Menyambut Pergantian Tahun ala Penjual Terompet

Tinggal sesaat lagi tahun 2012 kita tinggalkan. Bukan lagi dalam hitungan hari, tepatnya. Mungkin yang tepat tinggal dalam hitungan jam saja.

Sebagian anggota masyarakat kita saat ini sedang menikmati semacam barang mewah. Saya sebut barang mewah karena menilik situasi di sekitar yang tidak seluruh anggota masyarakat menikmatinya. Barang mewah itu adalah libur panjang atau bahasa kerennya long weekend. Berbondong orang meninggalkan aktifitas rutinnya. Libur ke tempat-tempat eksotis yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Atau boleh juga untuk mengunjungi keluarga yang jauh terpisah jarak. Atau bahkan hanya sekedar berkumpul seluruh anggota keluarga saja di rumah.

Namun bagi sebagian anggota masyarakat laiinya telah bersiap menyambut momentum pergantian tahun ini dengan cara yang berbeda. Jauh-jauh hari mereka telah mempersiapkan untuk sekedar mengais limpahan rezeki di malam pergantian tahun. Hal ini terjadi pada kelompok masyarakat yang bergerak di dunia entertainment, misalnya. Malam pergantian tahun itu rupanya malam dimana rezeki akan tertumpah dengan deras.

Terompet berornamen kepala naga...Saya terkesima pagi ini ketika jalan-jalan menyusuri Jalan Jend. A. Yani, Sukabumi. Saya menemukan beberapa penjual terompet berhias yang sudah siap dengan barang dagangannya. Terompet-terompet  ini terbuat dari kertas dengan hiasan kertas berwarna-warni. Ada juga yang ujungna yang dihias semacam ornamen kepala naga.

Saya sempat berbincang dengan beberapa penjual terompet ini. Mereka ada yang berasal dari Karawang, Bekasi dan Subang. Saya juga menemukan penjual terompet yang mengaku berasal dari Solo. Konon dia menetap sementara di Sukabumi untuk berjualan terompet ini. Sekitar dua minggu lalu ia sudah tinggal di Sukabumi. Nebeng di saudaranya yang berjualan mie bakso disini. Dari Solo ia tidak membawa terompet-terompet berhias ini dalam bentuk jadi, tapi masih dalam bentuk bahan-bahan saja. Setiap hari ia membuat terompet satu demi satu. Pagi ini terompet-terompet karyanya sudah siap untuk dipasarkan. Terompet termahal yang ia tawarkan seharga Rp. 15.000,- dan yang termurah seharga Rp. 5.000,- Terompet termahal itu adalah terompet dengan hiasan ornament kepala naga di ujung terompetnya. Dengan penuh senyum si mas tetap yakin ada rezeki yang dapat ia raih terutama di puncaknya pada malam pergantian tahun. Sungguh keyakinan dan perjuangan yang luar biasa…

 

Tetap hidup ini penuh dengan kisah-kisah inspiratif dan perjuangan yang penuh semangat. Seperti kisah si mas penjual terompet dari Solo ini. Sungguh, guru-guru untuk pelajaran inspiratif dan motivasi banyak berserakan di sekitar lingkungan kita. Berbincanglah dengan mereka, dengarkan suara mereka dan tetaplah belajar dari mereka…

Sukabumi, 30 Desember 2012

6 pemikiran pada “Menyambut Pergantian Tahun ala Penjual Terompet

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s