Ah, mengapa tulisan ini diberi judul Jalan Kaki Sederhana? Tokh, jalan kaki itu sudah merupakan gerak badan yang sederhana. Tidak perlu kostum khusus juga tidak perlu alas kaki khusus pula bukan?

Begini, kadang-kadang kita suka mengikuti pendapat masyarakat. Tentang jalan kaki ini, banyak amggora masyarakat yang menyarankan kurang lebih begini, ayo jalan kaki di lapangan “x”, ramai lho disana, usai jalan kaki kita langsung bisa pilih makanan siap santap. Atau, usai belanja kita langsung bisa lihat-lihat barang keperluan.

Lho, ini mau jalan kaki atau memanjakan perut atau belanja barang-barang?

Nah, inilah yang saya maksud ‘tidak sederhana’. Kenapa? Karena jalan kaki akhirnya berujung dengan uang kan? Uang untuk ongkos menuju lapangan “x” itu, uang untuk membeli makanan siap santap itu, atau bahkan uang untuk membeli barang-barang keperluan itu?

Maka, kembalikan saja jalan kaki itu ke fitrahnya. Kembalikan maksud jalan kaki itu untuk memperoleh kesegaran bagi tubuh yang sudah seminggu didera kesibukkan. Itu aspek lahirnya. Aspek bathinnya, ya untuk lebih mendekatkan diri kepada pasangan, misalnya. Kita bisa mengobrol bebas dengan pasangan sepanjang perjalanan. Atau lebih baik, bisa pula bertegur sapa dengan tetangga yang jarang kita temui di hari-hari kerja.

Itulah yang hari minggu kemarin saya coba lakukan. Berjalan kaki di sekitar rumah saja. Melewati halaman-halaman rumah tetangga, menyempatkan untuk bertegur sapa. Ya, silaturahmi menjadi salah satu aspek juga rupanya.

Ternyata, kesegaran lebih bisa dirasakan dengan melakukan jalan kaki sederhana ini. Bisa dibayangkan betapa segarnya ternyata tidak jauh dari rumah, saya bisa menemukan jembatan yang indah menyebrangi sungai yang masih jernih, seperti foto dibawah ini,

Air, sawah dan saung ini juga sempat saya lewati. Berimajinasi sejenak, seandai bisa meluangkan satu malam untuk merenung di saung ini, hmm, mungkin syahdu…

Sungai Cigunung yang jernih, bila ditatap dari atas. Sungguh, air sungai yang jernih ini mengingatkan kembali ke masa kecil saat saya dengan bebas mandi telanjang badan dengan teman-teman sebaya. Ah, indahnya saat itu…

Saran saya, mari lakukan jalan kaki sederhana saja. Lakukan dengan rutin setiap hari minggu, misalnya. Semoga manfaat lahir dan bathin bisa kita peroleh. Semoga…

Sukabumi, 22 Mei 2011

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan