Tour de Jampang

Lebaran saat yang tepat untuk bersilaturahmi dengan kerabat dan keluarga. Demikianlah kebiasaan yang akhirnya menjadi semacam ritual juga bagi masyarakat kita. Ritual yang baik bila dimaknai secara positif. Saling memaafkan, menjalin kembali hubungan yang sempat terputus, atau bahkan akhirnya membangun kembali makna kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat dalam tatanan yang harmonis.

Sebagian besar keluarga dari garis keturunan Bapa dan Ema tinggal di Jampang. Jampang adalah sebutan lain untuk daerah pekidulan Sukabumi. Jampang yang saya maksud disini adalah Jampang Tengah, berjarak sekitar 40-an km ke arah selatan dari kota Sukabumi.

Lebaran kali ini saya menyempatkan waktu untuk mengunjungi Jampang kembali. Silaturahmi tujuan utamanya. Tapi bagi saya sekalian melihat kembali sebagian masa kecil saya yang banyak diluangkan di daerah ini. Ya, dulu waktu saya masih kecil, sewaktu masih bersekolah di SD, Jampang selalu menjadi tempat dimana saya menghabiskan liburan sekolah.

Syukurlah, Jampang masih hijau dan asri saat ini. Walau tidak sehijau dan seasri dahulu tentunya. Cukuplah untuk menghirup udara segar, memompakan kembali kesegaran udaranya kedalam paru-paru yang kerap diisi dengan udara polusi yang biasa saya hirup setiap hari.


Kenangan terindah yang masih lekat dalam ingatan kalau liburan sekolah dahulu di Jampang adalah berenang di sungai. Kala itu sungainya masih jernih dan airnya lumayan deras mengalir. Setinnggi dada air sungai saat itu. Kini? Air sungainya telah raib entah kemana. Tidak ada lagi air setinggi dada itu. Tidak ada lagi air sejernih dulu itu. Cobalah amati foto dibawah ini. Menyedihkan, bukan?

Listrik, jangkauan sinyal selular, mungkin merubah pola hidup dan bermasyarakat. Tak terkecuali di Jampang. Setiap orang rata-rata sudah menenteng hp saat ini. Baiklah untuk berkomunikasi dengan sanak-keluarga yang jauh merantau.

Adapun listrik, sedikitnya merubah pola hiburan sebagian besar masyarakat Jampang. Pemandangan yang biasa bila disamping rumah yang sangat sederhana terdapat antena parabola…

Demikianlah Jampang yang saya lihat saat ini. Jampang yang jauh dari kenangan indah masa kecil saya. Apakah ini Jampang yang modern? Ah, entahlah…

Sukabumi, 2 September 2011

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s