Rindu Yang Absurd

Pernah tidak merasakan kerinduan yang absurd? Kerinduan yang tidak masuk akal?

Beberapa hari, minggu bahkan bulan belakangan ini selalu hari-hari diberkahi dengan hujan yang mengguyur. Sinar mentari biasanya hanya muncul pagi hari sampai siang. Siang sampai sore langit akan kembali tertutupi awan mendung. Bersiap dengan hujan di sore hari. Demikian berulang.

Siraman hujan meninggalkan kesejukan yang lumayan, terutama untuk Bekasi yang biasa panas. Itu salah satu nikmatnya. Selain tentu saja ada kala guyuran hujan juga banyak meninggalkan genangan air bahkan banjir untuk sebagian area.

Kerinduan saya yang absurd itu adalah betapa inginnya menatap keindahan langit senja. Tidak masuk akal. Langit kan selalu tertutup awan hitam kalau sore, mana ada senja dengan warna langit yang indah menawan?

 

Maka sore ini mata asyik menatap langit. Barangkali langit berubah warna dari yang mulai menghitam menjadi berwarna indah. Lembayung senja. Tapi tetap kehendak alam berkata lain. Langit malahan semakin hitam. Hitam bergulung awan. Semakin menyeramkan ketika ditatap.

Begitulah kerinduan. Sekalipun absurd tetap saja ia selalu mencari jalan untuk pelepasannya…

Bekasi. 17 Desember 2012

8 pemikiran pada “Rindu Yang Absurd

    • Halo Uni,
      Duh, nikmatnya tinggal di Bandung ya. Disini hampir setiap sore ya mendung seperti itu. Kabar baiknya sih, lumayan sejuk udara malamnya…
      Makasih kunjungannya. Salam,

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s