Dari Berkah ke Musibah

Semalam hujan deras mengguyur. Sangat deras. Udara terasa sejuk, nikmat. Mendinginkan tubuh yang panas karena lepas penat seharian jantung berpacu mengejar denyut nadi industri.

Apa yang terbersit ketika hujan lebat melanda bumi?

Sesungguhnya hujan berkah, rejeki yang langsung diturunkan dari langit untuk bumi dan seisinya. Adakah kita pernah berucap syukur ketika hujan turun?

Ah, sebagian kita malahan mengutuk ketika lebat hujan mengguyur. Yang terpikir hanya sekitar kemacetan lalulintas yang akan dialami, telat berkumpul kembali dengan keluarga. Sebagian kita denyut nadi bertambah kencang. Takut, kuatir, jangan-jangan banjir besar melanda.

Pagi ini, mari merenung sejenak, mengapa yang sebenarnya hujan itu berkah dan rejeki dari langit bisa berubah menjadi momok dan musibah?

Jawabnya ada di dalam sanubari diri kita masing-masing…

Bekasi, 14 Oktober 2010
[sent from my mobile phone]

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s