Setelah Sukses Menjual Produk, Lalu Apa?

Sejenak merenung sebelum melaksanakan aktifitas kerja di Sabtu pagi ini. Selintas terpikir, apakah teori hirarki kebutuhan Maslow itu berlaku juga untuk suatu organisasi usaha?

Saya melihat hal yang menarik dari kasus industri otomotif Toyota. Siapa yang tidak kenal dengan brand Toyota saat ini. Penetrasi produknya demikian dahsyat menjangkau seluruh belahan dunia.

Setelah berkiprah selama 75 tahun di industri otomotif, kini Toyota menempati urutan pertama. Beberapa dekade lalu penguasa industri otomotif ini berasal dari industri otomotif Amerika. Saat itu dikenal The Big Three, merujuk kepada tiga industri otomotif Amerika yang menguasai pangsa pasar otomotif dunia waktu itu. Kini saatnya semua itu berubah.

Setelah produk Toyota menguasai pangsa pasar otomotif dunia, lalu apa yang mungkin akan dikejar lagi oleh Toyota selain tentunya mempertahankan eksistensinya ini?

Mungkin yang kini Toyota akan dan telah mulai “dijual” adalah konsep manajemen mereka yang telah mereka kembangkan dan implementasikan disetiap pabriknya. Konsep itu dikenal dengan Toyota Production System (TPS), konsep manajemen operasi produksi yang menurut pandangan saya berbasis pada penghematan. Penghematan ini bermuara pada terciptanya lini produksi kurus atau lean manufacturing.

Perkembangan selanjutnya, konsep TPS ini tidak hanya dapat diimplementasikan pada industri otomotif saja, tapi industri sektor lainpun dapat pula menerapkannya termasuk industri jasa.

Menarik bukan? Yang penasaran dengan konsep TPS ini dapat merujuk antara lain ke buku The Toyota Way yang ditulis oleh Liker.

Yang tertarik dengan konsep TPS, sila dibaca buku ini...

Yang tertarik dengan konsep TPS, sila dibaca buku ini…

Jadi kini yang dijual Toyota tidak hanya produk tapi konsep manajemen. Apakah ini pemenuhan kebutuhan tahap kelima seperti tertuang dalam teori kebutuhannya Maslow?

Bekasi, 24 November 2012

Posted from WordPress for BlackBerry.

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s