Good Bye Lapang Merdeka

Sebagian kenangan saya tentang kota Sukabumi terpatri di Lapang Merdeka. Semasa bersekolah di SMP Negeri 1, Sukabumi, kerap saya biasa kesana. Baik itu untuk mengikuti pelajaran olah raga yang kadang-kadang suka diadakan disana ataupun lari pagi setiap minggu pagi yang kerap saya lakukan bersama teman-teman sebaya. Dua hal itu yang tetap tersimpan dalam memori saya. Tak heran bila saya akan tetap mengenang Lapang Merdeka ini.

Saat ini bila minggu pagi ke Lapang Merdeka hanya rasa sumpek yang ada. Boleh dibilang sudah tidak tersedia lagi jalan untuk kita bebas untuk lari pagi atau jalan kaki memutarinya. Lapang Merdeka telah berubah menjadi arena usaha. Semacam pasar kaget. Seperti itulah Lapang Merdeka di minggu pagi.

Bandingkan keadaan Lapang Merdeka kala sepi. Foto ini diambil pada hari sabtu beberapa minggu lalu. Saya pikir tetap nyaman untuk berolah raga disana. Foto lainnya adalah suasana Lapang Merdeka di minggu pagi. Sudah berubah menjadi arena usaha…

***

Jadi kemana masyarakat Sukabumi pergi bila hendak melakukan olah raga di minggu pagi pada lapangan terbuka sekarang ini?

Rupanya sebagian masyarakat telah berindah ke lapang Secapa. Disebut lapang Secapa karena memang lapang ini berada dalam kawasan pendidikan Secapa di Jalan Bhayangkara.  Mari saya ajak sahabat jalan-jalan kesana minggu pagi ini…

Memasuki lapang Secapa disambut dengan mesjid yang indah yang berada disebelah kiri. Disebelah kanan terdapat kolam. Kolam yang diatasnya dibangun ornamen miniatur Candi Borobudur. Cukup menarik untuk diperhatikan.

Baru tahu juga kalau lapang Secapa, nama yang populer di masyarakat luas, sebenarnya bernama Lapangan Soetadi Ronodipuro. Terdapat tempat duduk bertingkat, semacam podium, terbuat dari tembok ber-marmer. Mungkin ini tempat duduk hadirin bila ada acara resmi dilaksanakan disana. Disebelah kiri terdapat bangunan terpisah. Agak membulat. Bangunan khusus untuk pemusik ini diberi nama Hall Musik RAJ Soedjasmin.

Mari kita jelajahi sudut demi sudut lapang Secapa. Sangat nyaman untuk berolah raga disini. Lari memutari lapang atau jalan kaki cepat rasanya nikmat sekali dilakukan disini. Memori saya kembali surut ke tahun 80-an. Kenyamanan seperti beginilah yang dahulu saya rasakan di Lapang Merdeka di setiap hari minggu. Jadi sekarang untuk kegitan olah raga minggu pagi bolehlah saya mengucapkan, “Good bye Lapang Merdeka…”. Lapang Secapa ini sungguh menjadi pengganti yang layak.

Seusai letih berolah raga, duduk-duduk di bebatuan yang sudah dirubah menjadi tempat duduk, terasa nyaman untuk mengendurkan kembali otot-otot yang mulai terasa pegal. Atau mau sekedar sarapan? Ada banyak kios jajanan tertata rapih. Bubur ayam tersedia juga disana…

Saat pulang, saya masih menyempatkan diri mengintip gedung sekolah perwira. Gerbang dan gedungnya yang megah.

Sungguh saya tetap berharap sekolah itu mampu mencetak perwira-perwira yang penuh dedikasi, berintegritas tinggi dan jujur. Semoga bukan harapan hampa belaka.

Sukabumi, 23 Desember 2012

12 pemikiran pada “Good Bye Lapang Merdeka

  1. Ping balik: Sekedar Pengobat Rasa Bersalah | Sisi Hidupku

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s