Long life Warteg…

Pernah makan di warteg? Tidak pernah? Jarang? Atau memang itu tempat makan siang harian anda?

Siang ini, aku nongkrong di warteg. Maksud aku, ya bukan cuma nongkrong, tapi rest sebentar setelah nikmati suap demi suap nasi santapan aku makan siang.

Kenapa pula mesti tulis tentang warteg? Ga ada yang aneh kan tentangnya?

Ya, ga ada yang aneh tentang warteg. Toh hanya tempat makan yang sederhana aja.

Tapi untuk aku, rasanya warteg berjasa banget. Ia jadi tempat makan murah yang menopang keseharian aku. Ia sebagai penyuplai energi sejak masa sekolah dulu hingga kini aku jadi kuli pabrik seperti ini.

Aku pikir, warteg sebagai perekat antara nilai upah minimum harian dengan kestabilan kehidupan sosial. Bayangkan kalau ga ada warteg. Apa cukup upah yang aku terima bila makan siangnya harus selalu di warung nasi padang? Apalagi kalau makan harian harus di KFC? Serem, berapa banyak budget makan siang kita kan!

Sekali warteg, tetap warteg. Long life warteg!

Bekasi, 7 Oktober 2010
[sent from my mobile phone]

Sila tinggalkan komentar sahabat disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s