Dari Gang ke Gang

Gang yang saya maksudkan disini bukan kelompok atau sekumpulan anak muda atau bahkan preman, tapi adalah jalanan kecil. Jalanan kecil yang membelah perkampungan yang padat dengan rumah-rumah penduduk yang saling berdesakan.

Iklan-iklan di berbagai media tentang perumahan baru yang jalananan diataranya tertata dengan apik, hanyalah sebagian kecil dari lingkungan ideal, yang pada kenyataannya hanyalah merupakan “mimpi” bagi sebagian besar anggota masyarakat. Bagian terbesar dari anggota masyarakat kita barangkali justru tetap tinggal di perkampungan-perkampungan yang sudah sekian lama terbentuk.

Tentu saja di area perkampungan ini tidak ada, kalaupun ada mungkin hanya sedikit saja, jalan-jalan lebar yang tertata rapi seperti di area perumahan sebagaimana yang sering di iklankan di berbagai media itu. Tidak ada jalanan lebar, hanyalah gang-gang yang ada diantaranya. Gang-gang kecil yang bahkan beberapa diantaranya dilewati sepeda motorpun tidak bisa.

Beberapa gang tertata rapi, beberapa bahkan dibiarkan demikian saja. Memang ada berbagai bantuan pemerintah lewat berbagai pendanaan demi penataan gang ini, namun akhirnya perawatan sehari-hari diserahkan kepada kesadaran masyarakat setempat untuk berperan aktif.

Sabtu pagi ini, saya menyelusuri beberapa gang di Sukabumi dari sekian banyak gang yang terhampar disini. Beberapa foto sempat saya ambil dan saya tampilkan pada galery foto dibawah ini. Sila untuk di klik untuk melihat satu demi satu foto yang setidaknya menggambarkan kondisi yang mewakili gang-gang yang ada disini.

 

Bagaimana kondisi gang-gang di kota tempat sahabat sekalian berada? Masihkah rumah sahabat berada dalam lingkungan ber-gang atau sahabat sudah tidak kenal lagi dengan gang karena kini sahabat tinggal di perumahan ideal seperti yang banyak digambarkan dalam iklan-iklan perumahan di berbagai media?

Sukabumi, 23 Februari 2013

22 pemikiran pada “Dari Gang ke Gang

  1. wah, gang kelinci #eh itu sih lagu ya?😛 aku dari lahir di rumah mana pun pasti masuk gang. gak pernah di kompleks😀 sekarang pun ngelewatin gang. asik ketemu tetangga tiap lewat🙂

  2. Saya juga suka berjalan menyusuri gang. Terutama kalu di Sukabumi, sering sekali melewati gang kecil yang disebut Cipeulang Leutik kalau mau pergi ke pasar..banyak yang bisa dilihat…terutama tanaman-tanaman hias di depan rumah orang dan kucing-kucing yang lucu … he he

  3. So different from here where we are in the desert. No colors; houses are all shades of browns. Americans frown on bright colors on houses so our neighborhoods are very boring.😦

  4. aku paling parnoo kalo lewat Gang , pernah nyari rumah temen menyelusuri dari gang ke gang, pake motoor..Binguung, panik, kemana lagih, banyak orang yang liatiin, hadeeuh, mau nanya malu yang ada mentook ke jalan buntuu xixii…
    sedari kecil aku tingal di komplek yang jalannya gede, jadi suka aneh kalo masuk gang2 keciil, takuut..!! hehe..
    btw, suamiku juga orang sukabumi loh kang, di ci saat 😀 #pengumuman padahal ga ada yang nanya

    • Hehehe, parno ya Teh. Apalagi banyak gang yg demikian sempit hingga motorpun gak bisa masuk.
      Saya pernah tinggal di komplek di Bekasi untuk beberapa tahun. Tapi urat nasib sayah ternyata lebih kuat untuk kembali tinggal di gang…hehehe
      Suaminya orang Cisaat? Dimana tepatnya? Keluarga saya sekarang tinggal di Rambay, Cisaat. Pasti suami Teteh kenal daerah saya tinggal saya ini.
      Salam,

    • Gang di Kampung Pulo? Bagaimana keadaan gang-gang disana ya sekarang?
      Dulu saya pernah tinggal di daerah Percetakan Negara, kost-an nyempil di gang. Mungkin spt demikian kondisi gang di Kampung Pulo ya?
      Salam,

  5. rumahku jalanannya bs lewat mobil kang…
    prinsip mamaku, klo punya rumah hrs bs dilewatin mobil walau belum punya mobil…
    tp tgl di gang asal bersih ya asik2 aja, contohnya di jogja, tepatnya di ngadiwinatan, rumahnya ada di gang2, tp ttp nyaman..
    klo di jakarta, rumah yg ada di gang pd kumuh2, klo aku cr pasien anak di sana, anaknya sering banget pilek dan demam..

    • Beda daerah beda juga keadaan gang-nya ya mba.
      Pernah tinggal di gang juga waktu di Jakarta zaman saya dulu kuliah. Jadi saya bisa rasakan saat mba mengunjungi pasien yg rumahnya berada di gang…
      Salam,

  6. Masa kecil saya di habisnkan di Gang Cipelang Leutik VII…no3….dulu.paman Adalah salah satu sesepuh di sana….Almarhum BAPAK SAPTARI……ini cipelang leutik sebelah mana ya ?

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s