Awal Juni, Awal Kehidupan Baru…

Ada semacam tradisi tidak tertulis dalam sebagian masyarakat kita, kalau boleh saya blang begitu, yaitu tradisi pernikahan di bulan-bulan menjelang bulan Ramadhan. Pernyataan ini memang tidak berdasar pada survey yang valid, tapi hanya semata-mata yang saya alami saja selama ini.

Nah, Jumat sore minggu ini sudah lengkap undangan-undangan pernikahan yang saya terima. Ada tiga undangan pernikahan dan semua berasal dari rekan-rekan kerja yang masih muda yang telah meyakinkan dirinya masing-masing untuk meningkatkan ikatan cinta mereka selama ini kedalam bentuk ikatan yang sakral. Membentuk mahligai keluarga, demikianlah.

Undangan pernikahan di minggu ini

Undangan pernikahan di minggu ini

***

Undangan pernikahan pertama yang saya hadiri dilaksanakan dalam adat Minang. Karena saya datang di awal waktu, saya jadi bisa mengikuti prosesinya mulai dari permulaan. Terus terang ini pertama kalinya saya mengikuti upacara pernikahan adat Minang dilaksanakan dan sungguh ini membuat saya penasaran. Awal prosesi dimulai saat kedua mempelai akan memasuki gedung tempat para undangan sudah menanti. Kedua mempelai berjalan diiringi oleh semacam pawai. Kedua mempelai diapit oleh sesepuh dikiri dan kanan. Pawai ini juga dimeriahkan dengan tetabuhan khas Minang.

Kedua mempelai dalam pawai...

Kedua mempelai dalam pawai…

Saat kedua mempelai telah memasuki gedung, dilaksanakan juga semacam prosesi adat lainnya disini. Sayang saya tidak tahu persis apa nama upacara adat ini. Yang saya tahu hanya tari persembahan sebagai ucapan terima kasih kedua mempelai atas berkenannya para undangan menghadiri undangan pernikahannya.  Tari ini tari klasik yang sudah lama dikenal di masyarakat. Itu adalah Tari Piring.

Kedua mempelai kemudian duduk di kursi pelaminan, didampingi kedua orang tua masing-masing. Senyuman bahagia terpancar dalam raut wajah mereka.  Kebahagian yang juga melingkupi pribadi-pribadi yang hadir di gedung pernikahan ini.

Kedua mempelai di pelaminan didampngi kedua orang tua tercinta.

Kedua mempelai di pelaminan didampngi kedua orang tua tercinta.

***

Undangan pernikahan kedua yang saya hadiri hari ini berbeda dengan yang pertama tadi. Disini para undangan disambut dengan grup rebana yang bernyanyi diatas panggung. Apa yang menarik dari dari grup rebana semacam ini adalah lirik-lirik lagunya. Lirik-lirik yang mengngatkan kita akan tata kehidupan yang lurus. Ada kesyahduan yang seakan menggedor-gedor jiwa kita tentang hormat kepada orang tua, utamanya kepada ibu yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkan kita. Atau bahkan tentang kesementaraan kita hidup di duna ini.

Grup rebana menyambut undangan yang hadir...

Grup rebana menyambut undangan yang hadir…

Kedua mempelai mengenakan pakaian serba biru. Saat difoto sang mempelai wanita sempat mengacungkan kedua jarinya, membentuk kode kemenangan. Mungkin kemenangan atas keberaniannya mengambil keputusan untuk menikah? Mungkin saja, toh memutuskan untuk menikah bukan keputusan ringan yang harus diambil.

Hari kemenangan. Kode dari mempelai wanita...

Hari kemenangan. Kode dari mempelai wanita…

***

Undangan pernikahan ketiga yang saya hadiri sudah agak terlambat. Saya tidak bisa mengikuti prosesi upacara pernikahan yang dilangsungkan sejak  siang tadi. Tapi tetap, selalu, senyum bahagia terpancar dari kedua mempelai…

Senyum bahagia di hari pernikahan....

Senyum bahagia di hari pernikahan….

***

Nah, bagi sahabat-sahabat yang belum menikah namun sudah mempunyai pasangan, segeralah menkah. Bukan keputusan yang ringan memang untuk memasuki bahtera ini. Namun, harus.

Bagi sahabat-sahabat yang sudah menikah, moga posting ini mengingatkan kembali saat kita melangsungkan pernikahan. Ingatlah saat awal demikian kita berbahagia dengan menjadi satunya cinta yang ada di diri kita dan pasangan kita. Kini, sekian tahun setelah hal itu terjadi, janganlah sia-siakan bunga-bunga cinta menjadi layu dan terhempas. Tetaplah sirami dengan cinta yang tulus dan mulia.

Bagi sahabat-sahabat yang masih sendiri, tak ada kalimat yang tepat selain bersabarlah. Ada saat yang tepat namun tetap rahasia, ada saat pernikahan ini akan terjadi juga pada diri kalian. Bersiaplah menyambutnya…

Bekasi, 2 Juni 2013

22 pemikiran pada “Awal Juni, Awal Kehidupan Baru…

    • Iya mba, saya belajar ngeblog lagi dgn konsisten seperti yang mba lakukan dg blognya.
      Beberapa waktu lalu saya ada kesulitan uplod foto ke wordpress. Rupanya memang saat itu problem di wordpress-nya. Konon demikian. Tp kejadian itu membuat saya agak malas ngeblog. Cengeng ya…hehehe
      Makasih kunjungan dan komennya mba…
      Salam persahabatan selalu,

  1. Melihat dari photo-photonya, acaranya banyak sekali pesan moral yang disampaikan dalam konsep persembahan kesenian tradisional yang indah penuh dengan nuansa warna kebahagian dari kedua keluarga besar pengantin.

    Salam wisata

    • Betul sekali. Demikianlah memang upacara adat pernikahan dari suku manapun selalu sarat dg pesan moral.. Pesan yang ditujukan kpd kedua mempelai untuk bersiap dg pasang surut gelombang kehidupan di depan mereka.
      Terimakasih kunjungan dan komen nya.
      Salam persahabatan,

    • Iya, rame. Sudah biasa kalo pernikahannya berlangsung di rumah, tetangga suka kecipratan minimal dg suara berisik. Biasa sih yg punya hajat suka keliling dulu ke tetangga dekat, menyampaikan undangan secara lisan sambil mohon maaf dari awal seandai nanti akan berisik. Asal tidak berlebihan, biasa tetangga sudah bisa saling maklum. Tentu lain lagi bila acara dilaksanakan di gedung sewaan ya…
      Terimakasih komen dan kunjungannya…
      Salam persahabatan,

    • Rasanya iya begitu mba. Ada saat undangan numpuk. Beberapa undangan untuk hari yang sama, seperti yang saya alami Sabtu kemarin itu…
      Salam,

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s