Sebenarnya tak perlu teori ekonomi yang rumit untuk menebak kecendrungan-kecendrungan yang akan terjadi beberapa saat di depan. Saya pikir setelah puluhan tahun hidup kita, mengalami dan mengamati dengan seksama, akan timbul juga semacam kepekaan untuk sekedar menebak kemana arah akan menuju.

Sesederhana hukum sebab-akibat. Bila ada penyebab, pasti ada akibat sebagai konsekuensi logis penyebab tersebut.

Begini, beberapa waktu lalu kita diramaikan dengan demo yang menuntut kenaikan upah. Hampir dipelosok tanah air demo ini terjadi. Belakangan disetujui juga kenaikan upah per Januari tahun depan. Kenaikan yang cukup besar menurut hitungan saya dan juga seingat perjalanan saya sebagai kuli. Rasanya belum pernah ada kenaikan upah sebesar prosentase itu yang ditetapkan oleh pemerintah.

Masalahnya, kenaikan di satu sisi akan menarik kenaikan pada sisi lainnya. Ya, hukum sebab akibat. Artinya kenaikan disisi upah akan menarik kenaikan di sisi lainnya. Contoh diambang mata mungkin adalah kemungkinan naiknya haga bbm. Kalau kebutuhan pokok, ah itu sih hal yang teramat pasti. Pasti naik…

Tak heran kalau pagi ini tertempel di dinding di kontrakan semacam pemberitahuan dari pemilik kontrakan. Nah, genderang kenaikan harga sudah dimulai rupanya.

Mulai kan kenaikan harga itu terjadi...
Mulai kan kenaikan harga itu terjadi…

Lantas bagaimana kita mesti bersikap?

Ah tenang saja. Hal yang biasa kan. Toh akhirnya bila segalanya semakin mendesak kita masih punya senjata pamungkas. Apa itu? Sederhana koq, kencangkan ikat pinggang…

Betapa arifnya ya…

Bekasi, 11 Desember 2012

Iklan