Selamanya Nasi

Dipikir-pikir perut saya ini nasi-minded banget. Pagi, siang dan malam selalu harus masuk nasi kedalam perut. Memang kadang ada variasi sedikit. Pagi nasi uduk, tengah hari nasi biasa plus lauknya, malam nasi goreng. Tapi tetap saja nasi.

Yang anehnya, lidah saya tidak pernah bosan mengunyah nasi. Padahal sudah puluhan tahun hidup berteman nasi. Pernah sih berusaha untuk mengganti nasi pagi dengan roti misalnya, tetap saja beberapa hari kemudian balik lagi ke nasi.

Nah, siang ini ingin sekedar selingan. Biasanya makan siang dengan nasi warteg, tiba-tiba ingin menikmati ketoprak.

Siapa yang tidak kenal ketoprak. Berbumbu kacang yang digerus halus, kemudian ditambahkan potongan lontong, tauge dan bihun, dikasih sedikit irisan tahu goreng, ditaburi goreng kerupuk kecil-kecil.

Ketoprak sudah siap untuk dinikmati...

Ketoprak sudah siap untuk dinikmati…

Jadi siang ini saya menikmati ketoprak saja. Nikmat banget, apalagi perut sedang lapar begini.

Sambil makan kepikiran, lah ketoprak kan pake lontong. Lontong kan terbuat dari beras. Beras kan jadi nasi juga setelah diolah. Kesimpulannya, tetap perut saya ini tidak bisa lepas dari nasi rupanya…

Bagaimana dengan perut anda?

Bekasi, 26 November 2012

Posted from WordPress for BlackBerry.

8 pemikiran pada “Selamanya Nasi

  1. mulai membiasakan diri sarapan tanpa nasi.
    non karbo, mulai hidup sehat.
    padahal, takut diabetes, karena ibu saya kena diabetes.
    saya pasti punya resiko itu.

    menghindari hal2 yang tak diinginkan
    ^_^

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s