Oleh: Titik Asa | 20 September 2011

Home Sweet Home…

Apabla kita bertanya, dimana tempat ternyaman untuk membuang semua kepenatan hidup sehari-hari, apa jawaban yang akan kita dapat?

Tentulah berbagai jawaban akan kita dapatkan. Wajarlah, karena setiap orang mempunyai preferensi yang berbeda akan hal ini. Tapi jawaban akhir yang pasti didapat adalah, tentu hanya rumah sendirilah tempat ternyaman itu. Baik atau buruknya rumah kita. Besar atau kecilnya rumah kita. Megah atau sederhananya rumah kita. Apapun. Rumah kita adalah tempat kita kembali dan mendapatkan kenyamanan sesungguhnya. Apapun, akhirnya kembali ke pepatah Home sweet home, rumahku adalah istanaku.

Nah, salah satu sudut rumah yang menarik untuk kita tata, untuk kita nikmati dan kita peroleh kenyamannya, salah satunya adalah halaman rumah kita.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Titik Asa | 2 September 2011

Mengenangmu…

Benar, waktu bergerak melesat laksana meteor,

bergerak demikian cepat,

meninggalkan buih-buih kenangan…

 

Tiada terasa,

lima tahun sudah engkau meninggalkan kami,

kenangan indah tentangmu,

demikian lekat dalam ingatan…

Baca Lanjutannya…

Oleh: Titik Asa | 2 September 2011

Tour de Jampang

Lebaran saat yang tepat untuk bersilaturahmi dengan kerabat dan keluarga. Demikianlah kebiasaan yang akhirnya menjadi semacam ritual juga bagi masyarakat kita. Ritual yang baik bila dimaknai secara positif. Saling memaafkan, menjalin kembali hubungan yang sempat terputus, atau bahkan akhirnya membangun kembali makna kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat dalam tatanan yang harmonis.

Sebagian besar keluarga dari garis keturunan Bapa dan Ema tinggal di Jampang. Jampang adalah sebutan lain untuk daerah pekidulan Sukabumi. Jampang yang saya maksud disini adalah Jampang Tengah, berjarak sekitar 40-an km ke arah selatan dari kota Sukabumi.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Titik Asa | 1 September 2011

Dibawah Bendera Revolusi…

17 Agustus 2011, 66 tahun silam negeri ini merdeka. Ini benar kan, jadi tiada salah kalau kita ucapkan Dirgahayu Indonesia, panjanglah usia Indonesia. Ucapan yang tidak sekedar ucapan, tapi semacam doa dan harapan tentunya.

Hari ini, saya sempat obrak-abrik kumpulan buku-buku yang dimiliki Abah. Ya, kumpulan buku-buku, terlalu jumawa bila disebut sebagai perpustakaan.

Aku menemukan sebuah buku. Buku berisi kumpulan tulisan. Buku ini berjudul “Dibawah Bendera Revolusi”. Kumpulan tulisan Bung Karno, proklamator kita.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Titik Asa | 31 Agustus 2011

Mari Berbagi Senja

Entah mengapa, saya selalu terpesona dengan keindahan langit saat senja. Saya selalu memandang saat senja itu sebagai saat yang sakral. Saat perpindahan penguasa bumi. Dari penguasa yang bernama siang berganti ke penguasa yang bernama malam.

Senja di salah satu sudut kota Sukabumi

Walau memang saat senja itu hanya sekedar transisi saja. Tapi demikian hebat rupanya warna transisi tersebut. Tataplah betapa langit demikian berubah warna. Warna langit yang bermula biru akan segera berubah menjadi hitam. Cobalah perhatikan, warna langit saat senja demikian tak terbayangkan. Lembayung senja, semburat warna jingga, atau apalah nama warnanya yang mungkin tiada ada dalam kamus warna manusia.

Tataplah langit dengan semburat warna senja nan indah...

Hanya sekedar mengingatkan betapa indah salah satu cintaanNya. Demikian mungkin pesan senja bagi kita umat manusia.

Mari berbagi keindahan senja. Dikolom ini saya berbagi foto senja dari sudut kota Sukabumi.

Mari nikmati senja seraya memuji kepadaNya…

 

Sukabumi, 13 Agustus 2011

Oleh: Titik Asa | 14 Juni 2011

Keheningan…

Keheningan,
terkadang lebih syahdu,
dibanding alunan simfoni terindah sekalipun…

Setelah ribuan bebunyian diciptakan, rindu itu akan muncul jua.
Rindu keheningan semata…

Dengarkan keheningan.
Hayati.
Ia akan lebih banyak berkata,
dibanding goresan pena pujangga…

Dimana keheningan berada?
Ia tetap akan kau temukan,
bahkan di tempat hingar-bingar sekalipun…

Dalam hening,
dalam sendiri,
mari kecilkan diri,
dihadapan KebesaranNya…

Bekasi, 14 Juni 2011

Posted with WordPress for BlackBerry.

Oleh: Titik Asa | 23 Mei 2011

Jalan Kaki Sederhana

Ah, mengapa tulisan ini diberi judul Jalan Kaki Sederhana? Tokh, jalan kaki itu sudah merupakan gerak badan yang sederhana. Tidak perlu kostum khusus juga tidak perlu alas kaki khusus pula bukan?

Begini, kadang-kadang kita suka mengikuti pendapat masyarakat. Tentang jalan kaki ini, banyak amggora masyarakat yang menyarankan kurang lebih begini, ayo jalan kaki di lapangan “x”, ramai lho disana, usai jalan kaki kita langsung bisa pilih makanan siap santap. Atau, usai belanja kita langsung bisa lihat-lihat barang keperluan.

Lho, ini mau jalan kaki atau memanjakan perut atau belanja barang-barang?

Baca Lanjutannya…

Oleh: Titik Asa | 22 April 2011

Gerak Badan Minggu Pagi, dimana?

Apa yang biasa kita lakukan di setiap Minggu pagi?

Berbagai kegiatan dapat kita lakukan di Minggu pagi, mulai dari sekedar menikmati kopi pagi, makan bubur ayam atau telusuri kolom-kolom di surat kabar. Tapi ada hal yang tampaknya kian digandrungi sebagian besar masyarakat saat ini yaitu menjalankan aktifitas gerak badan ringan. Hal ini penulis pikir karena semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kesehatan.

Gerak badan ringan ini biasa dilakukan bersama di suatu tempat. Maka tak heranlah kini diberbagai kota terdapat lokasi untuk menjalankan aktifitas ini. Lokasi ini bisa berupa stadion Olah Raga ataupun berupa lapangan terbuka yang setiap Minggu pagi berubah menjadi arena untuk anggota masyarakat berkumpul dan bergerak badan ringan.

Artikel ini semacam ungkapan keprihatinan penulis tentang lokasi untuk melakukan gerak badan ringan Minggu pagi di kota Sukabumi…

Baca Lanjutannya…

Bermula dari sepasang hati,
riuh rendah bertanya tentang makna,
makna cinta yang hakiki,
dalam hidup yang fana ini,
adakah?

Baca Lanjutannya…

Oleh: Titik Asa | 20 Maret 2011

Rindu itu…

Begitu cepat waktu berlalu,
meninggalkan butiran rindu.
Terkapar di senja waktu,
kala tubuh bersemu biru..

Rindu.
Masa lalu.
Kini yang tersisa di kalbu ,
hanya seuntai sendu,
juga seuntai kelabu.
Duhai sang Waktu,
bersalahkah diriku?

Maka,
kulukis rindu,
kala langit tak lagi berwarna biru.
Hingga,
jatuhlah butiran hujan,
bak butir air mata.
air mata lara…

Bekasi, 20 Maret 2011,
Supermoon 02.00 dini hari

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.