Kemana Mencari Pisang Goreng?

Salah satu kenikmatan di Minggu pagi itu, bagi saya, adalah menikmati secangkir kopi panas dan pisang goreng. Semacam rutinitas yang tak pernah membosankan yang biasa saya lakukan seandai berminggu pagi di Sukabumi. Hal yang demikian mudah untuk dilakukan di Sukabumi. Tapi tidak demikian seandai berminggu pagi di Bekasi. Tidak percaya? Coba deh…

Minggu pagi ini saya keluar dari kamar kontrakan saya. Barangkali menemukan ada padagang yang berbaik hati menyiapkan pisang goreng yang saya idamkan. Apa daya, suasana pagi ini demikian sepi. Diselimuti langit yang mendung pagi ini, menambah suasana semakin hening. Orang-orang lebih memilih untuk tetap berdiam di rumahnya masing-masing rupanya…

Minggu pagi masih diselimuti awan mendung...

Minggu pagi masih diselimuti awan mendung…

Minggu pagi ini pabrik sebelah kontrakan saya yang biasa tetap beroperasi, pun tidak terdengar gemuruh suara mesinnya. Mungkin order pekerjaannya sudah tidak sebanyak dulu lagi. Atau mungkin kapasitas produksinya sudah ditambah sehingga tidak lagi perlu untuk beroperasi di hari Minggu. Tergambar dari gang yang sepi. Gang yang biasa diramaikan oleh lalu-lalang pekerja beberapa pabrik yang beroperasi di sekitar perkampungan ini…

Gang yang masih sepi di Minggu pagi ini...

Gang yang masih sepi di Minggu pagi ini…

Mencari pisang goreng bukan hal yang mudah di sekitar kontrakan saya ini. Seperti yang sudah saya duga, pagi ini saya tak menemukannya. Apa yang mudah ditemukan disini? Pastinya pulsa isi ulang yang mudah didapat. Kiosnya sudah buka sepagi ini…

Hanya kios pulsa yang sudah buka di pagi ini...

Hanya kios pulsa yang sudah buka di pagi ini…

Daripada pulang ke kontrakan dengan tangan hampa, saya membeli pulsa isi ulang saja untuk membeli kuota internet. Karena teringat kalau kuota internet di modem saya sudah kritis.

Jadi minggu pagi ini, secangkir kopi hangatnya tidak ditemani pisang goreng, tapi oleh koneksi internet saja. Lumayan kan, walau koneksi internet terasa payah pagi ini, akhirnya bisa posting juga di blog…

Nah, bagaimana dengan Minggu pagi sahabat blogger semua?

Bekasi, 20 Oktober 2013

21 pemikiran pada “Kemana Mencari Pisang Goreng?

  1. Hmm.. Sayang sekali gak dapat pisang goreng ya.:(
    Coba pisang gorengnya di ganti dengan Ubi rebus atau singkong goreng dhe. Asal selingannya tetap kopi yang tak terganti, Sensasinya ndak jauh beda.

    Salam hari minggu ^_^

    • Wah, itu pengganti pisang gorengnya makanan yg saya suka juga Mas.
      Namanya di Bekasi, terkhusus dekat kontrakan saya, jarang sekali yg jualan seperti itu…

      Salam,

    • Sepertinya iya memang demikian, mbak. Secara pulsa telah menjadi kebutuhan utama juga saat ini.
      Hujan disana mbak? Disini panas terus. Walau mendung di pagi hari, tiba-tiba panas di siang hari, seperti yg terjadi juga di hari Minggu kemarin yg paginya mendung…

      Salam,

  2. Hari mingguku masih kerja kang, jadi sarapannya masih menu pabrik. Klo dirumah biasanya beli pisangnya sore trus paginya dibikin piscok buat aku sarapan sama bekal anak sekolah. Mantapkan…..?

    • Masuk kerja juga di hari Minggu, Mas? Memang lembur atau liburnya bergantian Mas?
      Piscok itu nikmat sekali. Denger namanya saja, saya jadi mgiler begini nih…

      Salam,

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Titik Asa.

    Begitu sekali sukarnya mencari pisang goreng di kawasan kontrakan ya. Apa tidak mahu beli pisang di pasar dan digoreng sendiri. Itukan lebih enak tanpa perlu keluar rumah dan siap menatap kopi yang menyegarkan.

    Di tempat saya, pisang goreng sangat mudah diperolehi malah saya lebih suka goreng sendiri dengan dipelbagaikan rasa resepnya seperti ditambah madu atau cheese. Menu pisang goreng juga kesukaan saya dan keluarga bukan sekadar di pagi hari, malah di waktu sore. Nanti saya postingkan tentang hal ini untuk ditatap bersama.

    Salam hormat dari Sarikei, Sarawak.😀

    • Wa’alaikum salam wr.wb, mbak…

      Iya, demikian suka saya sama pisang goreng. Makanya hari minggu kemarin tanpa ditemani pisang goreng rasanya ada yang kurang.
      Di kontrakan ini saya hanya sendiri. Jadi tidak mempunyai alat untuk masak-memasak. Makan saya tergantung sama warung-warung nasi yg ada di sekitar sini saja.

      Rupanya mbak mahir juga membuat pisang goreng. Nah, kalau disini ada yg populer juga dengan gaya memasak pisang goreng yang baru, yaitu pisang goreng yang diberi coklat. Namanya ‘piscok”.

      Saya tunggu postingnya tentang pisang goreng hasil racikan mbak…

      Salam,

      • Oh begitu keadaannya ya. kalau ada keluarga tentu tidak perlu makan di warung makan. Boleh berjimat sedikit. Wah, pasti enak rasanya pisang goreng disapu coklat. Kerana coklat itu manis. tentu akan lebih manis lagi rasanya. Iya, nanti akan saya kongsikan resepinya. Cuma perlukan kesabaran untuk menyediakannya.

        Salam hormat dari Sarikei, Sarawak.😀

        • Betul mbak, begitulah hari-hari kerja saya di Bekasi. Jauh dari keluarga.
          Nah, saya tetap menanti pisang goreng hasil olahan mbak.

          Salam,

  4. wkwkwk judul postingannya aja udah keren begini sampe pake perincian hasil ya mas
    sepertinya memang penjual pisang goreng agak langka di jabodetabek di dekat rumahku pun gak ada itu pisang goreng tapi kalo di Medan gampang bangeet nyarinya😀

    • Hoalah mbak Jul ini bisa saja ah. Judul seperti begini pake dibilang keren segala…
      Ah ternyata nasib kita sama dlm urusan pisang goreng ini. Biar nanti kalo pulang ke sukabumi saya puas-puasin ah nikmati pisang goreng di minggu pagi.

      Salam,

  5. saya suka mas Foto Foto Yang ditampilkan di blog ini, serasa seperti saya sedang jalan jalan di gang gang di tanah air, terima kasih sdh berbagi🙂

    kalau saya ya harus nggoreng Pisang sendiri mas kl mau menikmatiny akrn nggak ada yg jual di sini

    hari minggu ? biasa mas bersepeda keliling desa dgn suami, acara wajib sih tiap hari😛

    • Makasih sangat kalau mbak Ely suka dgn foto-foto sederhana yg sering saya lampirkan di postingan blog saya ini. Sama terimakasih juga atas sharingnya melalui postingan-postingan di blog mbak…

      Oh iya, disana gak ada yg jualan pisang goreng ya mbak? Ngegoreng sendiri lebih asik juga mbak.

      Asik juga acara wajibnya di Minggu pagi mbak. Menyehatkan dan menyegarkan tentunya…

      Salam,

      • sama sama mas🙂

        di sini beda bgt dgn di tanah air mas, nggak ada warung apalagi di jalan jalan, krn semuanya serba ketat aturannya, jd kl mau apa apa ya bikin sendiri, iya mas asyik memang😛

        acara wajib tiap hari mas bersepeda buat saya dann suami, kalau sehari ngak bersepeda malah badan pegel2😛

    • Pasar ada, tapi agak jauh dari kontrakan saya. Mungkin kalo di pasar mah ada yang jual. Tapi biasa lah kalo hari minggu suka malas jalan agak jauh nih…

      Salam,

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s