Melongok Keindahan Vihara Widhi Sakti Sukabumi

Keindahan itu selain dapat kita nikmati pada hamparan pemandangan alam juga dapat kita nikmati pada bangunan-bangunan hasil olah pikir dan rasa manusia. Seperti yang saya nikmati pagi ini.

Pagi ini saya melewati kembali bangunan yang terdapat di Jalan Pejagalan Sukabumi. Teramat sering saya melewati bangunan ini, namun baru pada pagi hari ini saya serius memperhatikannya. Bangunan indah ini bernama Vihara Widhi Sakti. Lekat dengan warna merah yang mendominasi, bangunan ini tampak demikian megah dan indah berdiri.

Terlepas dari anutan agama yang dianut, saya menghormati olah pikir dan rasa sang perancang bangunan ini. Bagian depan, yang merupakan pintu gerbang, ditopang dengan dua pilar yang nampak kuat. Masing-masing pilar ini berornamenkan seekor naga. Di dinding atas pintu gerbang ini tertulis Vihara Widhi Sakti. Di bagian atasnya bisa kita perhatikan dua ekor naga yang berhadap-hadapan.

Pintu gerbang Vihara Widhi Sakti

Gerbang Vihara Widhi Sakti

Dibagian kiri depan dinding vihara terdapat ornamen dinding yang indah. Ornamen ini bergambarkan seekor macan putih. Kalau diperhatikan dengan seksama, nampak macan putih ini sedang berkelana di daerah pegunungan. Lihatlah dinding yang berornamen macan putih dibawah ini.

Ornamen macan putih pada dinding Vihara Widhi Sakti

Ornamen macan putih

Sudut-sudut keindahan Vihara Widhi Sakti lainnya sempat pula saya abadikan. Foto-foto dibawah ini adalah sebagian yang saya sertakan dalam posting ini.

Demikian indah Vihara Widhi Sakti. Saya pikir keindahan ini juga mewakili keindahan kehidupan yang harmonis, yang tercipta melalui saling menghargai antar berbagai pemeluk umat beragama yang hidup berdampingan di negeri ini.

Sukabumi, 20 Januari 2013 

Catatan khusus :

Sungguh bahagia apabila posting kita dikomentari dengan indah. Seperti juga posting tentang Vihara Widhi Sakti ini dikomentari oleh Kang Achmad Soleh, seorang tokoh Sukabumi yang kini menetap di Bandung, lewat jejaring Facebook.

Kang Achmad berkomentar dalam bahasa Sunda yang indah. Berikut komentar beliau yang saya co-pas :

Ayi Titik Asa, saé pisan pidangan sareng pedaranana. Upami nelek-nelek foto, tanpa ningal jurungkunungna, kanggé akang, ogé sareng anu saentragan, tangtos rada kalinglap, keur budak mah nyarebutna oge Bio (kakupingna bioh). Aya anu bénten ti sateuacanna, da harita mah masih kénéh basajan, teu acan aya dominasi kelir beureum, bagéan wangunan kai dicét hideung, nu témbok dicét bodas, ari kenténg mah kumaha ilaharna kelir kenténg. Ornamén dinding luar, ogé pilar, teu acan aya, polos kénéh, tur teu acan dipageran. Salajengna, iwal ti liong sareng srangéngé (bola api) nu tos aya ti kapungkur, ornamén sanésna dina suhunan teu acan vulgar mangrupi stupa,nanging mangrupi bubuledan, rada gépéng, tilu umpak ngaalitan ka luhur. Janten harita teu acan ngartos yén bioh téh paragi ngalaksanakeun ibadah kanggé dulur-dulur Umat Budha. Aya deui bagéan bioh anu “ tak terpisahkan” , nyaéta mangrupi dua wangunan di peuntaseun payunna, sakaterang mah paragi ritual dudurukan. Upami ornamén lebetna, kapungkur atanapi kaayeunakeunana, akang kirang terang , nu sok katingal sarérétan ti luar di antawisna aya altar paragi sasajén upacara. Sakumna barudak di Sukabumi saentragan akang, moal “bireuk” ka Bioh mah, kahiji, saminggon atanapi dua minggon sakali sok aya pintonan méngbal di Lapang Odéon (Danalaga), peuntaseunana. Kadua, Bioh téh janten kandangna Barongsay Gie Say anu tos kasohor. Hatur nuhun…

Secara garis besar komentar Kang Achmad tersebut menggambarkan keadaan Vihara Widhi sakti saat beliau muda dulu. Kang Achmad menjelaskan bahwa dominasi warna merah, ornamen pada dinding luar dan pilar, adalah hal yang baru pada Vihara tersebut. Dimasa Kang Achmad muda, keadaan bangunan vihara digambarkan sebagai masih sangat sederhana.

Demikian komentar Kang Achmad Soleh.

 

40 pemikiran pada “Melongok Keindahan Vihara Widhi Sakti Sukabumi

  1. Kebersamaan tanpa membedakan, menghargai dan saling menghormati adfalah bukti orang yang beriman dan mengamalkannya.

    Aku juga lagi belajar bikin blog euy, tak melukis kata, tapi dengan cahaya. Bila sempat sila singgah di bayoewandaclick.blogspot.com

  2. di kampung saya, Kota Bagansiapiapi, yg penduduk etnis tionghoanya mencapai 60 persen, juga byk ditemukan bangunan serupa…nanti jika sempat waktu, mau berbagi info jugalh, seperti tulisan kang Titik ini…

    • Tadi pagi saya berniat masuk kedalamnya. Tapi ditunggu-tunggu penjaganya gak muncul juga. Mungkin karena terlalu pagi.
      Tentu boleh kita masuk asal seizin penjaganya saja.
      Salam,

  3. dikampung halaman saya (pulau bangka), etnis tionghoa dan melayu hidup akur berdampingan. disana ada banyak vihara2 cantik yang menggoda. warnanya itu.. aku suka banget

    • Indahnya kebersamaan ya. Hidup berdampingan dg saling menghormati tanpa ada rasa curiga diantaranya…
      Banyak juga ya vihara disana? Kapan2 boleh di share dong di blog nya.
      Salam,

  4. perbedaan itu indah ya Pak Titik Asa,
    apalagi jika keharmonisan dan rasa saling pengertian dan menghargai satu sama lain tercipta di dalamnya. Dibutuhkan jiwa yang besar, seperti pada pendahulu kita dahulu yang dengan cerdas melahirkan konsep Bhineka Tunggal Ika untuk menjembatani masyarakat Indonesia yang majemuk ini.
    ( mudah2an bisa mampir kalo sekali waktu ke Sukabumi ..🙂

    Tulisan yang inspiratif pak Titik.
    salam

    • Betul dahsyat konsep Bhineka Tunggal Ika ini. Konsep yg harus benar-benar diterapkan untuk masyarakat yg hetorogen ini seandai ingin tetap hidup dalam damai.
      Kapan2 kalo ke Sukabumi, sila mampir. Mungkin ada waktu untuk kita saling bertemu dan bercengkrama.
      Salam,

  5. terimakasih sebelumnya atas tulisannya, sehingga menambah pengetahuan dan informasi bagi kita yang membacanya, semoga bermanfaat untuk kita semua, jika minat silahkan singgah ke blog saya untuk saling silaturahmi. terimakasih

    • Terimakasih juga sudah berkunjung dan berkenan meluangkan waktu membaca postingan saya ini.
      Hanya tulisan sederhana tentang apa yg saya lihat. Alhamdulillah kalo itu bermanfaat pagi khalayak pembacanya.
      Baik saya akan kunjungi blognya.
      Salam,

    • Vihara ini di bagian selatan Sukabumi. Tepatnya di jln Pejagalan. Jadi bisa masuk melalui Jln Pelabuan, melewati jalan kereta api. Tak jauh dari jalan kereta api nanti ketemu dg Jln Pejagalan,
      Kapan2 mampir kesini mba. Lebih indah bila dilihat langsung.
      Salam,

  6. When I first saw this title Melongok Keindahan Vihara Widhi Sakti Sukabumi | Sisi Hidupku on google I just whent and bookmark it. What a super blog! to a great deal info and a extremely short lifestyle hehehehe continue to keep it up, excellent operate
    sJasonBlacke

  7. Ping balik: Kang Yudi: Generasi Muda Pedagang Bubur Ayam | Sisi Hidupku

  8. Oh my goodness! Amazing article dude! Many thanks, However I am encountering issues with your RSS.
    I don’t understand the reason why I can’t subscribe to
    it. Is there anyone else getting similar RSS issues?
    Anybody who knows the answer can you kindly respond?
    Thanx!!

  9. It’s a shame you don’t have a donate button! I’d certainly donate to this brilliant blog!
    I suppose for now i’ll settle for book-marking and adding your RSS feed to my Google account.
    I look forward to brand new updates and will talk
    about this website with my Facebook group. Talk
    soon!

  10. you’re in reality a good webmaster. The website loading speed is amazing.
    It kind of feels that you’re doing any unique trick. In addition, The contents are masterpiece.
    you have performed a magnificent task in this subject!

  11. My brother suggested I might like this web site.
    He was entirely right. This submit truly made my day. You can not believe just how
    so much time I had spent for this info! Thanks!

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s