Kang Chrisye...
Profil Kang Chrisye…

Saya menyebut akang yang satu ini dengan sebutan Kang Chrisye saja. Entah sudah berapa lama saya mengenal akang ini. Sayangnya perkenalan ini tidak berlanjut ke bentuk persahabatan yang lebih personal. Hanya bentuk perkenalan antara pembeli dan penjual saja. Saya sebagai pembelinya dan Kang Chrisye sebagai penjualnya.

Sebenarnya siapa Kang Chrisye ini dan mengapa ia menjadi semacam kerinduan juga bagi saya?

Baiklah, saya ceritakan serba sedikit…

***

Sudah lama saya mengenal Kang Chrisye. Seingat saya mengenal beliau sewaktu saya masih bertempat tinggal di Bekasi. Saya selalu menyempatkan mendatangi Kang Chrisye ini kalau saya berkunjung ke rumah orang tua di Sukabumi.

Kang Chrisye ini penjual mie baso. Warung basonya terletak di Jalan PGRI, tak jauh dari Mall Sukabumi. Pertama saat mengenalnya, badannya kurus. Berkulit putih. Melihat wajah dan perawakannya saya jadi teringat penyanyi ternama, alm. Chrisye. Jadi secara bercanda saya pernah bilang kalau saya akan memanggilnya dengan sebutan Kang Chrisye saja. Saat itu ia hanya tersenyum saja. Entah setuju atau tidak, bagi saya sudah kadung, Kang Chrisye, demikian saya memanggilnya.

Saya tertarik dengan kerapian penampilan Kang Chrisye ini. Disamping itu kebersihan dalam penataan mie, bihun dan tauge sebagai bahan dasar racikan mie basonya sangat bersih. Ini yang membuat Kang Chrisye seakan menempati tempat tersendiri di hati saya. Dan rasa mie basonya, sungguh, tak pernah mengecewakan lidah saya. Sungguh nikmat. Ditambah di warungnya juga tersedia berbagai jus. Menjadi penyegar yang luar biasa saat mie baso telah saya habiskan.

Dulu Kang Chrisye menawarkan menu basonya yang khas yang ia beri nama baso kotak. Umumnya baso itu kan bundar-bundar bentuknya. Nah, baso buatan Kang Chrisye ini dibentuk seperti kotak. Makanya ia menulis di spanduknya sebagai baso kotak. Saya bilang, ini menu yang dahsyat. Kenapa tidak ditambahkan di spanduknya, misalnya, Baso Kotak Kang Chrisye, kan lebih “menjual”. Mendengar ini, lagi, ia hanya tersenyum.

Terakhir mengunjungi warung basonya sekitar bulan Agustus. Kang Chrisye badannya tidak kurus lagi, tapi sudah agak gemukan. Ternyata ia kini sudah berkeluarga dan beranak satu. Yang membuat saya heran, kini ia tidak lagi menjual baso kotak, trademarknya dulu, tapi ia ganti menjadi baso gundul. Hal ini terbaca dari spanduk yang ia pasang di bagian depan warungnya…

Ketika saya tanyakan, kenapa Kang Chrisye sampai merubah menu jualannya. Dengan lugas ia bilang, agak repot menyiapkan baso kotak. Perlu penangananan khusus yang memerlukan tambahan waktu. Jadi kini ia membentuk basonya kedalam bentuk bundar-bundar. Tapi ia menjamin, tentang rasa tak akan beda.

Ah, sayang sekali. Istilah baso gundul ini agak aneh terdengarnya. Menurut saya pribadi menu jualan berbentuk dan bernama baso kotak itu trademark yang dahsyat. Kenapa ia tidak bertahan di trademark itu saja…

Tentang rapi dan bersihnya tampat menyimpan bahan racikan dasar adonan mie, yang terdiri dari mie, bihun dan tauge, foto dibawah ini menunjukan hal tersebut.

Dan, inilah racikan mie baso, pesanan saya, dan mie yamin, pesanan istri saya, saat siap untuk disantap. Dalam racikan mie baso disertakan irisan-irisan kecil daging sapi. Bagi saya, ini menambah kelezatan mie baso karya Kang Chriye ini.

Mie baso gundul dan mie yamin siap santap...
Mie baso gundul dan mie yamin siap santap…

***

Belakangan saya mendengar kabar dari istri saya kalau warung baso Kang Chrisye selalu tutup. Penasaran hari minggu lalu saya sempatkan melewati Jalan PGRI, kangen tak tertahankan ingin sedikit mengobrol dan menikmati baso gundul Kang Chrisye, apa boleh dikata, ternyata warung basonya memang tutup.

Saya hanya bisa berucap dalam hati, Kang Chrisye dimana dirimu?

Bekasi, 16 Desember 2013

Iklan