Tentang Hiburan

Rasanya sekarang ini orang-orang semakin butuh dan haus dengan yang namanya hiburan. Berbagai macam sarana hiburan telah tersedia, baik yang bersifat audio maupun audio visual. Bahkan yang berjenis life-show pun dapat dengan mudah kita temui. Semua diciptakan demi memuaskan kehausan akan hiburan.

Pernah terpikir bagaimana sarana hiburan di sekitar tahun 70-an? Apalagi di desa saat aliran listrik belum tersedia disana?

Pagi tadi saya menemukan foto radio transistor tahun 70-an di folder foto saya, seperti foto dibawah ini. Itu adalah radio transistor peninggalan alm. kakek saya yang tinggal di daerah Jampang, pekidulan Sukabumi.

Radio transistor peninggalan alm. kakek...

Radio transistor peninggalan alm. kakek…

Tahun 70-an daerah Jampang belum terjamah aliran listrik. Radio transistor menjadi alternatif terbaik saat itu sebagai sarana hiburan.

Radio transistor itu dihidupi oleh daya yang bersumber dari 6 buah batere. Radio itu dapat menangkap siaran-siaran radio yang terbagi kedalam dua gelombang, yaitu MW dan SW.

Gelombang MW, Medium Wave, berisi radio-radio swasta. Hanya dapat menangkap siaran dari stasiun radio yang tidak terlalu jauh jaraknya. Jadi di Jampang, melalui gelombang MW, dapat didengar siaran-siaran dari radio swasta yang berada di kota Sukabumi.

Adapun gelombang SW, Short Wave, digunakan untuk mendengar siaran-siaran dari stasiun radio yang jauh, misalnya RRI Jakarta, RRI Bandung bahkan sampai siaran BBC London.

Saya masih ingat hiburan yang selalu dinikmati alm. kakek kalau malam minggu. Sepertinya itu acara favorit beliau. Acara itu adalah siaran wayang golek dari RRI Bandung yang berlangsung dari malam hingga dini hari.

Begitu sederhana hiburan masa itu. Bandingkan dengan hingar bingar dunia hiburan saat ini didukung dengan berbagai sarananya yang kian canggih.

Oh ya, apakah anda masih suka mendengarkan radio saat ini?

Bekasi, 28 November 2012

Posted from WordPress for BlackBerry.

14 pemikiran pada “Tentang Hiburan

  1. ya, saya masih sering mendengarkan radio.
    alasannya, karena radio akan memperdengarkan lagu2 yang update dan tanpa saya mengatur playlist-nya. Jadi, kayak mesin otomatis begitu

    ^_^

    • Wah, mba penyuka radio juga rupanya. Saat ini saya pribadi sudah tidak punya radio secara fisik, jadi kadang mendengarkan radio via streaming saja.
      Salam persahabatan…

  2. masih pak…masih ada beberapa gelintir termasuk saya yg senang mendengarkan radio dan gelombang sw…..kalo fm rasanya tiap pagi radio di mobil pasti nyalanya utk pantau kondisi…radio yg kyk di gambar ada tuh yg juwal nos skitar 600an….harga yg sama dulu di 70an barangkali…

  3. Sepertinya iya, itu radio transistor generasi awal.
    Saat ini masih berfungsi, cuma sayang sudah tidak orisinil lagi karena gelombangnya diganti dg FM dan AM.

    Salam,

  4. Sampai sekarang, saya masih suka mendengarkan radio tapi untuk FM, hanya beberapa saja terutama yang suka muterin musik terus. AM juga masih suka tapi hanya beberapa saja. Hal baru bagi saya yang baru dilakukan setahun ini adalah SW. Saya lebuh suka dengarin SW dan baru sadar juga bahwa pesawat radio yang dibeli sekitar tahun 90an itu memiliki SW. Hampir tiap pagi, saya hampir selalu pantengin Radio Australia Siaran Indonesia di SW 9610 KHz dan tadi pagi pun, RASI masih dapat diterima dengan bagus dan jernih tanpa gangguan dari stasiun radio lainnya di Bandung. Bagi saya, saat ini, SW masih berkesan daripada FM dan AM karena berita-berita dimana stasiun radio berada dapat terkespos dengan cepat apalagi tidak ada iklan dan ada pelajaran bahasa yang dapat dikatakan kursus bahasa gratis. Mendengarkan SW seolah-olah mengajak kita untuk berkeliling dunia.

    • Baca komen ini saya jadi ngiler pengen punya radio yg ada gelombang SW-nya. Dirumah sudah gak punya radio yg bener2 radio. Kalo kangen radio, paling streaming. Itupun fokus hanya untuk dengerin jazz bukannya berita apalagi semacam kursus bhs Inggris gratis…
      Terimakasih komentar dan kunjungannya ke blog saya ini.
      Salam,

      • Iya, sama-sama… Sekarang, SW hanya “dikuasai” dengan radio-radio berbahasa Cina yang sinyalnya kuat dan sampai menganggu stasiun radio internasional lainnya seperti RASI, NHK Siaran Indonesia, KBS World Siaran Indonesia, PRO 4 RRI Jakarta dan RRI World Service Voice of Indonesia. Saya suka pantengin radio-radio tersebut dan akhir-akhir ini dan beruntung gangguan dari radio-radio cina tersebut sudah berkurang sehingga bisa dapat didengar dengan jelas. Saya juga selalu mendengarkan BBC World Service yang dipancarkan dari London, Inggris dengan stasiun pemancar luasan (relay) yang di Singapura dan itu sangat jelas sekali dan keras suaranya.Untuk AM, saya hanya mendengarkan PRO 4 RRI Bandung di AM 540 KHz karena ada pelajaran bahasa Inggris, Arab, Sunda dan Arab. Untuk FM, saya suka dengarin Urban Radio, RRI PRO 2 Bandung, Hits Radio dan kadang Ardan Radio. Saya juga kadang suka streaming untuk radio 101 Jak FM Jakarta karena saya suka dengan lagu-lagu terbaik saja yang diputar dan 105.8 FM Lite FM karena ada program Post Card from Melbourne

  5. sejak masa sekolah smp diawali prakarya elektronika bikin radio..akhirnya sampai sekarang sy hobi mendengarkan radio dan juga mengkoleksi radio transistor dan juga tabung,koleksi sy ada yg seperti foto diatas masih orisinil dan bunyi..koleksi radio sy ada berbagai macam dan sampai sekarang sy masih memburu radio2 antik.

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s