Berdamai dengan Diri Sendiri

Pasang surut kehidupan, turun naik dan silih bergantinya antara suka, duka, bahagia dan derita adalah hukum kehidupan ini. Tak selalu dalam bahagia, karena tak mungkin pula kita selalu dalam derita.

Sungguh kata-kata itu mudah di ucapkan, terutama saat kita dalam kondisi bahagia. Coba kalau saat kondisi kita berduka, pasti serasa kita hanya seorang diri yang mengalaminya diantara berjuta orang didunia ini bukan?

Tidak sesuainya antara kenyataan dengan harapan bisa jadi pemicu kekecewaan yang berujung pada penolakkan terhadap rasa bahagia. Bagaimana kita harus bersikap dalam kondisi seperti itu?

Salah satu cara mungkin dengan mencoba berdamai dengan diri sendiri. Kuatkan keyakinan bahwa disamping kita mampu mengatur hidup kita sendiri, ada sang Maha Pengatur.

Maka, ketika kita berhadapan dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan, disana terkandung misteri, terkandung rahasia yang belum kita fahami maknanya.

Mari berdamailah dengan diri sendiri. Terimalah ketidaksesuaian itu. Jadikan rahasia tersembunyi sebagai bagian dalam hidup kita.

Itulah yang membuat hidup kita menjadi lebih indah, lebih menantang…

Bekasi, 11 Oktober 2010
[sent from my mobile phone]

2 pemikiran pada “Berdamai dengan Diri Sendiri

  1. Saat umur bertambah, kehidupan dengan sendirinya datang sesuai dengan masanya.
    Anda benar tentang berdamai dengan diri sendiri. Tapi bisakah anda berjuang untuk membuat orang2 terdekat anda untuk mau berjalan seirama dengan kita? Berapa sisa umur yang kita miliki supaya kita tetap menjadi orang yang berguna tapi tetap bisa menikmati hidup? Ternyata berbicara dari hati akan menghasilkan suatu hasil yang dahsyat. Pada akhirnya setiap orang akan melakukan apapun dengan bahagia andai semua datang dari hati. Itu pengalaman terindah yang patut diperjuangkan. Mengetuk hati nurani orang2 tersayang untuk berjalan bersama, seirama hingga semua bisa dijalani dengan senyum tetap tersungging di wajah. Salam damai Bro

    >>hmm…indah sekali komennya Sis…
    mari berbicara dan bertindak sesuai hati nurani…
    damai di hati, damai di bumi…

  2. Setuju bahwa ada Sang Maha Pengatur dlm hidup iniyg selalu tau apa yg terbaik dan apa yg kita butuhkan pada saat itu, tp Dia jg memberi kita akal ntuk berpikir dan memilih apa yg terbaik ntuk diri dan kebahagiaan kita dan bagaimana kita ntuk melakukannya,sepanjang kita masih didalam batasan2 kita sebagai makhluk yg tidak sempurna dan memiliki kelemahahan…

    >>betul… hanya akal yg memberikan manusia keunggulan dibanding makhluk ciptaanNYA yang lain…

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s