Toy Story

Saya sering memperhatikan berbagai jenis mainan anak-anak yang yang banyak dipajang di berbagai tempat.  Mainan yang secara harga tentulah tidak bisa dibilang murah. Selain mainan yang sederhana, seperti mainan berbentuk boneka, sampai dengan mainan yang canggih berbau elektronik, seperti mainan yang digerakan dari jauh dengan remote control.

Saya jadi flashback ke masa saya masih kecil. Masa kecil saya itu sekitar tahun 1970-an. Waktu itu mainan masih sederhana. Beberapa malah saya buat sendiri. Biasanya yang saya buat itu semacam mobil-mobilan. Saya merakit mainan mobil-mobilan itu dari kayu-kayu bekas. Di potong-potong sesuai bentuk yang dibuat. Potongan-potongan kayu itu kemudian dirakit dengan dipaku dengan paku-paku kecil. Roda-rodanya saya buat dari karet bekas sandal jepit. Kegiatan membuat mainan sendiri ini boleh dibilang kegiatan yang mengasyikan. Saling membanggakan mobil mainan buatan sendiri diantara sesama teman sepermainan itu malahan jadi semacam lomba yang menantang.

Suatu waktu pernah dibelikan mainan oleh kakek. Senang tak terlukiskan. Mainan ini berbentuk kapal perang. Terbuat dari kaleng. Di cat dengan warna yang menyala. Kapal perang ini dapat bergerak sendiri di atas air. Tenaga penggeraknya dari kapas, yang sebelumnya di beri minyak kelapa, kemudian ujung kapasnya dibakar api, yang disimpan dalam perut kapal tersebut. Ketika kapal ini bergerak, terdengar bunyinya yang khas.

Waktu tadi pagi jalan-jalan ke Lapang Merdeka, Sukabumi, saya terkesima. Saya menemukan seorang pedagang yang menjual mainan kapal perang ini. Saya amati dengan seksama. Ah benar, mainan kapal perang ini sama persis dengan mainan kapal perang yang dahulu dihadiahkan oleh kakek kepada saya di tahun 1970-an itu.

Ini mainan kapal-kapal perang yang dipajangkan di Lapang Merdeka pagi ini.

Mainan kapal perang

Display kapal perang mainan

Di samping meja tempat mainan itu digelar, terdapat baskom berisi air. Ini semacam tempat untuk demo. Pada baskom itu terdapat satu kapal perang yang hidup. Berputar-putar di ujung baskom. Bunyinya yang khas ini benar-benar tak berubah. Luar biasa. Bunyinya ini seakan irama musik yang membawa saya mundur ke puluhan tahun silam, ke masa kecil saya.

Demo dlm baskom berair

Saya sempat ngobrol dengan penjual mainan kapal perang ini. Katanya dibuat oleh pengrajin di daerah Cirebon. Tiap minggu dijajakan di Lapang Merdeka. Satu-dua pembeli tetap ada juga. Harganya tidak terlalu mahal. Ditawarkan dengan harga Rp 12.500,- per satu nya. Harga yang masih bisa ditawar. Harga yang sama dengan satu bungkus rokok saja.

Saya membeli mainan kapal perang ini satu buah. Sekedar untuk disimpan dan juga sekedar untuk mengenang masa-masa indah waktu kecil dahulu.

Sukabumi, 3 Februari 2013

47 pemikiran pada “Toy Story

  1. sayang sekali, mainan mainan ini terasa lebih primitif. tergerus moderenisasi game online dan barbie… padahal saya kangen banget mainan masa kecil. jadi kepengan balik kecil lg😥

    • Iya, itu bunyinya khas banget…
      Mungkin kalo untuk anak perempuan agak ribet mainan seperti ini ya. Harus dituangin minyak goreng dulu ke kapasnya, terus membakar ujung kapasnya. Dua pipa kecil dibawah, mesti diisi air dulu.
      Indah banget ah…
      Salam,

    • Kebetulan tadi pagi saya menemukannya di seorang pedagang di Lapang Merdeka, Sukabumi.
      Saya ragu, apakah anak-anak sekarang masih suka dg model mainan seperti ini?
      Salam,

    • Waduh, Mas Kasri ini terlalu memuji. Ah,saya mah cuma menuliskan apa yg saya lihat Mas.
      Oh ya Mas, bagaimana perjalanan ke Selangor nya? Pasi banyak hal menarik ya disana…
      Salam,

  2. saya pernah beliiin mainan begini buat anak. Seneng bener dia.
    Tapi memang cuma sebentar menarik perhatiannya. Kalah dgn mainan2 yg lbh baru.

    • Wajar seperti yg mba bilang. Pasti cuma sebentar disuka sama anak2 sekarang, secara banyak alternatif mainan sekarang yg lebih menarik lagi.

      Zaman saya kecil dulu, ya jadi mainan favorit yg bertahan lama. Sampai rusak malah dimainkannya.

      Salam,

  3. jujur saja pak, waktu kecil saya belum pernah dibelikan mainan kapal-kapalan ini. walaupun dulu saya begitu ingin memiliki ini, sekarang sudah terlalu dewasa untuk membeli kapal itu. malu hehehehehehee

    • Tadi pagi saya beli satu. Istri saya sampe geleng2 kepala. Untuk apa, katanya. Ya, untuk disimpan aja sbg kenangan masa kecil yg indah.
      Beli saja, Lumayanlah…
      Salam,

  4. saya agak lupa pak Titik, sepertinya saya pernah memainkannya juga. Asyik waktu kecil dulu, selain dari kayu juga sering membuat mobil-mobilan dari kulit jeruk. senengnya, padahal dulu juga pengin mobil remote control. Waktu itu gak terbeli sama ibu saya, tak alhamdulillah kalau di kampung banyak alternatif mainannya. jadi gak terlalu cengeng. hehehe

    • Mungkin mirip dg saya, banyaknya membuat mainan sendiri. Favorit saya membuat dari kayu. Zaman saya kecil belum ada mobil2an pake remote control. Di toko2 mainan banyak mobil2an yg digerakan secara mekanis saja. Dan itu, saya tidak pernah memilikinya…
      Salam,

    • Wah sampe juga kapal perang ini di Jogja ya? Ada teman yg di Papua juga konon ketemu mainan ini disana. Luar biasa ekspansi kapal perang ini rupanya…
      Salam,

  5. Saya dulu suka nonton saja mainan ini, karena saya lebih banyak mainan “tamu-tamuan” atau boneka, hehehe
    Anak jaman sekarang sih usia 3 tahun udah bisa minta mobil remote control segala…

    • Betul mba, zaman berubah, berubah pula mainan anak2. Dan anak2 sekarang sudah bermain dg mainan yg canggih yg ber-remote control itu…
      Kemarin saya sempat heran, koq mainan ini masih dijajakan. Entah masih diminati anak2 sekarang atau gak ya?
      Salam,

  6. When I first saw this title Toy Story | Sisi Hidupku on google I just whent and bookmark it. Hi there. Very cool site!! Guy .. Excellent .. Superb .. I will bookmark your website and take the feeds also…I am glad to find numerous useful information here in the post. Thank you for sharing…

    • Oh, begitu ya. Saya mengenalnya sejak thn 70-an. Jadi pas tempo hari ketemu mainan ini lagi, saya langsung beli. Iseng aja untuk mengenang masa kecil…
      Salam,

  7. Saya pingin beli bang..dan saya nyari disini yg jualan kayak gtu susah..saya wilayah surabaya gan..gimana solusinya?

  8. Tulisan ini membawa aku ke masa kecil. Kakak2 laki2 aku seneng banget kapal2an ini dan mereka juga bikin mobil2an sendiri, bahkan yg nisa dikendarai sambil duduk seperti otopet hahaha. Kreatif jaman dulu mah

    • Iya mbak, dipikir-pikir memang kreatif orang-orang dulu dan termasuk anak-anak masa itu yang menciptakan mainan. Seperti kapal toroktok dan mobil-mobilan bikinan sendiri itu.
      Saya mengalaminya di sekitar tahun 70-an.
      Ah masa kecil yg indah…

      Salam,

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s