Himbauan Yang Tak (di)Indah(kan)

Posted on 13 Desember 2012

11


Saat ini apabila kita jalan-jalan kemanapun, banyaklah akan ditemukan tulisan-tulisan yang bernada himbauan disepanjang jalan yang kita lewati.

Mungkin karena bangsa kita ini bangsa yang “halus” dan “peka”, maka himbauan dirasa cukuplah. Tidak perlu larangan keras disertai dengan denda atas suatu pelanggaran. Cukup hanya dengan himbauan sederhana maka ketertiban yang diharapkan akan segera terwujud.

Sayangnya banyak pula himbauan yang ditulis secara liar. Banyak ditemukan himbauan indah seperti “harap tidak membuang sampah disini”, “harap tidak parkir disini”, yang dituliskan dengan tidak indah. Asal sembarang dituliskan dalam plang seadanya dan plang tersebut diletakan demikian saja, mengabaikan keserasian dengan lingkungan sekitarnya.

Ada contoh himbauan indah, yang dituliskan dalam banner yang indah pula, seperti berikut,

Himbauan Indah Yang Tak Diindahkan...

Himbauan Indah Yang Tak Diindahkan…

Timbul pertanyaan, apakah himbauan indah, seperti foto diatas, diindahkan oleh masyarakat?

Dengan pasti jawabannya adalah “tidak”. Masyarakat pemilik kendaraan tetap saja tidak mengindahkan himbauan tersebut. Ibarat seperti kata pepatah, anjing menggonggong kafilah berlalau. Tak mengherankan secara berkelakar banyak orang bilang, “dimana bisa ditemukan banyak orang mengantri meminta subsidi setiap hari?” Jawabannya, “ya di pom bensin dong…” Demikianlah yang terjadi dalam keseharian kita.

Mungkin sudah saatnya himbauan indah namun tetap tak diindahkan itu diganti dengan larangan keras disertai dengan denda. Apa boleh buat, demi kemaslahatan bersama, hal itu mungkin harus segara berani diambil.

Ah ya, mungkin…

Bekasi, 13 Desember 2012

Posted from WordPress for BlackBerry.

Ditandai: , , ,
Posted in: Renungan, Serba-serbi