Aku Cinta Kamu…

Sebenarnya banyak momen indah ataupun berkesan, namun spontan, yang berlalu demikian saja dihadapan kita. Mungkin saja kita sendiri yang tidak perduli dengan keadaan disekitar kita, atau saat momen itu berlangsung kita sendiri sedang terjebak dalam pikiran yang membebani kita. Memang itu hanya penyederhanaan kemungkinan dari beribu kemungkinan lainnya.

Bila keadaan sekitar kita telah rajin kita amati, biasa terbersit keinginan untuk mengabadikan momen itu. Setidaknya itu hal yang terjadi pada diri saya. Mengabadikan baik dalam semacam tulisan atau melalui beberapa jepretan kamera. Untuk yang terakhir, kita harus siap membidikan kamera, menangkap momen yang terkadang hanya berlangsung sekejap saja. Kamera ponsel, saya pikir, merupakan pilihan yang pas untuk hal ini. Ringkas, mudah dioperasikan dan lumayan baik hasilnya.

***

Sabtu sore kemarin, ketika saya bersiap untuk berbuka puasa bersama teman-teman kerja, saya menangkap momen yang langka. Seorang anak kecil, anak penjual berbagai jus buah, bermain-main dengan tiang yang lumayan cukup panjang. Diujung tiang itu terpasang bendera merah putih. Tidak jelas, kenapa ada bendera merah putih disana, karena hari ini tidak berkaitan dengan hari besar apapun.

Tiang itu pastilah berat untuk anak kecil seumuran itu. Kakaknya membantu memegang ujung tiang lainnya. Beberapa saat mereka bermain dengan tiang bendera itu. Anak kecil itu sibuk mengoceh saking gembiranya…

Mari bermain bendera, kakak...

Mari bermain bendera, kakak…

Tidak terlalu lama mereka bermain tiang bendera itu. Anak kecil itu mulai kelelahan. Dengan bantuan kakaknya, dibawanya tiang bendera itu mendekati meja.  Lantas, diberdirikan diatas keempat kaki yang berada pada ujung tiang…

Sudah capek, baiklah benderanya disimpan saja...

Sudah capek, baiklah benderanya disimpan saja…

Inilah momen special yang membuat saya terharu. Saat tiang bendera itu sudah tegak berdiri, anak kecil itu berkali-kali mencium kain bendera itu. Ya, anak kecil itu mencium bendera…

Saat momen itu berlangsung, seolah saya mendengar kalimat lembut terucap dari mulut anak kecil itu, “Aku cinta kamu. Aku cinta kamu…

Benderaku, merah putihku, negeriku, aku cinta kamu...

Benderaku, merah putihku, negeriku, aku cinta kamu…

Teman twitter saya, mba Andiana @andiana, menanggapi foto ini yang saya upload ke linimasa twitter dengan pendek namun heroik, Merdeka!

***

Terharu melihat bagaimana anak kecil demikian cinta pada bendera merah putih. Saya pribadi bertanya pada diri sendiri, benar cintakah kita pada negeri ini. Apa yang telah kita perbuat demi kemajuannya? Atau malah sebaliknya, kita hanya jadikan negeri ini bak perahan saja. Demi keuntungan pribadi, demi keuntungan kelompok…

Sejenak, baiklah kita merenung.

Bekasi, 28 Juli 2013

21 pemikiran pada “Aku Cinta Kamu…

  1. aih…..🙂 tersandung eh tersanjung🙂 entah, itu reaksi spontanku aja, pakde🙂 karena, tanpa disadari aku berpikir, bahwa orangtua anak itu telah mengajarkan makna dan sejarah sang merah putih🙂 mungkin🙂

    • Hehehe…makasih banyak komen heroik-nya di twitter, mba…
      Entah darimana pelajaran berharga yg didapat oleh anak kecil itu. Sungguh bikin terharu banget.
      Salam,

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s