Posting kali ini saya akan bercerita mengenai kontrakan. Suatu fenomena yang umum dan lumrah di daerah-daerah yang berlokasi di sekitar pabrik, pusat bisnis ataupun sekitar kampus.

Kontrakan menunjuk pada tempat tinggal sementara dengan berbagai cara pembayaran. Ada yang bayarnya bulanan, ada yang tahunan dan bahkan ada yang sampai beberapa tahun. Istilah kontrakan ini juga bercampur-aduk dengan istilah lain yang sejenis semisal tempat kost atau pondokan. Apapun istilahnya tetap ada persamaan yang terkandung didalamnya yaitu penghuni bertempat tinggal sementara di tempat tersebut.

Saya pribadi mengenal kontrakan, dalam artian turut menjadi penghuninya, sejak kurang lebih lima tahun. Sejak saya memindahkan keluarga saya untuk kembali tinggal di Sukabumi. Bergaul dengan tetangga kontrakan, berusaha untuk saling kenal – atau minimal menebar senyum- merupakan keseharian yang saya jalani dengan cukup nyaman disini.

Mari saya perkenalkan dengan kontrakan dimana saya tinggal saat ini…

***

Kontrakan tempat saya tinggal saat ini mungkin dulu merupakan lapangan luas. Kalau dilihat model penataan kamar-kamar kontrakannya menyerupai huruf H. Ada dua baris kontrakan, baris kiri dan kanan, dengan setiap baris terdiri dari 13 kamar kontrakan. Kedua baris ini berhadap-hadapan. Terdapat lapangan yang cukup luas ditengahnya. Pada lapangan ini belakangan di bangun juga dua baris kontrakan yang saling berhadap-hadapan. Setiap baris terdiri dari 4 kamar kontrakan. Kini yang kamar kontrakannya berada di baris kiri tidak dapat lagi lepas memandang ke kontrakan yang berada di baris kanan. Pandangan sudah tertutup oleh dinding samping kontrakan yang berada di tengah.

Minggu pagi masih sepi. Ini baris kiri kontrakan...
Minggu pagi masih sepi. Ini baris kiri kontrakan…

Penghuni kontrakan ini rata-rata pekerja pabrik yang berada di sekitar area ini. Memang jarak ke tempat kerja merupakan salah satu alasan umum kenapa tinggal di kontrakan ini. Bagi saya, jalan kaki sekitar 15 menit sudah sampai ke tempat saya kerja. Hal yang pernah saya tuliskan di posting sebelumnya, di link ini.

Kontrakan yang berada pada baris tengah...
Kontrakan yang berada pada baris tengah…

Beberapa penghuni masih berstatus lajang, beberapa berstatus keluarga muda dan ada juga yang telah berkeluarga namun tinggal jauh dengan keluarganya, seperti halnya saya ini. Disini bisa cukup ramai kalau siang hari atau sore hari. Sementara para suami bekerja di pabrik, ibu-ibu muda biasa mengisi sebagian waktunya dengan saling mengobrol sambil menjaga anak-anaknya yang bermain dan berlarian kesana-kemari.

Kamar kontrakan disini lebarnya sekitar 3 meter dan panjangnya sekitar 6 m. Panjang yang 6 meter itu terbagi ke dalam dua ruangan, yaitu ruangan utama – untuk tempat tidur, kursi dan lemari pakaian-sekitar 4 m. Sisa 2 meter telah diisi oleh kamar mandi dan sedikit ruang yang dapat dijadikan dapur. Dengan lantai keramik dan masing-masing kamar kontrakan mempunyai kamar mandi, juga dengan listrik ditanggung sendiri oleh setiap penghuni, biaya kontrak per bulannya Rp 350.000,- disini. Selain kontrakan ini, banyak juga kontrakan lain disini. Biaya kontrak per bulannya biasanya tergantung pada kondisi bangunan. Ada yang lebih murah, ada juga yang lebih mahal.

Minggu pagi ini, suasana kontrakan masih sepi. Para suami berlibur, jadi mungkin masih tidur. Anak-anak rata-rata jam segini masih asik nonton film kartun di tv. Ibu-ibu mungkin masih sibuk dengan cucian atau memasak untuk sarapan pagi. Dan untuk menonton tv dengan mata nyaman disini masih diperlukan antena tv yang cukup tinggi. Mungkin sekitar 4 meteran…

Bila nonton tv ingin nyaman, pasanglah antena yang tinggi...
Bila nonton tv ingin nyaman, pasanglah antena yang tinggi…

Setelah agak siang, bertaburanlah jemuran cucian. Bagai pameran hasil karya ibu-ibu atas kesetiaannya merawat keluarga mereka yang masih muda itu…

Jemur-jemur mumpung hari panas...
Jemur-jemur mumpung hari panas…

***

Posting ini hanya sekadar berbagi mengenai kontrakan, alias tempat tinggal sementara. Disebut sementara, karena kita bebas kapan akan pindah seandai disini tidak betah atau perlu suasana sekitar kontrakan yang berbeda. Dan, bagi keluarga muda,  biasanya saat tinggal kontrakan mereka menabung untuk memenuhi uang muka dalam rangka memiliki rumah sederhana semacam yang berada di perumahan-perumahan.

Bekasi, 29 September 2013

Iklan