Gerbong Istirahat

Tetap hari-hari belakangan ini selalu bertabur air hujan. Walau siang sampai sore terlihat cerah, namun dipenghujung sore mendekati magrib, hujan tetap masih setia mengguyur.

Demikian juga sore ini. Hujan demikian deras. Terjebaklah dalam perjalanan. Mencari tempat berteduh barang sesaat. Sesaat yang nyatanya lama juga.

Sesampai di kontrakan sudah remang malam. Aneh, menatap deretan kamar-kamar kontrakan ini bagaikan menatap gerbong-gerbong kereta. Gerbong-gerbong yang siap menerima para penumpang untuk istirahat, merebahkan badan dan tetirah.

Deretan kamar kontrakan bagai gerbong kereta...

Deretan kamar kontrakan bagai gerbong kereta…

Makin ditatap, koq bulu kuduk jadi berdiri. Malam jumat rupanya.

Ah, sudahlah…

Bekasi 29 November 2012

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

4 komentar

  1. kok jadi mikirin malam jum’at sih?
    tapi kalo diliatin terus emang agak2 sih
    hehehehe . . .

    1. Tiba-tiba saja terlintas demikian. Agak gelap sih karena ternyata lampu yg paling ujung mati. Jadi rada2 gitu deh mba…
      Salam,

  2. Kalau kontrakan di Jerman ke menjulang ke atas mas, soalnya harga tanah mahal :D.

    1. Oh ya semacam apartment gitu ya mba? Disini masih model berjajar, kalaupun bertingkat paling hanya 2 lantai saja…
      Salam,

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: