Ke Pantai Minajaya yok…

Pernah dengar nama Pantai Minajaya?  Saya kira sahabat belum banyak yang familiar dengan pantai ini. Tapi kalau ditanya tentang Pantai Ujung Genteng, berani taruhan, pastilah banyak yang sudah mengenalnya atau bahkan pernah mengunjunginya.

Nah, titik persimpangan menuju ke dua pantai ini ada di Surade. Dari Surade kita boleh memilih lurus terus menuju pantai Ujung Genteng dengan jalan yang sudah bagus, atau belok kiri menuju pantai Minajaya dengan jalan yang masih parah, terjal dan berbatu. Seandai ingin bersantai dengan jaminan fasilitas tempat penginapan yang sudah baik, pilihlah tujuan ke pantai Ujung Genteng. Tapi seandai ingin menyatu dengan alam, dengan pantai yang masih “perawan”, tempat nginap yang sederhana ala kadarnya, ambilah tujuan ke pantai Minajaya…

Saat saya tiba di pantai Minajaya, yang pertama dicari adalah informasi tempat menginap.  Tentu saja, karena waktu itu saya memang berniat menginap disana. Menuntaskan kangen menatap laut, mendengar debur ombak dan menghirup udara malamnya yang masih segar.

Tentang  tempat menginap ini, akhirnya saya mendapat informasi kalau kita bisa menyewa saung panggung  sederhana tanpa dinding. Tenang saja, kalau malam akan dipasang bohlam listrik sebagai penerang. Biaya sewa per malamnya sangatlah murah. Hanya Rp 50.000,- saja. Jangan kaget, foto dibawah adalah saung panggung tempat kita menginap malam ini…

Saung panggung tempat menginap malam ini…

Baiklah, sekarang kita berkeliling berjalan sepanjang pantai. Dari pasir pantai yang diinjak, jarak kelaut masih agak jauh. Jarak terbentang ke bibir laut dihubungkan oleh batuan karang yang luas terhampar.  Karang yang beberapa bagiannya tergenang air yang bening. Satwa laut masih bisa kita temukan disana-sini…

Satwa laut yang masih bisa kita saksikan…

Siapa yang kreatif bermain dan menikmati alam? Ah ya, tentulah anak-anak. Biasa mereka bermain dilantai bertembok, kini dengan kaki telanjang mereka menikmati apa yang alam berikan. Sekedar bermain menangkap kepiting atau seperti anak-anak ini yang mencoret-coret pasir menuliskan huruf-huruf yang mereka sendiri tidak memahami apa maknanya…

Main pasir, nyari kepiting ah…

Entah apa yang mereka tuliskan. Korban budaya K-Pop kah?

Atau berjalan-jalan diatas hamparan batuan karang? Pilihan baik. Menginjak batuan karang yang sebagian besar tertutup lumut hijau, dengan kaki telanjang, bolehlah dicoba. Itung-itung terapi karena sehari-hari kita tak lepas dari alas kaki…

Batuan karang yang berlumut. Tanpa alas kaki, berjalan diatasnya…

Menjelang senja, keheningan semata yang dirasakan. Udara semakin dingin karena angin yang semakin kencang berhembus.  Hening dan mulai meredup…

Hening menjelang datangnya senja…

Dan, senja demikian indah. Semburat warna yang tak terlukiskan dengan kata-kata. Tataplah, rasakan keindahan dan tentu keangungan Sang Maha Pelukis keindahan ini…

Tak teruraikan dengan kata, betapa indah senja ini…

***

Pagi menjelang, menatap keindahan untuk beberapa saat lagi sebelum meninggalkan pantai Minajaya. Masih hening, menunggu matahari beranjak dari peraduannya. Entah kapan beranjang sono menikmati keindahan pantai Minajaya kembali…

Dalam kelembutan pagi…

Menatap sebelum beranjak meninggalkannya…

Mentari beranjak juga dari pembaringannya…

Nah, kapan kita menikmati bersama keindahan Pantai Minajaya, sahabat?

Bekasi, 30 Oktober 2012

4 pemikiran pada “Ke Pantai Minajaya yok…

  1. Ping balik: Wisata ke Ujung Genteng | Sisi Hidupku

  2. Ping balik: Wisata ke Ujung Genteng | Sisi Hidupku

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s