Sukabumi Car Free Day, atau lebih sering disebut Sukabumi CFD, biasa diadakan setiap Minggu pagi. Kegiatannya di pusatkan di depan gedung Balai Kota Sukabumi. Car Free dengan membebaskan Jalan R. Syamsudin SH dari lalu-lalang kendaraan hingga jam 9 pagi.

Kegiatan yang biasa dilakukan disana biasanya hanya senam pagi massal yang diikuti oleh anggota masyarakat Sukabumi. Tapi sering juga diadakan kegiatan selingan yang menarik. Acara selingan ini biasa dimotori oleh stasiun radio swasta Menara FM yang kadang juga melibatkan komunitas-komunitas yang ada di Sukabumi.

Sukabumi CFD hari Minggu ini sungguh membuat penasaran saya untuk mengunjunginya. Hal ini dikarenakan akan adanya flash-mob dari komunitas seni tari sunda Lokatmala. Demikian keterangan yang saya peroleh setelah membaca salah satu tweet dari akun @SukabumiToday.

Acara pertama di Sukabumi CFD, seperti biasa, senam pagi massal. Diiringi alunan musik yang bersemangat menambah semangat kepada anggota masyarakat mengikuti gerakan demi gerakan senam pagi ini.

Usai senam pagi massal, menginjak ke acara yang saya tunggu. Flash-mob dari komunitas seni tari sunda Lokatmala.

Komunitas seni tari sunda Lokatmala ini dimotori oleh Ceu Fonna. Siapa saja boleh bergabung di komunitas ini, khususnya yang mempunyai minat dan kecintaan akan seni tari sunda. Setidaknya demikian yang Ceu Fonna sampaikan ketika sejenak di wawancarai oleh Teh Diana dari radio Menara FM.

Flash-mob pertama yang ditampilkan diberi judul, kalau tidak salah, Samba Jaipong Sunda. Gerakan sederhana yang berulang-ulang yang cocok untuk juga dibawakan secara massal untuk kegiatan seperti senam pagi massal seperti ini.

Salah satu hal yang menarik dari komunitas Lokatmala ini, selain mempelajari tari sunda, tapi juga memberi wawasan kepada peserta komunitasnya untuk lebih memahami budaya sunda. Maka wajarlah bila sebelum satu tarian dipentaskan, diberikan dulu sinopsis yang menjelaskan makna dari tarian yang akan dipentaskan tersebut.

Seperti tarian yang dibawakan secara solo oleh Gilang. Tarian ini menggambarkan seorang wanita yang mandiri, tegar dan mempunyai kemampuan bela diri untuk sekedar melindungi dirinya sendiri disaat terpaksa. Namun tetap dengan tidak meninggalkan unsur keindahan dan gemulai seorang wanitia. Perhatikan bagaimana Gilang menari ditengah arena Sukabumi CFD.

Berbeda dengan tarian yang dibawakan oleh Gilang, Aril membawakan tarian yang dominan menggambarkan kegemulaian dan kelembutan seorang wanita. Walau tak dapat dipungkiri dalam tarian yang dibawakan oleh Aril ini terselip juga gerakan-gerakan Pencak Silat sebagai sarana bela diri. Inilah Aril yang gemulai sedang menari untuk khalayak yang hadir di Sukabumi CFD.

Flash-mob ini ditutup oleh tarian yang dibawakan secara kelompok. Gerakan-gerakan indah dapat dilihat dan diperhatikan dari tarian yang dipentaskan ini.

Ditengah hingar-bingar budaya asing yang menelikung keseharian hidup kita, upaya yang dilakukan oleh komunitas semacam Lokatmala untuk memperkenalkan, mencintai dan mempelajari kembali budaya lokal ini sungguh luar biasa.

Demikian Sukabumi Car Free Day hari Minggu ini yang terasa unik dengan kehadirannya komunitas tari sunda Lokatmala.

Sukabumi, 10 Maret 2013

Catatan :

Tulisan ini di post juga di situs radio Menara FM 105,7 Sukabumi. Sila cek di link ini…

Iklan