata-rata keluarga muda yang saya temui di kontrakan ini.
      Terima kasih kunjungan dan komentarnya di blog sederhana saya ini.

      Salam persahabatan selalu Oom.

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s