Pernah dengar istilah Ahli Hisap? Sebenarnya ini hanya istilah candaan atau bahkan ledekan yang ditujukan kepada orang-orang yang suka merokok.

Pandangan masyarakat terkesan ambivalen terhadap kebiasaan merokok ini. Diisatu sisi disebut sebagai kebiasaan buruk yang merugikan kesehatan tapi disisi lain tetap dipelihara keberlangsungannya demi yang namanya pajak dan penyerapan tenaga kerja pada indutri rokoknya.

Berbagai cara peringatan bahaya merokok ini telah disosialisasikan. Lihatlah, kini semakin banyak tempat yang berlabel no smoking. Konon sampai pula ditentukan nilai denda apabila terjadi pelanggaran.

Hal yang sama terjadi juga ditempat kerja saya. Asalnya merokok hampir dikatakan bebas disetiap area, kecuali di area produksi, karena banyaknya bahan kimia disana. Bebas merokok disetiap area kantor. Setiap ruangan sudah pasti berbau asap rokok. Merokok saat meetingpun hal yang lumrah.

Belakangan dilakukan perubahan yang drastis. Merokok dinyatakan terlarang di seluruh area kantor. Akibat positifnya, tidak ada lagi ruangan kantor yang berbau asap rokok. Meeting tidak lagi bertabur asap rokok. Fihak-fihak yang non perokokpun terhindar dari bahaya perokok pasif.

Apa yang terjadi dengan para ahli hisap, apakah mereka akhirnya berhenti merokok? Tentu tidaklah demikian.

Melarang sesuatu yang boleh dikatakan hak seseorang, seperti merokok ini, mungkin semacam pelanggaran HAM. Karenanya dibangunlah tempat yang dikhususkan bagi kaum ahli hisap. Tempat itu adalah ruang merokok yang berada diluar gedung. Disana bebas merokok. Area itu kini diberi label Smoking Area.

Smoking area ini dibuat dua buah. Yang satu, bentuknya kotak dengan berbangku panjang, untuk para pekerja dan tamu yang kebetulan berkunjung. Yang satu lagi berbentuk membulat dikhususkan untuk sopir-sopir pengantar tamu. Ruangan ini berfungsi sebagai ruang tunggu sekaligus ruang merokok juga.

Ini smoking area yang saya maksud,

Smoking Area Umum

Smoking Area Umum

Dua smoking area bersebelahan...

Dua smoking area bersebelahan…

Bagaimana penataan bagian dalam smoking area ini, perhatikan foto berikut,

Ruang smoking area umum...

Ruang smoking area umum…

Ruang tunggu dan smoking area untuk sopir pengantar tamu...

Ruang tunggu dan smoking area untuk sopir pengantar tamu…

Smoking area biasa ramai pada jam 10-an di siang hari dan jam 15-an di sore hari. Rupanya dua jam, dihitung dari masuk kerja pag harii dan setelah istirahat siang merupakan batas ketahanan kaum ahli hisap terbebas dari buaian nikotin.

Demikianlah, larangan dapat efektif berjalan tanpa pelanggaran seandai disiapkan sarana penggantinya yang memadai. Sebaliknya, larangan otoriter dan membabi buta cenderung akrab dengan pelanggaran.

Bagaimana pengaturan merokok ditempat kerja anda?

Bekasi 6 Desember 2012

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan