Mengenang Kesyahduan Sukabumi Tempo Doeloe

Sebenarnya sudah agak lama saya berkeinginan sedikit menulis tentang Sukabumi masa lalu dibandingkan dengan saat ini. Hal ini bermula dari ketakjuban akan kesyahduan Sukabumi masa lalu yang saya lihat dari foto-foto yang ditemukan dari searching via internet.

Tulisan ini hanya sekedar tulisan ringan saja. Tiada bermaksud untuk mengkritik kesana-kemari. Hanya sekedar upaya untuk berkaca tentang apa yang dilakukan manusia modern atas lingkungan yang terus berkembang sesuai tuntutan zaman. Syukurluh bila tulisan ringan ini bisa menjadi semacam masukan bagi pemangku kekuasaan untuk membenahi kondisi kota Sukabumi tercinta ini.

Baklah, kita mulai penelaahan sederhana ini…

Kantor Balai Kota Sukabumi

Kita mulai saja dari kantor Balai Kota Sukabumi, tempat dimana seluruh kebijaksanaan penataan kota Sukabumi bermula. Dibawah ini foto kantor Balai Kota tempo dulu yang saya temukan. Tidak jelas foto ini diambil tahun berapa.  Tampak syahdu suasananya. Dua delman di bagian kiri dan kanan saya pikir menambah kesyahduan akan suasana saat itu.

Balai Kota Sukabumi tempo doeloe…

Berikut, foto Balai Kota saat ini. Hanya bagian atap bangunan yang masih dipertahankan keasliannya. Dikiri dan kanan sudah ditambah dengan bangunan baru. Mungkin salah satu alasan perluasan gedung bala kota adalah untuk menampung jumlah birokrat yang semakin bertambah banyak dan menjamin aktifitas rutin mereka berjalan lancar setiap harinya. Mungkin…

Balai Kota Sukabumi saat ini. Perhatikan bentuk atap yang tetap dipertahankan keasliannya…

Stasiun Kereta Sukabumi

Selanjutnya, kita bergeser ke stasiun Sukabumi. Berikut foto yang saya temukan berhubungan dengan kondisi stasiun masa lalu. Lagi, saya tidak menemukan data kapan foto tersebut diambil. Lihatlah halaman stasiun yang demikian lapang. Nampak beberapa delman menunggu calon penumpangnya. Hmmm, terbayang sejuk dan nyamannya suasana saat itu…

Stasiun Sukabumi tempo doeloe. Halaman yang lapang dan delman yang menanti calon penumpang…

Stasiun Sukabumi dari sudut pandang lain…

Nah, dibawah ini adalah foto kondisi stasiun saat ini. Yang mencolok adalah halamannya. Kalau dahulu halaman ini demikian lapang, saat ini demikian sempit. Dibatasi oleh pagar yang memanjang. Diluar pagar ini sekarang terdapat pasar yang bernama Pasar Pelita. Ah, anda tahulah bagaimana semrawutnya kondisi kebanyakan pasar-pasar kita. Hal ini mengurangi keasrian suasana sekitar stasiun Sukabumi saat ini.

Kondisi Stasiun Sukabumi saat ini. Halaman yang menyempit…

Sudut lain keadaan Stasiun Sukabumi saat ini…

Masjid Agung Sukabumi

Tempat berikut yang saya perhatikan adalah Mesjid Agung Sukabumi. Saya pribadi familiar dengan foto Mesjid Agung Sukabumi seperti dibawah ini. Familiar dengan dua menara di sebelah kiri dan kanan Mesjid Agung tersebut. Rasanya sampai dengan saya SMP masih bisa menatap bangunan tersebut.

Mesjid Agung Sukabumi tempo doeloe…

Bagaimana dengan Mesjid Agung saat ini? Mohon maaf sekali, Mesjid Agung sedang dibongkar habis-habisan sekarang. Membangun Mesjid Agung yang sama sekali baru. Menghilangkan seluruh jejak masa lalunya. Sayang sekali…

Pembangunan Mesjid Agung. Sama sekali tidak meninggalkan jejak masa lalu…

Capitol

Terakhir, saya menemukan foto yang demikian indah sekitar area Capitol masa lalu. Mungkin saat foto ini diambil, Capitol merupakan pusat kota Sukabumi. Semacam pusat perbelanjaan dan hiburan saat itu. Lihatlah foto Capitol masa lalu dengan seksama.

Suasana sekitar Capitol tempo doeloe. Betapa syahdu…

Bangunan tengah yang dimaksud dengan Capitol tersebut. Dibagian depan bangunan ada semacam atap yang memanjang kedepan. Disana terdapat teras untuk sekedar duduk bila telah letih berbelanja. Kondisi Capitol seperti ini masih saya alami ketika saya masih duduk dibangku SD, sekitar tahun 70-an. Sejajar namun diseberang Capitol terdapat bangunan yang membulat bagian samping depannya. Tertulis KHOE & Co. Mungkin semacam perusahaan swasta.

Apakah masih ada kesyahduan Capitol tempo dulu pada Capitol sekarang ini? Inilah…

Suasana sekitar Capitol saat ini…

Capitol Plaza. Dinding yang sudah demikian “tergadai”…

Foto diatas adalah foto Capitol saat ini. Namanya sudah berubah menjadi Capitol Plaza. Saya sebagai orang awam kadang menghela nafas dalam melihat kondisi Capitol saat ini. Betapa tidak, sebagian besar dindingnya sudah “tergadai” kepada salah satu operator telekomunikasi. Ah, mungkin nama Capitol Plaza sudah tidak cocok lagi digunakan…

Bagaimana dengan banguan membulat KHOE & Co yang khas itu sekarang? Bangunan membulat itu ternyata masih dipertahankan hingga saat ini. Sekarang berubah menjadi Toko DUNIA seperti dapat dilihat pada foto dibawah ini.

Bandingkan situauasi ini dengan situasi Capitol tempo doeloe…

Kesan yang didapat dari foto terakhir pastilah bernada sama. Ya, betapa semrawutnya kondisi sekitar Capitol saat ini. Baik kondisi lalu lintasnya maupun kondisi didepan dan disamping bangunan yang bernama keren Capitol Plaza itu…

Sekali lagi tulisan ini tiada bermaksud mengkritik kesana-kemari. Saya pribadi hanya sekedar mengajak bercermin dari kesyahduan masa lalu dan direfleksikan ke keadaan saat ini. Mungkin kita mendapat pelajaran berharga sebagai hasil proses bercermin tersebut.

Semoga…

Sukabumi, 11 November 2012 & Bekasi, 17 November 2012

92 pemikiran pada “Mengenang Kesyahduan Sukabumi Tempo Doeloe

  1. Deskripsi komparasi yg keren atas memori kolektif …dr mulai Spoor Centraal Station hingga Capitol jg Khoe & Co nya..
    Itu bulatan Khoe & Sebetulnya dibangun u/ menunjang bangunan Caoitol sbg vocal point pd thn 1930 an atas design AAF Aalbers🙂

    • Keng Egon,
      Hatur nuhun tos kersa ngomentaran tulisan sederhana ieu.
      Saya baru tahu tentang konsep bulatan gedung Khoe tersebut juga sang desainernya AAF Aalbers…
      Salam,

  2. bagus tulisannya kang.
    biarkan masyarakat yg menilai kedua kondisi beda zaman tersebut, mau dibawa kemana lagi ke depannya.

    Untuk lebih mengenal sejarahnya, mungkin kang Egon sekali2 mau ngadain acara tour singkat heritage Sukabumi.
    hehe

    • Hatur nuhun sudah berkunjung Kang. Betul juga, akhirnya biarkan masyarakat yang memberi penilaian atas beda kedua kondisi zaman tersebut…
      Tour singkat heritage sukabumi? Wah ide dahsyat nih. Kumaha nih kang Egon? Hayu ah kapan2 diadakan, sambil silaturahmi juga…
      Salam,

  3. “Kita mulai saja dari kantor Balai Kota Sukabumi, tempat dimana seluruh kebijaksanaan penataan kota Sukabumi bermula.” Dulu kami kerap bergurau tentang walikota yang benar akan ditunjukkan oleh jam besar didepan balaikota itu, dan landmark itu kini tak lagi terpasang entah kenapa. Bagaimanapun gedung lama masih memperlihatkan adanya semangat melayani, tanpa pagar yang looks awful itu, pembatas antara birokrat dan rakyat. Kapankah semua ini bermula? Better lite a candle than cursed the dark.”Mungkin kita mendapat pelajaran berharga sebagai hasil proses bercermin tersebut.” Dan itulah yang memang selalu kita lupakan …bercermin… Selamat untuk blog yang mencerahkan ini, terima kasih dan salam.

    • Wilujeng wengi Kang Iwan,
      Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya yg indah atas tulisan sederhana saya ini.
      Ah, tulisan saya yang tidak runtut ini jauhlah dari kategori blog yg mencerahkan. Ini hanya upaya penyadaran diri sendiri saja. Mungkin ada manfaat bagi pembaca, itu seperti suatu bonus bagi saya pribadi.
      Salam persahabatan,

    • Betul Kang, tak seindah dulu lagi…
      Walau gak seindah dulu, tapi kalo ditata dengan lebih baik lagi dibanding kondisi saat ini, pasti sukabumi tetap berkenan ya…
      Salam,

  4. Dulu dari tahun 1963 s/d 1966, aku sekolah di Smansa bekas kandang Uncal, sekarang dipakai SMP N.2 kalau ga salah,berhubung kelas hanya sedikit sedangkan murid Smansa banyak, maka masuk sekolah kadang bergiliran, nah…kalau nunggu waktu aku selalu tiduran disamping Jam tsb, dibawah pohon yg rindang ber sama kawan2..Jam depan kantor Pemkot tsb memang banyak kenangannya, sayang kalau Jam itu sampai dibongkar .

    • Ah, saya jadi membayangkan saat2 syahdu Sukabumi seperti yang Bapak ceritakan dalam komentar. Saya pribadi baru lahir thn 1964. Menginjak SMPN 1 thn 76. Tuisan sederhana ini hanya bentuk kecintaan saya kpd kota Sukabumi tercinta.
      Bagaimana indahnya tiduran di samping jam depan kantor Pemkot itu ya Pak? Luar biasa, Bapak mengalami saat-saat indahnya kota Sukabumi.
      Terimakasih kunjungan dan komentarnya di blog dan tulisan sederhana saya ini.
      Salam hormat,

      • Duh, teu gaduh foto-foto sekitar jalan Tjikole teh abdi mah.
        Cobi ditelusuri Grup di SOEKABOEMI HERITAGES di facebook, Kang. Seueur foto-foto lawas Sukabumi di share di grup ieu Kang.

        Salam,

  5. Ping balik: Keliling Kota Naik Delman | Sisi Hidupku

  6. Apakah Sukabumi akan dibiarkan…menjadi kota amburadul tidak tertata lagi ?? Adakah manusia yg peduli………………….kenangan masa kecikul bermain hilang semuanya…karena kerakusan segilintir orang akan DUIT !!! Oh…Sukabumiku

    • Apa yg diresahkan Kang Herry sedikit banyak senada juga dg apa yg saya resahkan.
      Masa-masa kecil yg indah di Sukabumi, masa-masa kita mengenal kota ini yg demikian asri.
      Semoga ada gerakan kearah pengembalian kpd keasriannya…
      Salam,

  7. Saya mungkin adalah salah satu orang yang sangat sedih ketika melihat peninggalan -peninggalan bersejarah dihancurkan dengan mengatas namakan pembangunan, mengatas namakan nasionalisme, padahal hanya pembelaan atas nama keserakahan ,kerakusan segelintir orang yang bernama pejabat….., saya adalah orang cipanas yang ketika kecil sering diajak berjalan-jalan kedaerah sukabumi,cianjur , bogor, bahkan cipanas puncak sendiri dulu masih sangat asri, bersih , sunyi…., tapi sekarang kota-kota tersebut boleh dikatakan berantakan, kumuh, semerawut, dll. Semoga foto-foto tersebut membuat refleksi bersama tentang artinya keserakahan….Wasalam kang Egon….trimakasih atas foto-fotonya yang indah….!!!!!

    • Membaca komen kang Jon, betul saya merasakan kesedihan yang sama.
      Secara pribadi pun saya tidak mampu berbuat apa-apa. Hanya rakyat kecil. Hanya berusaha menuangkan kesedihan dan kegetiran itu dalam tulisan sederhana ini saja.
      Makasih kunjungan ke blog sederhana ini kang Jon.
      Salam,

  8. saya sedih kang dengan sukabumi sekarang,, saya adalh pecnta sejarah kang,, sungguh hati ini skit ktka membandingkan sukabumi masa lalu dan sekarang..

    • Saya demikian juga kang Ghany. secara saya lahir, besar dan bekeluarga di Sukabumi sungguh cuma bisa mengurut dada menyaksikan perkembangannya belakangan ini.
      Salam,

  9. Jarang banget nulis.. kemana aja nih si akang, menghilang?
    – Balai Kota ternyata nggakterlalu banyak berbeda ya..
    – Gedung capitol.. jadi ingat saat baru pertama kali ke Sukabumi…Sekarang jadi kebanyakan iklan ya..

    • Met malam mba, apa kabar?
      Iya nih mba, absen ngeblog lama juga. Ini lagi berbenah lagi, berusaha lagi konsisten nulis spt yg mba lakukan dg blognya.
      Terkhusus ttg Capitol, ah berantakan sekali kondisinya sekarang ini. Saya masih mengenang Capitol spt foto lama itu. Thn 70-an waktu saya SD, saya masih merasakan gak jauh spt foto lama itu.
      Makasih kunjungan dan komennya mba.
      Salam persahabatan selalu,

        • Betul mba, ada kesenangan tersendiri dari menulis. Dgn menulis rasanya saya lebih memperhatikan kejadian sekitar. Kalo ketemu sistematika yg urut, bisa jadi bahan untuk tulisan di blog. Kalo hanya sekilas kejadian, jadilah bahan untuk ngetwitt. Ah, begitulah mba…
          Salam,

  10. Kota Sukabumi adalah kota kelahiranku….masa kecilku..dan masa remajaku..,banyak kenangan manis di Sukabumi, matak lamun nuju di manca Nagara tara hilap ka Sukabumi, ayeuna mah pami ka Sukabumi siga orang pendatang siga orang asing…..margi Sukabumi tidak seperti dulu lagi,macet….,penuh PKL..upami jalan jalan dikota ge mani hareurin,pabaliut.
    .Komo ningali Lapang Merdeka ,jadi pasar kaget.,padahal dulu teh tempat kagiatan Acara Agustusan.pertandingan antar sakola,dan upacara lainnya.Kumaha tah pangawasa Kota Sukabumi tiasa teu mengembalikan Lapangan Merdeka seperti semula..?Emh…..waas Sukabumiku tercita…..

    • Alhamdulillah tepang baraya sa-sukabumi. Sim abdi oge lahir di Sukabumi. Sakola dugi ka SMA di Sukabumi. Nguliah mah di Jakarta. Saatos rengse kuliah, berkeluargi tur netep di Bekasi. Namung parantos sekitar 4 tahun keluargi direlokasi deui ka Sukabumi. Sim abdi tetep nguli di Bekasi, janten minggonan wangsul ka sukabumi.
      Leres pisan Kang, sukabumi ayeuna tos kirang asrina, utamina di area kotana. Macet, amburadul. Mugi atuh kapayunna tiasa dibenahan deui ku nu ngawasa di Sukabumi.
      Hatur nuhun parantos kersa seratan sederhana abdi ieu.
      Salam,

  11. Tambihan :Kapungkur Pribados linggih di Cipelang Leutik,gang sapaliheun bumi pak Syahbandar,totogan ti Jl.Syamsudin SH.Rencang dalit ti bubudak dugi ka SMANSA ,nyaeta pak H.Ir.Wasidi Swastomo Msi (Mantan Bupati Cianjur ),Melalui Blog ini tertumpang salam buat beliau dimanapun berada.-

    • Daerah Cipelang Leutik, abdi apal pisan. Sim abdi, dugi ka masa sakola SMP linggih di Gg Cereme, Cikiray. Ngalih ka daerah Kebon Kawung waktos SMA.
      Mugi atuh salamna ka rencang dalit Akang tiasa dugi melalui blog ieu…
      Salam,

    • Betul sekali Mas Heri, masa lalu yg syahdu. Melihat foto-fotonya saja membuat saya demikian jatuh cinta…
      Alhamdulillah, baik. Semoga Mas Heri selalu dalam lindunganNya selalu.
      Terima kasih kunjungannya Mas…
      Salam,

  12. Kapungkur mah nya Yi…..di Sukabumi teh seueur Bioskop,aya Indra,Mayawati, teras aya Gelora, Katri /Royal, aya tah anu nyempil caket Sandiwara Sri Asih nyaeta Bioskop Garuda, Nyaeta film na buangan ti Bioskop2 sanes,pan jaman baheula mah ada film utk 17 th keatas,13 th keatas, dan semua umur.Aya deui di ujung Timur nyaeta bioskop Diana /Budaya Timur,di barat aya deui bioskop nyaeta parapatan anu ka Jl.Benteng sareng A.Yani,kapungkur mah payuneun Hotel Merdeka, ayeuna mah didamel Mall naon tah .Nembe tahun2 belakang bertambah lagi,aya nu payuneun Toko ABC/Jl.Ciwangi,aya nu di pertokoan depan Bioskop Gelora/Super Mall,Capitol ,dll.Di kebon kawung aya rencang ti El Nusa anu sasarengan damel di Proyek Telekomunikasi Saudi Arabia (MMTEP),namina H.Suwanda Affandi,manawi terang?

    • Perkawis bioskop, leres pisan kapungkur mah seuseur bioskop di Sukabumi teh. Ayeuna mah teu aya hiji-hiji acan. Nuju abdi sakola di SMP mah, Garuda teh langganan. Saminggu tiasa nonton didinya dugi ka 3 kali. Mirah karcisna. Ngempelkeun tina artos sesa jajan. Sok nonton teh siang, nonton film nu maen na tabuh 2.
      Upami hotel Merdeka teh ayeuna tos janten pusat perbelanjaan TIARA. Bioskop nu disebrangna tos janten bangunan Bank Mandiri.

      Aeh, geuning kenal sareng H. Suwanda Affandi? Atuh eta mah pun bapa. Nepangkeun abdi putra nu pangageungna…

      Ieu postingan abdi nu didedikasikeun kanggo pun bapa. Aya foto pun bapa di posting ieu. Sumangga di cek posting ieu https://sisihidupku.wordpress.com/2013/01/10/makna-jemari-kita-benarkah/

      Puntn upami Pa Eddy ayeuna linggih dimana?

      Salam,

  13. Alhamdulillah..geuning Putrana Pak H.Suwanda Affandy,kapungkur waktos di Saudi Pak Wanda mulih ka Indon,abdi gentosna di bag,Personalia.Pak Wanda mah mung sataun, abdi mah dugi ka 2 th di Madinah.Ayeuna linggih di Bogor di kaki Gn.Salak
    sekitar the Jungle…,damel di Pengeboran Minyak lepas Pantai tos 23 th,Kumaha pak H.Suwanda sehat….?baktos wae atuh ti pak H.Eddy Kuspandi di Bogor.,bumina anu kapingkur keneh…?

    • Pun bapa masih emut pisan ka Pa Eddy. Kaleresan minggu sonten ieu abdi ka bumi pun bapa, janten bermemori waktos di damel di Saudi.
      Alhamdulillah pun bapa sehat wal’afiat. Bumina masih nu kapungkur. Diantos atuh kasumpingan Pa Eddy di bumi saupami aya waktos.
      Salam,

  14. Dina Jumat ping 28 Juni tos tilar dunya pun Incu Rifan Muhardiasyah teu damang typhus, di P.Belitung dlm Usia 19 Th (Alumni SMK N 3 Bogor angkatan 2012,jurusan Akomodasi Perhotelan, ) dikurebkeun di Bogor malam itu juga.Pamu gi amal ibadahna pun Incu ditampi ku Allah SWT……..

  15. Sukabumi tempo dulu lebih keren… Seperti di luar negeri. Sukabumi sekarang kumuh dan tak beraturan. Anehnya, dapat Piala Adipura lagi… Hadeuuuh #tepokjidat.

    • Nah, ini baru kepikiran, iya ya darimana penilaian untuk memperoleh Piala Adipura itu?
      Sedih sayah mah melihat kondisi Sukabumi saat ini teh. Melihat foto-foto masa lalu, jauh banget keadaannya…
      Salam,

  16. Wilujeng boboran Shiam 1434 H ,nyuhunkeun dihapunten samudaya kalepatan,baktos wae ka Pak.H.Suwanda Affandi, pamugi dina ginanjar kawilungan sareng dipaparin kasehatan,Baktos ti Bogor: H.Eddy Kuspandi.-

  17. Assallamualaikum…..W.Wb…..,
    Lawas ti lawas nembe ngabuka deui Titik Asa…..kumaha wartosna damang sakeluargi…..?kitu deui tuang rama H.Suwanda Affandi pamugi sehat keneh sareng panjang Yuswa……,dina nutup taun 2013 sareng mayunan taun 2014..,atuh urang sadayana dipasihan sehat nya Yi..?kaberkahan…sareng kamulyaan…,dipaparin rezeki anu pirang2……….Teu hilap baktos ka Kasepuhan H.Suwanda Affandi pamugi dipaparin sehat…,sareng panjang Yuswa……..Amien.

    Baktosna :
    Ti .H.Eddy Kuspandi

    Sakeluargi di Bogor.

    • Wa’alaikum salam wr. wb. Pa H. Eddy…
      Alhamdulillah sim kuring oge pun bapa aya dina panangtayungan Gusti Nu Maha Kawasa.
      Insya Allah, urang senantiasa dipasihan sehat, mulya, rezeki sinareng panjang yuswa.
      Iraha atuh bade amengan ka bumi pun bapa? Mangga diantos pisan.

      Salam hormat ti abdi di Sukabumi,

  18. Manusia semakin bertambah,lahan tidak bertambah.Dunia bergerak maju tapi kemajuan yang menyesakan..Tahun 80 an sampai 85 masih ke sukabumi buat camping di cipelang atau selabintana,naik kereta dari bogor atawa naik truk bak terbuka..suasana masih nyaman tidak ada kemacetan tapi sekarang alah mak bogor sukabumi bagai jalur neraka..belum kepadatan yang tambah sumpek tak ada lagi sawah dan perkebunan karet..

    • Betul sekali, seperti banyak juga orang bilang, bogor – sukabumi bagai jalur neraka. Sebagian orang mengatakan itu, sebagian orang mengalaminya. Seperti saya ini yang selalu mengalaminya setiap minggu saat pulang dari bekasi menuju sukabumi.
      Entah sampai kapan kemacetan itu akan terus berlangsung. Tol bocimi yg ramai dibicarakan kini hanya mimpi saja. Mungkin puluhan tahun ke depan tol ini baru ada. Mungkin…

      Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya.

      Salam,

  19. yang membuat keasriannya hilang itu terutama banyaknya brand dan produk yg semaunya pasang tampang/ ngiklan di mana-mana mas.. sampai cat rumah segala..
    nampaknya negeri ini dikuasai brand…

    • Betul juga mba, itu adalah salah satunya. Yang lain tampaknya perlu juga pembenahan serius oleh pemkot Sukabumi termasuk penataan ulang pasar tradisionalnya yang hingga kini masih semrawut.
      Semoga saja ada itikad baik untuk setidaknya kembali meng-asrikan Sukabumi.
      Terima kasih komentarnya mba.

      Salam,

  20. Ass.wr.wb. Kemana kaki melangkah sukabumi tetap di hati. Banyak yang berubah dari sukabumi. Tapi untuk saya sukabumi tetap menyimpan sejarah dari awal perjuangan seorang anak manusia yang ingin merubah nasibnya. So……. sukabumi apapun dirimu kini aku tetap menaruh harapan besar untukmu. Nuhun ah liputannya. Pelipur lara…………

    • Wa’alaikum salam wr.wb.

      Apa yg teh Euis rasakan sama dgn apa yg rasakan tentang Sukabumi. Di kota ini saya dilahirkan dan dibesarkan. Bagaimanapun baik dan buruknya keadaan Sukabumi saat ini, saya tetap mencintainya.
      Memang dgn arus perubahan, Sukabumi kini tak seindah dahulu lagi, walau masih terdapat tempat-temat asri disana. Kenangan akan Sukabumi masa lalu yg demikian asri, lengkap dengan banyaknya bioskop pilihan disini tetap melekat dihati.
      Kecintaan saya akan Sukabumi ini membuat banyaknya tulisan-tulisan mengenai Sukabumi di blog saya ini. Salah satunya tulisan ini yang akan selalu tempel di halaman pertama blog ini.

      Terima kasih kunjungan dan komentarnya ke blog sederhana ini.

      Salam,

  21. Terimakasih atas Post yang sangat bermanfaat ini. Slam kenal Kang.
    Ohya, saya mohon ijin berbagi link halaman ini di blog saya ya. Haturnuhun

    • Memang demikian seharusnya. Bangunan lama, dirawat dan dijadikan museum. Tapi pola pikir penguasa tidak seperti demikian rupanya. Apa yg dilihat sekarang, demikianlah pencerminan pola pikir mereka itu.

      Salam,

  22. Ass wr wb… salam kenal kang….
    alhamdulillah saat ini saya oarng asli Kota Sukabumin mendapat amanah untuk melakukan perencanaan untuk kawasan pusat kota Sukabumi khususnya di Kelurahan Gunung Parang. Menyangkut kondisi foto-foto yang ada pada blog ini adalah bagian dari wilayah Kelurahan Gunung Parang tersebut.

    Pada kesempatan ini saya ingin mendapat masukan-masukan atau impian2 yang ingin diwujudkan pada masa yang akan datang, mengingat untuk kawasan pusat kota ini ibaratnya penyakit sudah komplikasi, sehingga perlu dilakukan diagnosa yang komprehensif.

  23. wahhh kalo di lihat sih ga terlalu jauh beda..
    tapi saya sepertinya lebih suka yang tempo dulu, soalnya keasriannya masih tetap di jaga dan halamannyapun yang dulu lebih luas beda dengan yang sekarang..
    tapi untuk atap balai kota sukabuminya masih tetap di pertahankan ciri khasnya..bagus (y)

    makasih infonya yaa😉

  24. asalam.Wr Wb, hatur nuhun tiasa nyawang sukabumi kapungkur, mani waraas mun seug aya mesin waktu hoyong wangsul deui kanggo ngabebenah supados sukabumi ulah acak-adut siga ayeuna. Nepangkeun sim kuring alumni SMAN caket Balaikota da kapengker mah mung hiji SMA teh, samalih nalika ngalih ka Baros pribados nuju kelas II masih hiji SMAN teh. Sakali deui nuhun seratan / gambar sae pisan.

  25. Ping balik: Masjid Agung Kota Sukabumi Saat Ini | Sisi Hidupku

  26. Ping balik: Bits of The Forgotten PastThe New Urban Review | The New Urban Review

  27. ass…nepangkn kang abdi asep sidik.. lahir mah era 70an…mung teu kantos ngalami suasana sukabumi tempo dulu…mung dina demet ieu insaallah abdi kapercanten kanggo ngadesain interior sareng eksteriorna gedung heritage…khusus gedung heritage ada ke inginan pa wali untuk mengembalikan ke bentuk originalnya…kalau boleh sering masukan sareng silitarohmi..tiasa teu…haturnuhun , wasalam

    • Wslm. Kang Asep, nepangkeun…
      Wilujeng atuh Akang kapecanten ngadesain gedung Heritage. Palih mana gedung na teh Kang?
      Mangga, iraha-iraha urang tiasa patepang.

      Salam,

  28. Duh..waas nyawang Sukabumi kapengker teh, taun 1979 dugi 1981 nuju masa sma, unggal sasih abdi sering ka di Ciseureuh, ti Bandung sok nyonten nganggo beus js atanapi wahyu… kapungkur sering ameng ngurilingan kota Sukabumi ka stasion ka bioskop ka alun-alun pangamengan abdi, pami tos lebet ka Sukaraja waas ngalangkungan talang-talang cai luhur jalan, taun-taun harita mah masih karaos keneh asrina…tapi ayeuna pangling, sasih Februari kamari ka Cicurug ..hadeuu…ti Cisaat keneh asa tos sadinten we ku macetna…pamugi atuh Sukabumi kapayun janten tertib, nyaman, asri….

    • Duh, aya ku endah nu Akang gambarkeun dina komentar na.
      Leres pisan Kang, macet ayeuna mah di Sukabumi teh. Kitu deui perjalanan ka Sukabumi, teu nyaman pisan. Macet dimana-mana. Unggal minggon abdi wangsul di Bekasi ka Sukabumi, bati tiasa sabar wae…

      Salam,

    • Terima kasih Mas atas kunjungan kembali ke blog saya.
      Belakangan saya belum sempat memposting tulisan lagi ke blog. Ah alasan klasik, Mas. Terjebak kesibukan pekerjaan…

      Salam kangen dari saya di Sukabumi,

  29. kayaknya hampir seluruh kota di indonesia mengalami hal serupa … sudah berubah dengan alasan modernisasi dan kemajuan … tapi kenyataannya semakin semrawut dan tidak terencana … hikss

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s